Sembuh Bukan Sekadar Impian
Oleh trubus
Pada 1990-an sirih merah difungsikan sebagai tanaman hias oleh para hobiis.
Maklum penampilannya memang aduhai. Permukaan daun merah keperakan dan
mengkilap saat cahaya menerpa. Baru 2 tahun terakhir Piper crocatum itu
ramai dimanfaatkan sebagai tanaman obat.
Secara empiris kerabat lada itu tokcer mengatasi diabetes mellitus, kanker
payudara, maag akut, batu ginjal, ambeien, serangan jantung, dan stroke.
Menurut Bambang Sudewo, herbalis di Yogyakarta, sirih merah juga dapat
mencegah beragam penyakit.
Supaya kesembuhan yang diharapkan cepat datang, pemilihan daun sebagai bahan
baku amat penting. Tanaman siap panen minimal berumur 4 bulan. Saat itu
sirih merah terdiri atas 16?20 daun. Pada saat itu daun sudah relatif lebar,
dengan panjang 15?20 cm. Daun siap petik harus berumur 1 bulan, bersih, dan
warna mengkilap. Daun yang dipetik berumur sedang, tidak terlalu tua atau
muda, karena kadar zat aktifnya tinggi.
Daun yang subur berukuran 10 cm dan 5 cm. Bila dipegang, daun terasa tebal
dan kaku (tidak lemas). Semakin tua warna daun, semakin tebal. Semakin tebal
daun, semakin kaku, kata Soekardi,pengelola kebun pembibitan tanaman obat di
Bogor. Aroma daun tajam dan rasanya pahit. Dalam sepekan panen sekali, tapi
bila tanaman rimbun panen setiap hari juga memungkinkan. Hindari memetik
daun yang terkena cipratan tanah, terutama pada waktu musim hujan.
Pemetikan dimulai dari tanaman bagian bawah menuju atas. Daun dipetik
sekitar 60 cm dari permukaan tanah , dengan tujuan meminimalkan bila ada
kotoran atau debu yang menempel, ujar Bambang Sudewo. Bila daun dipetik
sekitar 10 cm dari permukaan tanah, kotoran terlalu banyak sehingga kurang
layak panen. Semakin sering daun dipanen, semakin cepat tunas tumbuh,
lanjutnya.
Pemetikan sebaiknya pada pagi hingga pukul 11.00. Bila dipetik pada sore
hari, menghambat proses pengeringan. Pemetikan dengan pisau tajam dan
steril.
Pascapanen
Selesai dipetik, daun disortir dengan standar mutu : daun bersih, segar,
tebal, dan mengkilap. Daun kotor, cacat, dan kusam dibuang. Daun direndam
dalam air selama 15?30 menit untuk membersihkan kotoran dan debu yang
menempel. Kemudian dibilas hingga bersih, dan ditiriskan.
Langkah berikutnya daun dirajang dengan alat yang bersih, steril, dan tajam.
Lebar irisan sekitar 1 cm, langsung dikeringanginkan di atas tampah beralas
kertas selama 1 jam. Rajangan yang telah kering 60% ditutup dengan kain
hitam transparan untuk menghindari debu, serangga, atau kemungkinan terbang
karena tertiup angin.
Setelah kering, daun dimasukkan ke kantong plastik tebal transparan. Bila
perlu berikan silica gel untuk menyerap kadar air. Tutup rapat kantong, beri
label, dan tanggal kering. Kemudian simpan di tempat bersih, tidak lembap,
dan mudah dijangkau, misalnya stoples kaca. Dengan cara ini kualitas sirih
merah tetap terjaga hingga setahun. Ketika hendak mengkonsumsi, ambil
rajangan kering sirih merah 3?4 lembar, dan rebus hingga mendidih. Minumlah
setelah rebusan dingin dan melalui penyaringan.
(Martina Kurniawati)
--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com