Minggu, 12 Nopember 2006

Agar Rumah tidak Panas 

Di Indonesia, rumah seharusnya dibangun dengan konsep tropis yang mementingkan 
sirkulasi udara. 


Pernahkah Anda merasa kegerahan meski berada di rumah yang cukup luas? Bisa 
jadi, itu karena desain rumah yang salah sejak awal. Seharusnya, rumah di 
Indonesia dibangun dengan konsep tropis yang mementingkan sirkulasi udara.

Banyak orang tidak menyukai rumah yang menghadap barat. Pancaran sinar mentari 
yang menjelang tenggelam memang membuat gerah mereka yang berada di dalam 
rumah. Tetapi, itu belum seberapa. Toh, cuma beberapa jam saja terkena panas 
sore.

Di Indonesia, rumah yang menghadap utara justru hunian yang paling 'sial'. 
Betapa tidak, rumah tersebut disengat mentari sepanjang hari. Rumah yang dari 
pagi sampai petang terkena sinar matahari tersebut harus disiasati agar tak 
terlalu panas. Bagaimana triknya?

Sirkulasi udara yang baik merupakan kunci untuk mendapatkan rumah yang tak 
pengap dan panas. Artinya, rumah harus memiliki bidang yang ada lubangnya. 
''Arah bukaan hendaknya menyilang terhadap ruangan,'' kata Ir Sulaiman 
Budhimulya.

Dulu, orang sering menyediakan ventilasi bawah yang berjarak sekitar 20 cm dari 
lantai. Belakangan, cara ini mulai ditinggalkan. ''Padahal secara prinsip, 
ventilasi bawah memang efektif. Udara panas didesak ke atas hingga penghuni 
rumah tidak terlalu gerah,'' ungkap Sulaiman.

Ditinggalkannya ventilasi bawah, lanjut Sulaiman, didasarkan pada alasan 
khusus. Rumah-rumah di Indonesia kurang cocok memakai ventilasi bawah. ''Untuk 
aplikasi sekarang sulit. Soalnya, di sini banyak tikus. Kalau dipasang 
ventilasi bawah malah menjadi jalan masuk tikus. Repot jadinya.''

Masih menyangkut ventilasi, luas bidang bukaan juga mempengaruhi panas tidaknya 
ruangan. Luas ruangan harus dipertimbangkan saat akan membuat jendela dan 
kisi-kisinya. ''Ada hitung-hitungannya sesuai dengan volume ruang,'' imbuh 
Sulaiman.

Bidang bukaan yang besar -- seperti di rumah-rumah peninggalan Belanda -- 
membuat udara di dalam ruang menjadi tidak terlampau panas. Setidaknya, hawanya 
nyaris sama dengan udara di luar. ''Jendela besar tetapi lubang ventilasinya 
kecil tak akan ada gunanya,'' ujar Sulaiman.

Ketidakcermatan dalam penyediaan bidang bukaan otomatis juga akan mempengaruhi 
kelembaban ruang. Pada gudang, contohnya. Ruang gudang yang kerap dibuat 
tertutup rapat membuat perabot, perkakas, atau apapun yang disimpan di dalamnya 
mudah berjamur. ''Tidak adanya lubang udara membuat udara menjadi lembab dan 
jamur makin mudah tumbuh,'' jelas arsitek yang berdomisili di Bandung, Jawa 
Barat ini. 

Ventilator
Selain itu, keberadaan ventilator di atap juga diperlukan untuk mengurangi 
panas ruang. Ventilator bekerja untuk memperlancar sirkulasi udara di bawah 
atap. ''Alat ini dipasang di atas plafon, di bawah atap,'' kata Sulaiman. Alat 
pendingin ruangan sebetulnya bisa saja dipasang untuk menghilangkan hawa panas. 
Tetapi, itu bukan solusi paripurna. ''Ventilator tetap diperlukan pada ruangan 
ber-AC. Jika tidak, AC akan bekerja lebih berat. Soalnya, hawa atas ruang 
sangat panas,'' papar Sulaiman. 

Selain pemasangan AC, peletakan tanaman di dalam ruang juga dapat membantu 
penyegaran hawa dalam ruang. Oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesis 
pada tanaman dijamin membuat ruangan terasa lebih sejuk di siang hari. 
Tentunya, tanaman yang dipilih mestilah serasi dengan ruangan. Meski begitu, 
penempatan tanaman di dalam ruang juga bukan solusi. Tanaman pun tak bisa 
terlalu banyak dipajang di dalam rumah. Kalau terlampau banyak, ia tidak dapat 
tumbuh dengan baik. 

Tanaman hias juga tidak disarankan untuk diletakkan di ruang yang gelap dan 
lembab. Untuk dapat tumbuh subur, tanaman memerlukan paparan sinar matahari dan 
udara. Jadi, pastikan rumah Anda memiliki jendela yang tembus cahaya dan 
memungkinkan udara bersirkulasi.

Alternatif lain ialah pemasangan exhaust fan. Tetapi, alat ini sifatnya sebatas 
mempercepat sirkulasi udara. ''Untuk menghindari panas dan pengapnya ruang 
prinsipnya ialah memperhatikan jalan keluar-masuknya udara. Jadi, exhaust fan 
saja tanpa ventilasi tak banyak membantu,'' cetus Sulaiman.

Sementara itu, pemasangan pergola di luar ruang dianggap Sulaiman tidak begitu 
mempengaruhi suhu di dalam ruang. Pergola hanya akan memberikan keteduhan di 
bawahnya. ''Tidak lebih dari itu,'' komentarnya.

Di masyarakat masih terdapat pemahaman yang salah tentang cara mendapatkan 
ruangan yang tidak panas. Mereka pikir, tingginya langit-langit akan 
berpengaruh. ''Rumah yang tingginya tujuh meter tetapi jendelanya ditutup tetap 
akan panas. Sebaliknya, rumah yang tingginya hanya tiga meter tetapi memiliki 
bukaan jendela di dua sisi pasti akan terasa lebih sejuk,'' tandas Sulaiman.

(rei ) 

sumber : Republika Online

Kirim email ke