Ass.WW
Jangan kuatir, urusan armageddon, tsunami dan gempa harus diselesaikan dulu
dan tampaknya tinggal sebentar lagi. Setelah itu akan saya urus agar sesuai
dengan
skenario besar dari langit.
Wassalam
Djarot



                                                                       
                      almasdi rahman                                   
                      <almasdi_rahman@         To:      "[email protected]" 
<[email protected]>
                      yahoo.com>               cc:                     
                                               Subject: [Ar-Royyan-5337] Fwd: 
[DKM-894] Fw: [Ar-Royyan-5312] Terobsesi Hijaukan
                      12/04/2006 09:44         Arafah [bcc][faked-from][abs] 
[bcc][faked-from][heur][abs]
                      AM                                               
                      Please respond                                   
                      to                                               
                      "[EMAIL PROTECTED]                                 
                      .com"                                            
                                                                       
                                                                       




Assalammu'alaikim Wr.Wb

Saya rasa AAGym nggak salah nikah lagi...kan diAlqur'an dibolehkan maksimal
4 orang , kalau mau lima tolong diceraikan dulu satu...apa lagi sekarang
perbandingan laki n wanita mungkin udah 1:4 kali yaa...., makanya kalau
wanita yang tidak kebagian suami akan menggoda suami orang... seperti YZand
ME toh... Mungkin alasan AAGym benar juga masih kurang ilmu...makanya nikah
lagi   and so pasti akan tambah ilmu yakni ilmu adil membagi dengan istri
pertama, magaimana mengatasi jika punya anak lagi , dll, bsb, dst..... maka
saya setuju lahhh.......

Untuk p.Jarod jangan terlalu mikiran AMAGADON, tsunami,
gempa,dll.....tolongan dipikirin AAGym aja udah 2 istri ,  kapan nih
p,Jarod he...he..he....


wassalam


almasdi

Note: forwarded message attached.



Any questions?  Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.
X-Apparently-To: [EMAIL PROTECTED] via 209.191.69.129; Sun, 03 Dec
2006 16:34:39 -0800
X-Originating-IP: [202.158.3.92]
Authentication-Results: mta244.mail.re4.yahoo.com  from=wicaksana.co.id;
domainkeys=neutral (no sig)
Received: from 202.158.3.92  (HELO archive.cbn.net.id) (202.158.3.92)  by
mta244.mail.re4.yahoo.com with SMTP; Sun, 03 Dec 2006 16:34:39 -0800
Received: (qmail 22710 invoked by uid 1002); 4 Dec 2006 00:34:36 -0000
Mailing-List: contact [EMAIL PROTECTED]; run by ezmlm
Precedence: bulk
X-No-Archive: yes
List-Post: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
List-Help: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
List-Subscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED]
Received: (qmail 22703 invoked from network); 4 Dec 2006 00:34:35 -0000
From: "agus rasidi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "DKM ARROYYAN" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Mon, 4 Dec 2006 07:26:32 +0700
MIME-Version: 1.0
X-Priority: 3
X-MSMail-Priority: Normal
X-Mailer: Microsoft Outlook Express 6.00.2900.2869
X-MimeOLE: Produced By Microsoft MimeOLE V6.00.2900.2869
X-OriginalArrivalTime: 04 Dec 2006 00:25:52.0123 (UTC)
FILETIME=[C1422CB0:01C7173A]
Subject: [DKM-894] Fw: [Ar-Royyan-5312] Terobsesi Hijaukan Arafah
[bcc][faked-from][abs]
Content-Length: 13946
Content-Type: multipart/alternative;
boundary="----=_NextPart_000_002E_01C71775.85F002A0"


Reply ttg AA gym nikah lagi di milis dkm aja,  pak.
Tahu sendiri khan dkm ar-royyan sedang dilanda  persoalan berkaitan dengan
BHUJ (bukan YZME).
Ini saran saya lho....
Kecuali buat pak Djarot ( kapan nikah nya nich ?  ).



----- Original Message -----
From: M.K. Roziqin
To: [email protected]
Sent: Sunday, December 03, 2006 10:53 PM
Subject: Re: [Ar-Royyan-5312] Terobsesi Hijaukan Arafah
[bcc][faked-from][abs]

Apa  benar....
Wah  bagus amat ..................

-----  Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Saturday,  December 2, 2006 6:50:45 PM
Subject: Re: [Ar-Royyan-5312] Terobsesi Hijaukan  Arafah
[bcc][faked-from][abs]

Ass. WW
Katanya Aa Gym istrinya sudah menjadi dua. Jadi pengurus Ar  Royyan kasih
contoh dong  ?
Wass.
Djarot



                      jaerony
                      <[EMAIL PROTECTED]
To:      "[email protected]"  <[email protected]>
                      sa.co.id>                cc:
                                                Subject: Re:
[Ar-Royyan-5312] Terobsesi Hijaukan Arafah  [bcc][faked-from][abs]
                      11/30/2006  09:34
                      AM
                      Please  respond
                      to
                      "[EMAIL PROTECTED]
                      .com"






Asslmkm.Wr.Wb.

Pak Jojo, Jika ada  akses  dan kesempatan insya Allah.
Tapi, kata Aa Gym, lebih baik dari kita  sendiri  yang mulai melakukannya.
Semakin berharap kepada orang  lain, semakin kecewalah  kita!

Ingat soal "masjid raya" di  lingkungan  kita?
Itu antara lain kebanyakan wacana bahwa "akan  ada  sumber sumbangan
besar"!! Dan hasilnya : NIHIL!

Sama  dengan hal itu, kalau kita cuma pandai  berwacana, akan bernasib
sama.
Jadi, kita harus kembali ke track : "dakwah  bil  hal"!

Wass / Jaerony.-

----- Original Message  -----
From:  jojo  wahyudi
To:  [email protected]
Sent: Wednesday, November 29, 2006  5:11  PM
Subject: Re: [Ar-Royyan-5312]  Terobsesi  Hijaukan Arafah

Wah  Pak Jaerony, boleh  juga nich kita minta bibit juga dari beliau
siapa  tahu di kasih  untuk di tanam di lingkungan RW kita......
wuiiihhh   nggak  bisa di bayangkan kalau komplek kita jadi ASRI
(bukan  cuma penuh  pohon bambu doank he he he)

Boleh  tuh Pak di follow  up..............

salam,
Jojo
-----  Original Message  ----
From: jaerony  <[EMAIL PROTECTED]>
To:[EMAIL PROTECTED]
Sent:  Wednesday, November 29, 2006 4:27:50  PM
Subject: [Ar-Royyan-5312]  Terobsesi Hijaukan Arafah

Minggu, 23 April  2006
Andi  Tenri Gappa
Terobsesi Hijaukan  Arafah



Bekerja  sebagai bankir ternyata belum cukup bagi Andi Tenri Gappa yang
akrab disapa  Onny. Di sela-sela kesibukannya, pria kelahiran Jakarta pada
1
Desember 1958  ini belakangan menambah kesibukannya dengan giat melakukan
pembibitan  pohon-pohon untuk penghijauan.

Berbagai jenis bibit tanaman pun  dikembangkan suami A Soraya Mattalatta
ini
dengan memanfaatkan lahan  pekarangan rumah yang luasnya `hanya' 1.000
meter
persegi itu. Halaman rumah  tersebut tidak pernah kosong dari bibit
tanaman.
Setelah bibit-bibit tersebut  cukup besar, ayah dari Ahmad Yani (9 tahun)
ini  kemudian  membagi-bagikan kepada siapa saja yang berminat  tanpa
memungut  bayaran. Bagi Ketua Harley Davidson Club Indonesia  (HDCI)
Sulawesi ini,  menanam pohon adalah investasi yang tak  terhingga.

Onny tak pernah menghitung berapa banyak uang yang sudah  dikeluarkannya
untuk pengadaan bibit-bibit tersebut. Baginya, pohon bukanlah  kembang api
yang  sekali meletup setelah itu mati. `'Pohon ini akan  menyala dan tumbuh
makin  lama makin besar, dan saya akan  menyalakan api di mana-mana,'' ujar
anak  kesembilan dari sepuluh  bersaudara itu pada wartawan Republika  Andi
Nur  Aminah.

Niatnya yang tanpa pamrih untuk  menghijaukan bumi disadarinya tak bisa
dilakoni sendiri. Alumni Fakultas  Peternakan Universitas Gadjah Mada ini
kemudian menggandeng Universitas  Hasanuddin untuk membentuk sebuah
komunitas  bernama `Unhas Green  Community'. Lewat komunitas tersebut,
keponakan almarhum  Jenderal  M Jusuf ini berangan-angan bisa menghijaukan
Nusantara dari  Kota  Makassar. Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi yang
jatuh  pada 22 April,  Onny kemudian memproklamirkan lahirnya `Unhas  Green
Community' yang diharapkan  bisa menjadi pelopor untuk  pelaksanaan
penghijauan di berbagai daerah.

Bagaimana awalnya hingga  Anda terjun dan terlibat dalam pembibitan
pohon-pohon untuk  penghijauan?
Awalnya pada tahun 2004, pertama kali  saya  membibitkan sekitar 12.000
bibit saja. Setahun kemudian menjadi  lebih  banyak lagi karena saya bikin
bukan lagi hanya untuk  Makassar. Ada banyak  permintaan dari berbagai
daerah seperti  Manado, Gorontalo, Palu, Kendari.  Boleh jadi karena di
awal
tahun  2005 saya pernah diberitakan di salah satu  media nasional,  tidak
lama kemudian surat dari mana-mana masuk, dari  Ternate  sampai NTT, yang
minta pohon ke saya. Saya sudah kepalang  basah, dan itu  konsekuensinya.
Tapi tidak apa, karena itu  pekerjaan yang saya suka.

Kepedulian lingkungan juga yang mendorong Anda  membentuk suatu komunitas
lingkungan yang menjalin bekerja sama dengan  Unhas?
Saya merasa tangan  saya hanya dua. Makanya, saya lantas  berpikir, dalam
bidang ini harus dibentuk  satu komunitas. Saya  tidak mau jalan sendiri.
Saya kemudian ngomong ke  Prof Idrus  Paturusi (Rektor Universitas
Hasanuddin, red) dan  beberapa  teman-teman. Ternyata, disambut baik oleh
rektor. Bahkan,  kita lantas dikasih  lahan di kampus Unhas, di samping
danau, lalu  kita bikinlah pembibitan di  situ.

Komunitas ini namanya Unhas  Green Community yang diluncurkan bertepatan
dengan Hari Bumi. Pertama memang  di Unhas, nanti dalam waktu dekat akan ke
Universitas Sam Ratulangi Manado,  Universitas Tadulako Palu, Universitas
Haluoleo Kendari. Teman-teman di Unhas  akan menjadi pelopor atau
inspirator
terhadap kampus-kampus lain untuk bisa  berbuat hal yang sama. Saya bilang,
saya siap memfasilitasi teman-teman  mahasiswa untuk membuat hal serupa,
saya  akan memberikan mereka  bibit tanaman, bersinergi dengan pihak-pihak
yang  memiliki  kepentingan-kepentingan yang sama.

Anda juga berperan menghijaukan Kota  Makassar. Apa ini juga menjadi  tekad
Anda?
Oh ya, saya pernah  menyiapkan 15.000 bibit pohon untuk  ditanam di
Makassar. Semuanya  saya berikan gratis. Cita-cita saya begini. Kota
Makassar ini kan ada  kotamadya, kecamatan, sampai kelurahan. Yang bagus
memulai dari kelurahan.  Satu kelurahan ada beberapa jenis jalan, ada yang
kelas besar, kecil, sampai  kecil sekali. Saya sudah memikirkan, untuk
jalan
yang besar itu pohonnya  jenis apa yang cocok, mungkin raintree, jalan
kecil pohon apa, sampai jalan  kecil sekali mungkin cocoknya jenis palem,
sehingga setiap kepala desa atau  lurah bisa merencanakan sendiri. Nanti
diketahui, satu kelurahan itu butuh  tanaman sekian banyak dan jenis apa
saja.  Kalau sudah terdata,  tinggal order ke mahasiswa, dan kegiatan ini
harus  melibatkan  untuk menanamnya.

Bagaimana untuk skala yang lebih luas lagi?
Saya  siap ke mana  saja, keliling Indonesia untuk menanam pohon. Saya
punya
uang dan siap lakukan  apa saja. Saya mengeluarkan uang dan  tidak berharap
untuk kembali. Ini  investasi bagi saya, besok-besok  kalau kita dipanggil
sama Tuhan dan ditanya  kita sudah berbuat apa  saja di dunia ini. Makanya,
sekarang saya merasa punya  kesempatan,  saya harus tanam
sebanyak-banyaknya. Pohon-pohon ini umurnya  bukan  10 atau 20 tahun, tapi
ratusan tahun. Yang saya inginkan  adalah bagaimana  keinginan saya ini
bisa
dilaksanakan oleh saya  atau oleh siapa pun. Yang  penting pohon itu
tertanam, bisa besar,  dan bisa berfungsi mengurangi efek  panas bumi.

Saya tidak  perlu itu kembali, saya sudah cukup makan tiga kali
sehari  kok.
Menanam pohon ini bukan membuat api. Tapi, pohon itu  bisa menyala  terus
dan tambah lama tambah besar. Bukan kembang api  yang cuma sekali  buuum,
setelah itu mati. Yang saya tanam ini  insya Allah akan menyala  terus, dan
saya akan nyalakan api di  mana-mana. Pokoknya selama saya masih  punya
uang, saya tidak akan  berhenti. Dan uangnya juga memang tidak
kurang-kurang tuh, selalu ada saja.  Saya tidak khawatir akan jadi  miskin
hanya karena menanam  pohon-pohon ini. Saya percaya itu tidak
akan  terjadi.
Jadi, saya  ingin mengajak teman-teman yang lain supaya  punya  pemikiran
mengenai ini juga.

Boleh dibilang Onny  beranjak besar di Jakarta. Jenjang pendidikan dari SD
hingga SMA dituntaskan  di kota ini dan beberapa bulan di kota Bandung.
Setamat  dari SMA 6  Bulungan, penggemar motor besar ini kemudian
melanjutkan kuliah  di  UGM hingga lulus pada tahun 1983. Setahun
berselang,
Onny  pulang ke kampung  halaman orang tuanya dan mengerjakan empang  di
Kajuara, kabupaten Bone.

Ketika itulah dia sempat mengalami masa  sulit. Maklum, ia sudah terbiasa
dengan hiruk-pikuk Jakarta dan tiba-tiba dia  berada di perkampungan yang
listriknya pun belum ada. Setelah empangnya gagal  panen sebanyak dua kali,
Onny kemudian kembali ke Jakarta dan melanjutkan  sekolah perbankan di
Panin
pada 1987. Karier di Bank Panin dimulainya sebagai  junior
officer.  Setahun
kemudian ia kembali ke Makassar dan  bekerja di Bank Panin Makassar.
Perlahan tapi pasti, kariernya semakin  menanjak hingga akhirnya menjabat
sebagai pimpinan cabang Bank Panin Wilayah  Indonesia Timur dari tahun 1995
hingga sekarang.

Sebenarnya, apa  obsesi terbesar Anda dalam penanaman  pohon?
One day, jika saya  diberikan kesempatan, saya ingin  menghijaukan Arafah,
seperti yang  dilakukan (mantan presiden) Soeharto dulu.  Saya pernah
mengirim  e-mail ke pemerintah Saudi Arabia, tapi belum ada  respons.
Tapi,
mungkin kalau Pak Jusuf Kalla yang ngomong,  barangkali  direspons, saya
akan pergi ke sana. Tidak semua Saudi  Arabia itu padang pasir.  Di Riyadh
itu, daerah pertanian yang  bagus. Saya bisa bibitkan raintree  dan pohon
ini tepat sekali  untuk daerah itu.

Kalau di Indonesia, saya yakin bisa kita lakukan. Saya  ingin menghijaukan
Indonesia dari Makassar. Tapi, saya tidak mau main sendiri  sekarang. Saya
ingin memberdayakan teman-teman mahasiswa. Saya tidak ingin  membuat mereka
bergantung pada saya, tapi membuat mereka termotivasi. One  day, mereka
sudah bisa berpikir dan berbuat sendiri. Merekalah yang akan  pergi NTT, ke
Jogya, dan ke mana saja. Obsesi saya memang, kalau kita sudah  bisa masuk
di
Sumatra, di Jawa, suatu saat niatnya akan Arafah. Kalau sudah  sampai ke
sana,  luar biasa sekali. Mereka sudah punya teknologi  penyiraman yang
bagus, tapi  kenapa mereka tidak melakukan. Saya  pikir kenapa Soeharto
yang
waktu itu  sekitar tahun 1970-an  teknologinya belum secanggih sekarang
saja
bisa  melakukan, masak  saya nggak bisa.

Adakah tempat yang menjadi inspirasi bagi Anda sehingga  begitu ingin
menanam ribuan pohon di mana-mana?
Singapura dan Malaysia.  Dua negara  itu tidak sebanding dengan negara kita
yang luar biasa  kayanya. Tapi, mereka  bisa melakukan penghijauan yang
sangat  bagus. Itu membuat saya iri sekali.  Lantas saya berpikir, ini
bisa
kok saya lakukan, makanya saya lakukan.

Jadi, saya mencoba  sekarang menginspirasi teman-teman lain yang mungkin
sepikiran dengan saya,  memfasilitasi mereka, supaya pembibitannya bisa
lebih  besar.  Selama ini pembibitan saya lakukan di rumah saya saja.
Tapi,
halamannya  cuma 1.000 meter, bisa bikin berapa banyak. Tahun  lalu saya
bisa bikin 15.000  bibit, kemudian saya pakai pollybag  (kantong bibit)
yang
besar, hanya  sekitar 2.000 (bibit), sudah  penuh halaman saya. Akhirnya
saya telepon-telepon  teman-teman,  relasi, (bilang) 'Tolong dong diambil
nih bibit'.  Sekarang yang  sisa tinggal palem saja. Sebetulnya banyak
orang
yang  ingin  terlibat dan memberikan kontribusinya, tapi masalahnya  siapa
yang bisa  dipercaya. Ibaratnya, kalau kita ingin naik Gunung  Mahameru,
kita harus naik  Gunung Latimojong dulu, baru Semeru,  baru lebih tinggi,
jadi bertahap.

Setelah tsunami di Aceh, Anda juga  pernah membawa bibit-bibit tanaman ke
sana ketika orang-orang belum  memikirkan untuk menanam pohon. Apa Anda
juga
bermaksud menghijaukan Aceh  atau ada tujuan lain?
Sebetulnya itu bukan  penghijauan. Waktu itu  hanya simbol persaudaraan
antara Aceh dan Sulawesi.  Saya hanya  bawa beberapa bibit. Ada lima
ditanam
di sekitar  Masjid  Baiturrahman dan tiga di RS Zainul Arifin. Beberapa
lagi
di  daerah Bireun.  Tapi nanti, lewat komunitas ini, Unhas bisa  melakukan
kontak dengan  Universitas Syiah Kuala. Kalau mereka  bersedia, kita akan
ke
sana, membawa  bibit, pollybag, kita  saranai, sehingga dia bisa membuat
satu komunitas  sendiri juga.  Kita berharap Unhas dengan komunitas ini
bisa
menjadi  inspirasi  dan menularkan apa yang telah dilakukan ke
kampus-kampus
lain se-Indonesia.  Jadi, hijau dari  Makassar.

''Saya kadang bertanya sendiri, saya tidak pernah merencanakan  hidup,
tahu-tahu saya ada saja, dan suatu waktu saya akan mati. Makanya,  saya
berpikir, selama saya masih hidup, saya harus menjadi  orang
bermanfaat.''Tidak  cuma untuk diri sendiri dan keluarga,  Onny juga
memilih
untuk bermanfaat lebih  banyak lagi untuk orang  lain. ''Lebih banyak,
lebih
besar, lebih bagus.''

Akhirnya, langkah  melestarikan lingkungan lewat bibit-bibit pohon itulah
yang diambilnya.  Dengan langkahnya itu, Onny berangan orang-orang  dari
Ambon  misalnya akan mendatanginya untuk meminta bibit.  Keinginan Onny
tidak muluk.  ''Saya kepingin orang-orang melihat,  mendengar, dan
melakukan
hal yang  sama dengan saya. Saya tidak  ingin menjadi populer.
Mudah-mudahan
besok akan  banyak orang-orang  yang berpikiran sama seperti saya.''

Apakah ada pengalaman masa kecil  yang mewarnai sehingga saat ini begitu
jatuh cinta pada  pepohonan?
Sebetulnya tidak ada. Saya lahir dan besar  di Jakarta.  Hanya ceritanya,
suatu hari saya naik mobil dengan bapak saya  dari  Bone ke Makassar. Itu
sekitar tahun 1988, dan saya tidak  kecil lagi waktu itu.  Bapak saya
bilang, Onny kamu tahu, semua  pohon asam yang ada di pinggir jalan,  dari
Pampanua, Bone Utara  sampai di sini, semuanya Bapak saya yang tanam.

Mendengar itu, saya  berpikir, 'Wah hebat juga. Kakek saya sudah meninggal,
tapi pohonnya masih  hidup semuanya'. Di situ saya mulai kepikiran, saya
mau
menanam pohon. Saya  memulainya dengan biji palem. Waktu masih kuliah,
kalau
saya lagi punya duit  banyak, saya bibitkan banyak, Kalau duitnya lagi
sedikit  ya  bibitkan sedikit, tapi tidak pernah berhenti.

Sekarang, saya pikir sudah  waktunya saya membuat yang banyak. Memang,
kadang-kadang orang mikir saya ini  aneh. Kadang ada yang bilang,
Onny  kamu
ini mau jadi apa? Mau jadi  wali kota, mau jadi gubernur. Tidaklah, mau
jadi gubernur ngapain? Saya  bilang, taruh-taruhan kalau hanya soal gaji
gubernur dengan saya, gajinya  lebih gedean saya. Itu kalau tidak  korupsi
lho ya. Mungkin tiga  kali lipat. Buat apa jadi gubernur. Kalau  jadi
presiden mungkin  mau, ha ha ha.

Anda berharap di keluarga Anda juga akan mengikuti jejak  mencintai  pohon?
Bagi saya, keluarga masing-masing sajalah. Mereka  punya pikiran
masing-masing. Saya tidak pernah memengaruhi mereka untuk harus  cinta
tanaman.  Mereka bisa cinta sama binatang, pakaian, atau apa  saja,
terserah
merekalah.  Tapi, setidaknya kita telah  menggambarkan. Seperti anak saya
kadang  berkomentar, 'Papa ngapain  sih, buat apa ini, banyak begini mau
dibawa  ke mana'?
(  )
sumber:  www.republika.co.id



Check out  the  all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email
and
get things  done  faster.



--------------------------------------------------------------
Milis  Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ;  Milis jamaah[at]arroyyan.com



Access over 1 million songs - Yahoo!  Music Unlimited.


Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free  Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.12.3/445 - Release Date:  9/11/2006




--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke