Mulyawan W Nugroho | Lab Tech | Nike Indonesia 

+6221-5396-150 Ext. 152 | +6281-616-83416 (cell) 

________________________________

From: Aisyah, Yovie 
Sent: Friday, December 08, 2006 2:56 PM
Subject: Mantan Agen KGB itu Dimakamkan dengan Cara Islam

 

janganlah sekali-kali kamu mati kecuali dalam keadaan Islam".
(Ali-Imran : 102).

Ya Allah ... Ya  Rabb yg Maha Besar ...Rasul-Mu bersabda: Kafaa bil
Mautil Mau'idzoh 
Cukuplah kematian itu, suatu pelajaran bagi kami ...Kematian yang tidak
pernah bicara 
Namun ia senantiasa ada di mana saja 

________________________________


Mantan Agen KGB itu Dimakamkan dengan Cara Islam


sumber : http://www.eramuslim.com/ 

Selasa, 5 Des 06 16:04 WIB 

Nama Alexander Litvinenko belakangan menjadi buah bibir internasional,
setelah kematiannya terungkap karena dibunuh dengan racun sejenis bahan
radio aktif isotop polonium 210. Sebelum ajalnya, ternyata mantan agen
mata-mata rahasia Rusia-KGB itu berpesan agar ia dimakamkan dengan cara
Islam.

Menurut ayahnya, Walter Litvinenko, anak laki-lakinya itu sudah
menyatakan diri masuk Islam saat terbaring sekarat di rumah sakit London
sampai akhirnya meninggal pada Kamis, 23 November kemarin.

Dalam wawancara dengan surat kabar Moskow, Kommersant yang dikutip Times
Online edisi hari ini, Selasa (5/12), Walter mengatakan anaknya yang
semula memeluk agama Kristen Ortodoks menyatakan permintaan terakhirnya
sebelum meninggal, yaitu agar ia dimakamkan secara Islam.

"Dia bilang,'Saya ingin dikubur menurut tradisi Muslim'. Saya bilang, ok
anakku. Semuanya akan dilakukan seperti yang engkau inginkan. Kami sudah
memiliki seorang Muslim di keluarga kami. Yang paling penting adalah
meyakini Yang Maha Besar. Tuhan itu satu," kata Walter Litvinenko

Walter menyatakan yakin bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin terlibat
dalam kematian anaknya. Ia menolak klaim yang mengatakan bahwa mantan
agen Rusia lainnya terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap puteranya
itu.

"Ada perintah langsung dari 'atas' untuk membunuh anak laki-laki saya.
Saya tidak ragu ini dilakukan oleh sejumlah agen rahasia Rusia atas izin
dari Vladimir Putin," ujarnya.

Walter yang berduka atas kematian puteranya itu menyatakan akan kembali
ke Rusia setelah pemakaman anaknya, meski ia sudah mempertimbangkan
bahwa kepulangannya ke Rusia bukan tanpa bahaya.

Kematian Alexander Litvinenko dan tudingan atas keterlibatan Presiden
Rusia, menjadi peristiwa pembunuhan bernuansa politik pertama di Barat
yang melibatkan Kremlin, sejak perang dingin dan sempat menegangkan
hubungan antara London dan Moskow.

Dalam pernyataan yang dibacakan setelah kematiannya, Alexander
Litvinenko menulis,"Anda bisa saja berhasil membungkam seorang pria.
Tapi protes dari seluruh dunia akan bergema, Mr Putin, di telingamu
sepanjang sisa hidupmu."

Kematian Alexander Litvinenko yang tercatat sebagai warga negara Inggris
ini memang masih menjadi teka-teki. Yang sudah jelas adalah, ia dibunuh
dengan bahan radio aktif berbahaya. Sebagian pihak menganalisa,
pembunuhan itu adalah bagian dari plot untuk mendiskreditkan Kremlin.
Sementara pihak berwenang di Rusia membantah terlibat dalam pembunuhan
itu.

Sosok Alexander Litvinenako juga dikenal dekat dengan tokoh perwakilan
pejuang Chechnya, Akhmad Zakayev. Zakayez sempat menjenguk Alexander di
rumah sakit sebelum kematiannya. Ia menuding Kremlin berada dibalik
pembunuhan Alaxander dan mengatakan bahwa Kremlin sudah mengirim
'gangster-gangster politik' ke Inggris. (ln/dari berbagai sumber)

Kirim email ke