Ya,saya setuju dengan kesimpulannya, bukankah dalam dunia usaha,banyak
sekali kita terlibat dengan peramalan, misalnya meramalkan dagangan saya
akan laris ke depan setelah melihat fenomena2 yang ada dll, lalu ilmu
statistik yang banyak digunakan untuk meramalkan penjualan,trend bisnis
dll dan itu dipakai sampai saat ini oleh para usahawan,ekonom dll,trus
kenapa orang dengan mudah mengatakan ah..fengshui itu syirik dll,padahal
kan itu juga ilmu yang ada dasarnya juga,malah lebih banyak dasarnya
daripada ilmu ramalan apapun yang ada di dunia sekarang (karena diteliti
selama ribuan tahun), cuman memang karena yang banyak diterapkan di
fengshui itu terkesan tidak ilmiah,maka orang anggap itu syirik,padahal
kalo dicari dasar ilmunya kenapa gak boleh ini,gak boleh itu, semua ada
dasar perhitungannya, bahkan pakar fengshui sekarangpun harus pake laptop
untuk menghitung (saking rumitnya).
Ilmu itu bisa berasal dari manapun, jadi jangan batasi pikiran kita
terlalu sempit, istilah kerennya "open mind".Ingat para ilmuwan/penemu
ternama selalu berangkat dari "open minded".
Lana's
>
> ----- Original Message -----
> From: "Hendy" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "Milis_Iqra" <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Friday, June 15, 2007 9:15 AM
> Subject: [Milis_Iqra] Fengshui
>
> Sumber : sepia.blogsome.com
>
> Fengshui
>
> "Bapak percaya fengshui?" begitu kira-kira pertanyaan saya suatu
> ketika kepada Pak Dimitri.
>
> "Alam ini adalah simbol Pak...," jawab Pak Dim tidak langsung, yang
> seterusnya menyampaikan dasar pemikiran tentang keteraturan alam, dan
> betapa mungkinnya bahwa semua simbol-simbol di alam semesta itu bisa
> ditafsirkan. Singkatnya, kita memang harus percaya bahwa peramalan itu
> memungkinkan.
>
> Sebagai muslim, saya percaya akan adanya ramalan. Sebentar, bukankah
> ada hadits yang melarang kita mempercayai peramal?
>
> "Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal lalu bertanya kepadanya
> tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari". (HR
> Muslim dari sebagian Istri-istri Rasulullah Saw)
>
> sumber : http://paranormalsakti.freehomepage.com/about.html
>
> Saya percaya akan adanya ramalan BUKAN berarti saya percaya sembarang
> peramal. Bukti-bukti tentang ilmu mengetahui masa depan dicontohkan
> pada kisah para nabi, diantaranya adalah Nabi Yusuf ketika
> menerjemahkan mimpi dua orang yang dipenjara. Seorang ditafsirkan
> mimpinya bahwa dia akan bebas, dan seorang lagi akan dihukum mati.
> Ramalannya benar. Setelah itu beliau menafsirkan mimpi raja bahwa akan
> terjadi masa makmur selama 7 tahun dan masa paceklik selama 7 tahun.
> 'Ramalan'nya benar. Dalam hadits, juga terdapat beberapa 'ramalan'
> Nabi Muhammad tentang masa depan. Yang menyampaikan adalah Nabi.
> Akankah Anda tak percaya? Ini adalah bukti nyata bahwa ramalan itu
> ada.
>
> Kalau Nabi kita percaya, bagaimana kalau Mama Lauren? Apalagi ramalan
> bintang di koran lokal yang tampaknya diambil dari sembarang kumpulan
> database ramalan zodiak, apakah Anda juga percaya? Bagaimana dengan
> Fengshui, percaya juga?
>
> Saya sendiri memilih, kadang percaya, kadang tidak. Sikap tersebut
> didasarkan bahwa keteraturan di alam ini memang sebenarnya bisa
> diramalkan, namun tetap saja sulit dilakukan.
>
> Fengshui sebenarnya adalah kumpulan pengamatan manusia atas fenomena
> alam. Fenomenanya sendiri teratur, pengamatnya sangat mungkin bias.
> Bila orang Cina pakai istilah Naga Hijau dan Macan Putih, itu adalah
> cara mereka membuat penjelasan atas fenomena alam itu sendiri.
> Simbolisasi ini (yang bisa juga disebut 'rumus') jelas sangat mungkin
> salah. Kalau mereka membuat 'rumus' itu berdasarkan pengamatan di
> belahan bumi utara (negeri Cina), apakah masih berlaku untuk belahan
> bumi selatan (misalnya di Jawa)? Kalau dulu belum ada listrik, telepon
> seluler, perubahan iklim global, bergesernya kutub magnet bumi, dll,
> apakah 'rumus' kuno itu masih akan manjur seperti saat pengamatan dulu
> dilakukan? Logikanya sih, tidak.
>
> Namun tentu ada pengamatan yang masih berlaku. Misalnya Anda bekerja
> membelakangi pintu masuk (secara Fengshui ini posisi buruk), tentu
> masih akan berlaku hingga saat ini. Secara psikologis tetap saja
> seseorang merasa tidak nyaman bila setiap saat bisa terjadi seseorang
> mengintainya dari sebelah belakang. Yang ini saya percaya.
>
> Bagaimana dengan instrumen pendukung Fengshui seperti perhitungan
> bintang, shio, dll. Yang ini menurut saya sangat mungkin 'rumus'nya
> sudah tidak jitu lagi. Posisi bintang terus berubah (galaksi ini terus
> berputar kawan, bukan di atas seekor kura-kura seperti anggapan orang
> kuno dulu). Secara pemodelan sederhana sudah jelas rumusnya tak akurat
> lagi. Saat ini pun sudah resmi dirumuskan zodiak ke-13 (OPHIUCHUS 30
> Nov - 17 Des), rumus peramal bintang sudah pasti jadi meleset.
>
> Jadi saya mempercayai ramalan sekedar sebagai 'rumus' perkiraan dengan
> keakuratan rendah. Ibaratnya ramalan cuaca. Kita harus percaya bahwa
> peramalan itu mungkin. Sekaligus juga percaya bahwa secara statistik
> ramalan itu cuma sebuah peluang belaka. Ramalan cuaca saat ini yang
> didukung pengamatan satelit, jelas lebih akurat dibandingkan ramalan
> nasib. Saya percaya dengan Fengshui, sebatas sebuah 'model rumus'
> dengan keakuratan bervariasi. Sebagian mungkin akurat 60 persen.
> Lainnya mungkin akurat 20 persen saja.
>
> Bagaimana dengan keakuratan ramalan Mama Lauren? Saya percaya... bahwa
> itu juga hanya peluang.
>
> Saya percaya bahwa sebagian orang diberi karunia tertentu, yah bisa
> kita katakan kecerdasan supranatural. Tak perlu diragukan lagi, memang
> faktanya jelas. Masalahnya adalah, apakah kita percaya Mama Lauren
> punya karunia kelebihan seperti itu? Ya, terserah Anda mau percaya
> atau tidak. Sulitnya hal semacam ini karena metode pembuktian ilmiah
> sulit dilakukan. Instrumen pengukurannya apa? Siapa yang bisa
> dijadikan kalibrasi/referensi?
>
> Anggap Mama Lauren punya kemampuan supranatural itu (dan hal tersebut
> sah-sah saja dimiliki seseorang). Yang penting adalah, bagaimana sikap
> kita terhadap sebuah ramalan?
>
> Saya pernah diramal menjadi orang sukses, sepertinya Anda juga pernah.
> Saya pernah diramal akan gagal pada umur sekian dan sukses pada umur
> sekian. Pernah diramal bisnis tertentu akan oke, dan lain sebagainya.
> Menurut pengamatan saya, semua ramalan itu tidak jelas keakuratannya.
> Saat ini saya (merasa) sukses pada sebagian hal, dan gagal pada
> sebagian yang lain. Jadi bagaimana kita bisa katakan ramalan tersebut
> akurat bila semua kondisi peramalan itu terjadi?
>
> Penjelasan tentang 'keakuratan' ramalan Mama Lauren dan semacamnya ini
> bisa dikaitkan dengan adanya Qadla' (ketetapan Allah atas suatu
> kejadian) dan Qadar (terjadinya suatu kejadian) dalam ilmu Islam.
> Semua hal di dunia ini sudah ada ketetapannya (disebut Qadla'),
> sehingga sering kita diberitahu tentang lahir, rizki, mati, daripada
> seseorang sebenarnya sudah ditentukan. Nah, yang sering salah
> diartikan oleh kebanyakan orang adalah, bahwa Qadla' seseorang itu
> tunggal, padahal sesungguhnya bisa BANYAK!
>
> Sesuatu yang pasti itu belum tentu tunggal. Sebuah persamaan kuadrat
> atau polinomial dalam matematika bisa mempunyai jawaban benar dua,
> tiga, bahkan sangat banyak. Jawabannya bisa banyak tapi pasti! Artinya
> himpunan jawabannya itu sudah tertentu, walaupun jumlahnya banyak. Di
> luar himpunan jawaban tersebut adalah kemustahilan. Sebagai ilustrasi,
> bahwa peluang Anda menikah dengan salah satu teman Anda sekarang
> pastilah ada, walau mungkin kecil sekali. Tapi peluang Anda menikah
> dengan Cleopatra misalnya jelas suatu kemustahilan karena hidup di
> masa yang berbeda.
>
> Nah, dari jutaan ketentuan qadla' tersebut, bisa saja sebagian kecil
> tertangkap oleh indera keenam (supranatural) seseorang. Misalnya Mama
> Lauren meramal tentang suatu kejadian, maka saya berpandangan bisa
> saja memang dia menangkap isyarat satu dari jutaan pilihan masa depan.
> Berapa peluang kejadian tersebut akan terjadi? Ya, variatif, bisa
> sangat kecil (karena qadla' sesungguhnya jutaan), bisa cukup besar
> (karena qadla' sesungguhnya hanya beberapa puluh). Jadi bagaimana kita
> bisa yakin ramalan itu benar? Ya, sulit.
>
> Yang bisa kita lakukan adalah menganggapnya sebagai input mentah. Itu
> ibarat seorang guru yang melihat muridnya malas belajar, lalu
> meramalkan bahwa si murid akan gagal ujian. Bisa saja ramalannya
> meleset karena si murid tiba-tiba rajin belajar, atau dapat contekan
> saat ujian, atau soal ujian yang keluar kebetulan saja dia bisa.
> Prediksi si guru (yang muncul dari akumulasi pengetahuan yang menjadi
> intuisi) bisa kita anggap sebagai peringatan awal. Tapi jelas sangat
> jauh dari mutlak.
>
> Jadi kalau ada ramalan (atau saya diramal tanpa diminta), saya anggap
> itu sebagai input mentah. Mungkin berguna, mungkin tidak. Pengalaman
> selama ini sih, minta diramal (dulu waktu kecil terpikat oleh tawaran
> peramal pinggir jalan, hehe) ternyata tidak akurat, atau tepatnya
> tidak bisa dibuktikan keakuratannya.
>
> Kesimpulan sekarang : semua ramalan itu hakikatnya cuma ilmu statistik
> saja. Ketepatannya tidak pernah mutlak. Kadang tepat, sering juga
> meleset. Dalam statistik itu disebut model dengan reliabilitas
> (keandalan) rendah. Misalnya, kalaupun sinyal-sinyal masa depan yang
> ditangkap Mama lauren itu benar, penafsiran atas sinyal itu secara
> akurat sangat sulit (data valid, penafsiran Mama Lauren lah yang
> bias). Hanya orang-orang tertentu seperti misalnya Nabi Yusuf dan Nabi
> Khaidir saja yang tingkat keakuratannya tinggi.
>
>
>
> ------------------------------------------------------------------
> - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
> - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
>
> Ibnu Masud R.A. berkata bahwa Rasulullaah SAW. bersabda, Tidak halal darah
> seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan selain Allah dan
> aku adalah utusan Allah kecuali karena salah satu dari tiga hal: berzina
> padahal ia sudah menikah, membunuh orang, meninggalkan agamanya, dan
> memisahkan diri dari jamaah. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)
>
>



------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Ibnu Masud R.A. berkata bahwa Rasulullaah SAW. bersabda, Tidak halal darah
seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan selain Allah dan 
aku adalah utusan Allah kecuali karena salah satu dari tiga hal: berzina 
padahal ia sudah menikah, membunuh orang, meninggalkan agamanya, dan 
memisahkan diri dari jamaah. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)

Kirim email ke