sebuah kisah yang sejalan dengan artikel dari Bayu Gautama tentang Gemuruh
hati .
--------------------------------------------------------------------
Kisah Seorang Siswi Palestina
Infopalestina-Al Sahl Lish Shahafah Wal I'lam: Ini adalah kisah tentang
seorang siswi di sebuah sekolah putri di Palestina. Hari itu dewan sekolah
berkumpul seperti biasanya. Di antara keputusan dan rekomendasi yang
dikeluarkan dewan dalam pertemuan ini adalah pemeriksaan mendadak bagi siswi
di dalam aula. Dan benar, dibentuklah tim khusus untuk melakukan pemeriksaan
dan mulai bekerja. Sudah barang tentu, pemeriksaan dilakukan terhadap segala
hal yang dilarang masuk di lingkungan sekolah seperti hand phone berkamera,
foto-foto, gambar-gambar dan surat-surat cinta serta yang lainnya.
Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang. Para
siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim pemeriksa
menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri. Keluar dari
satu ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas para siswi di depan
mereka. Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku, pena dan peralatan
kebutuhan kuliah lainnya. Hingga akhirnya pemeriksaan selesai di seluruh
ruangan kecuali satu ruangan. Di situlah bermula kejadian. Apakah sebenarnya
yang terjadi ???
Tim pemeriksa masuk ke ruangan ini dengan penuh percaya seperti biasanya.
Tim meminta izin kepada para siswi untuk memeriksa tas-tas mereka.
Dimulailah pemeriksaan.
Saat itu di ujung ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia memandang
kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata nanar, sedang
tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin tajam setiap giliran
pemeriksaan semakin dekat pada dirinya. Tahukah anda, apakah yang dia
sembunyikan di dalam tasnya ???
Beberapa saat kemudian tim pemeriksa memeriksa siswi yang ada di depannya.
Dia pun memegang sangat erat tasnya. Seakan dia mengatakan, demi Allah
mereka tidak akan membuka tas saya. Dan tiba lah giliran pemeriksaan pada
dirinya. Dimulailah pemeriksaan.
Tolong buka tasnya anakku, kata seorang guru anggota tim pemeriksa. Siswi
itu tidak langsung membuka tasnya. Dia melihat wanita yang ada di depannya
dalam diam sambil mendekap tas ke dadanya. Barikan tasmu, wahai anakku, kata
pemeriksa itu dengan lembut. Namun tiba-tiba dia berteriak keras: tidak .
tidak . tidak .
Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul di
sekitar siswi tersebut. Terjadilah debat sengit: berikan . tidak . berikan .
tidak .
Adakah rahasia yang dia sembunyikan??? Dan apa yang sebenarnya terjadi???
Maka terjadilah adegan pertarungan tangan untuk memperebutkan tas yang masih
tetap berada dalam blockade pemiliknya. Para siswi pun terhenyak dan semua
mata terbelalak. Seorang dosen wanita berdiri dan tangannya diletakan di
mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam. Ya Ilahi, apakah
sebenarnya yang ada di dalam tas tersebut. Apakah benar bahwa si Fulanah
(siswi) tersebut ..
Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk membawa
sang siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan yang barang
kali membutuhkan waktu lama .
Siswi tadi masuk kantor sedang air matanya bercucuran bagai hujan. Matanya
memandang ke arah semua yang hadir di ruangan itu dengan tatapan penuh benci
dan marah. Karena mereka akan mengungkap rahasia dirinya di hadapan orang
banyak. Ketua tim pemeriksa memerintahkannya duduk dan menenangkan situasi.
Dia pun mulai tenang. Dan kepala sekolah pun bertanya, apa yang kau
sembunyikan di dalam tas wahai anakku .?
Di sini, dalam saat-saat yang pahit dan sulit, dia membuka tasnya. Ya Ilahi,
apakah gerangan yang ada di dalamnya??? Bukan. Bukan. Tidak ada sesuatu pun
yang dilarang ada di dalam tasnya. Tidak ada benda-benda haram, hand phone
berkamera, gambar dan foto-foto atau surat cinta. Demi Allah, tidak ada
apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti). Ya, itulah yang ada di
dalam tasnya.
Setelah ditanya tentang sisa makanan yang ada di dalam tasnya, dia menjawab,
setelah menarik nafas panjang.
"Ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa separoh
atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya kumpulkan dan saya
makan sebagiannya. Sisanya saya bawa pulung untuk keluarga saya di rumah
.Ya, untuk ibu dan saudara-saudara saya di rumah. Agar mereka memiliki
sesuatu yang bisa disantap untuk makan siang dan makan malam. Kami adalah
keluarga miskin, tidak memiliki siapa-siapa. Kami bukan siapa-siapa dan
memang tidak ada yang bertanya tentang kami. Alasan saya untuk tidak membuka
tas, agar saya tidak malu di hadapan teman-teman di ruangan tadi."
Tiba-tiba suara tangis meledak ruangan tersebu. Mata semua yang hadir
bercucuran air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk pada
siswi tersebut.
Ini adalah satu dari sekian banyak peristiwa kemanusiaan yang memilukan di
Palestina. Dan sangat mungkin juga terjadi di sekitar kehidupan kita. Kita
tidak tahu, barang kali selama ini kita tidak peduli dengan mereka. Doa dan
uluran tangan kita, setidaknya bisa sedikit meringankan penderitaan mereka.
Khususnya saudara-saudara kita di Palestina yang hingga kini terus dilanda
tragedi kemanusiaan akibat penjajahan Zionis Israel. (seto)
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia (Shahih Muslim no. 469)