Senin, 25 Juni 2007 14:32:00 Effendi Choire: RI Sudah Saatnya Koreksi Sikap Terhadap Israel
*Jakarta-RoL--* Anggota Komisi I DPR dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Effendi Choirie mendesak pemerintah untuk segera mengoreksi, mengevaluasi, dan mendiskusikan secara obyektif sikap maupun posisi Indonesia dalam melaksanakan kebijakan luar negeri terhadap Israel. "Sudah sangat lama kita mendukung terbentuknya negara Palestina, dan sudah cukup lama pula kita menolak kehadiran negara Israel. Tetapi ada dua fakta bertolak belakang di depan mata yang menjadi realitas, tidak pernah ada negara Palestina dan Israel telah menjadi negara," ungkapnya dalam rapat kerja komisi I DPR bersama dengan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda yang berlangsung secara terbuka di gedung Nusantara II, DPR , Senayan, Jakarta, Senin (25/6). Dia menambahkan, kebijakan politik luar negeri terhadap Palestina yang mendapat dukungan secara emosional dari dalam negeri, dapat dimaklumi sebagai konsekuensi dari amanat pembukaan UUD 1945. "Bahwa negara Indonesia menentang segala bentuk penjajahan dan zionisme yang dianut Israel dan dianggap sebagai penjajah karena itu kita bersikap tidak berhubungan dengan negara Israel," tambahnya. Namun, menurut Effendi Choirie, dunia internasional tahu persis siapa negara penjajah terbesar di dunia yakni Amerika Serikat, dan Indonesia memiliki hubungan diplomatik dengan mereka. "Ada fakta berikutnya yaitu, internal Palestina tidak pernah bersatu sementara Israel sebagai negara menjadi salah satu yang terkuat dan didukung mayoritas dunia serta memiliki jaringan kekuatan dimana-mana, baik secara terbuka maupun tertutup," kata Effendi dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi I Theo L Sambuaga. Jika RI dianggap menolak Israel, karena agama Yahudi yang dianutnya, menurut Effendi Chioirei , maka tudingan itu tidak beralasan . "Karena Yahudi itu adalah agama samawi yang eksklusif, hanya bisa dianut oleh orang Israel tidak boleh dianut oleh bangsa lain," tegasnya. Karena itu, politisi PKB ini kembali mendesak pemerintah khususnya jajaran Departemen Luar Negeri untuk segera mengevaluasi, mengoreksi, da mendiskusikan lebih obyektif serta rasional posisi RI dalam kebijakan politi luar negeri di masa datang. antara ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya (HR Bukhari dan Muslim)

