Seperti berita dibawah ini, sebuah panti Jompo di Bandung yang didirikan
untuk menampung para ibu yang kehilangan suami dan anak-anaknya dalam perang
melawan penjajah. Mereka juga kehilangan tempat tinggal sehingga berkelana
tak tahu arah dan tujuan. Maka, Yayasan Budi Istri, yang merupakan
organisasi para istri pejabat, terketuk hatinya untuk menampung mereka.
-------------------------------------------------
Para Jompo pun Ikut Balap Kelereng...
RONA bahagia terpancar dari wajah-wajah wanita lanjut usia, saat merayakan
hari Kemerdekaan RI ke-57. Dapat terlihat dari tawa bahagia mereka terutama,
saat mengikuti perlombaan-perlombaan yang diselenggarakan di Yayasan Sosial
Panti Jompo "Budi Pertiwi", Jl. Lodaya, Bandung.
Suasana terasa adem dengan lantai yang bersih dan licin ketika memasuki
pintu utama, membuat penghuni lebih kerasan untuk tinggal di sana. Dalam
menyambut hari Kemerdekaan RI tahun ini, biasanya diadakan
perlombaan-perlombaan secara rutin setiap tahunnya, seperti kipas balon,
kelereng sendok, pasang kumis dengan mata tertutup serta makan kerupuk. Para
nenek sangat antusias untuk mengikuti perlombaan tersebut.
Tapi sayang, tidak semua penghuni panti yang berjumlah 43 orang, merasakan
kebahagiaan itu, karena 5 orang dari mereka sakit dan tidak bisa bangun dari
tempat tidur. Mereka ikut berpartisipasi dengan penuh semangat, tanpa
mengindahkan umur mereka yang sudah tidak muda lagi. Hari-hari kebahagian
mereka terasa lengkap dengan kedatangan para donatur yang ingin ikut
merayakan hari kemerdekaan bersama mereka.
Namun, sebelum perlombaan itu dimulai, dilakukan upacara terlebih dahulu
untuk mengenang para pahlawan yang telah berjuang di masa lalu dan kehidupan
masa lalu mereka. Tak lupa mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya, yang dilanjutkan dengan pengajian. Hiburan nyanyi dan joged lebih
menghangatkan suasana panti jompo, sehingga rasa kebersamaan dan
kekeluargaan dapat terlihat dengan kasat mata. Keramaian itu selesai pada
saat adzan dzuhur berkumandang.
Raut wajah sedih terlihat dari seorang nenek bernama Ai Aisyah (70), ketika
mengenang betapa pahitnya masa penjajahan dulu. Aisyah lahir di Batavia,
merasakan kesedihan yang teramat dalam saat kakak perempuannya diculik
segerombolan tentara Belanda. Walaupun dengan kondisi Indonesia yang sangat
memprihatinkan, namun anak ketiga dari delapan bersaudara ini sempat
merasakan pendidikan pada zaman Belanda.
Kondisi berbeda dialami pada saat penjajahan Jepang. Di masa penduduk Jepang
itu, bahan pokok makanan yang dihasilkan langsung dijatah dengan pemotongan
pajak seenaknya. "Dari dua ton yang dihasilkan, enin hanya kebagian satu
kuintal beras. Itu juga untuk persediaan sampai panen tiba. Makanya tiap
hari selalu makan bubur yang sangat encer," jelas Aisyah yang menginginkan
sendiri untuk tinggal di panti jompo.
Pada saat Proklamasi dikumandangkan di radio, nenek yang beranak dua ini,
merasa bahagia. Kemerdekaan yang dirasakan waktu itu berbeda dengan saat
ini. Kebebasan baru terasa setelah penjajah pergi meninggalkan tanah air.
Sejarah yayasan
Bila kita kembali ke masa lalu, sejarah berdirinya Panti Jompo ini cukup
panjang. Yayasan Budi Istri yang menaungi panti jompo ini, berdiri sejak
tahun 1948 dan diresmikan oleh Bung Karno, Presiden pertama RI.
Pada awalnya, panti jompo ini bertempat di Jl. Lengkong, namun pada tahun
1957 pindah ke Jl. Lodaya. Hal tersebut dikarenakan tempat yang berada di
Jl. Lengkong itu akan diambil oleh penghuninya. Sedangkan tempat yang berada
di Lodaya merupakan hasil pemberian dari Departemen Sosial.
Panti jompo ini semula didirikan untuk menampung para ibu yang kehilangan
suami dan anak-anaknya dalam perang melawan penjajah. Mereka juga kehilangan
tempat tinggal sehingga berkelana tak tahu arah dan tujuan. Maka, Yayasan
Budi Istri, yang merupakan organisasi para istri pejabat, terketuk hatinya
untuk menampung mereka.
Untuk masuk ke Yayasan ini, harus mengikuti prosedur yang sudah ada. Adapun
syarat dari panti jompo "Budi Pertiwi" adalah berusia minimal 60 tahun,
sehat dan tidak lumpuh. Dalam artian dapat mengambil makan sendiri dan mampu
untuk mencuci baju yang tipis-tipis. Yayasan tidak memungut bayaran kepada
penghuni.
Meski begitu, yayasan hanya menerima mereka yang beragama Islam dengan
alasan proses pemakaman yang sama. Andaikan di antara mereka yang datang
adalah non-muslim, mereka diberikan alamat-alamat panti jompo lainnya yang
dapat menampungnya. "Biasanya karena melihat banyak teman-temanya yang
beragama Islam, maka mereka menginginan untuk dimuslimkan," kata Nia (74),
selaku ibu asrama yang bekerja selama 11 tahun.
Wanita lanjut usia yang menghuni panti jompo, tidak pernah merasa bosan.
Dengan kegiatan-kegiatan yang cukup padat untuk ukuran lanjut usia, dapat
menghilangkan kejenuhan itu. Misalnya saja setiap hari Senin dan Kamis
diadakan senam, Selasa-Jumat diadakan pengajian dan Sabtu periksa kesehatan
oleh Dedeh, pensiunan perawat di Rumah Sakit Dr. Salamun yang bertempat di
Ciumbuleuit. Sedangkan Minggu, dipakai untuk beristirahat dan becanda di
antara mereka.
Walau dengan keadaan yang terlihat aman dan tenteram, namun hal itu tidak
menutup kemungkinan adanya perselisihan di antara mereka. Perselisihan yang
biasanya terjadi hanya perang mulut antar penghuni dan ini tidak akan
ditindaklanjuti oleh para pengurus panti jompo. Kecuali bila merela
berselisih paham dengan membawa alat-alat seperti sapu, gelas atau
barang-barang yang ada di sekitar mereka baru akan ditindak lanjuti dengan
cara dilerai.
Kekhawatiran yang sering terjadi adalah mengenai kesehatan. Jika ada salah
satu penghuni yang sakit keras, dilarikan langsung ke Rumah Sakit Rancabadak
dengan biaya yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, tapi prosedur yang
digunakan rumah sakit itu, cukup berbelit-belit. Padahal orang yang sakit
harus segera ditangani dengan secepat mungkin. Dengan melihat kondisi
seperti itu, biasanya pasien dibawa ke Muhamaddiyah agar lebih mendapatkan
pelayanan yang cepat. Namun untuk itu, pihak yayasan harus menanggung penuh
biaya yang harus dikeluarkan. (ang/dew-job)***
----- Original Message -----
From: "a -" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, June 27, 2007 1:03 PM
Subject: Re: [Ar-Royyan-6348] [DKM-1168] Panti Jompo untuk muslimah
Sebenarnya info panti jompo bisa di searching di
internet. Saya sudah coba -dan seperti dugaan saya
sebelumnya-, ketemu beberapa tapi berafiliasi dengan
yayasan non-Islam.
Saya kira tidak ada yayasan Islam yang mengurusi panti
jompo, karena dalam hukum Islam orang jompo adalah
tanggungjawab anaknya sepenuhnya. Berbeda dalam kasus
anak yatim.
Ini menurut saya. Wallahu a'lam,
Wassalam,
--amin
--- jaerony <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Asslmkm.Wr.Wb.
Pak Permana,
Terima kasih atas pertanyaan bapak mengenai subjek
di atas.
Kami coba lempar ke "Jamaah" barangkali ada yang
tahu.
Bapak-bapak yth, adakah yang mengetahui keberadaan
Panti Jompo di sekitaran
Bogor sebagaimana ditanyakan oleh Pak Permana di
bawah ini? Mohon jika ada
dijawab langsung via japri. Terima kasih.
Wass / Jaerony.-
----- Original Message -----
From: "babay putra" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 26, 2007 4:25 PM
Subject: [DKM-1168] Panti Jompo untuk muslimah
> Yth. Bapak pengurus DKM ArRoyan,
>
> Saya seorang muslimah yang berdomisili di Bogor,
saya
> mohon untuk diberi alamat-alamat Panti Jompo untuk
> muslimah yang berada di daerah BOTABEK dan baik,
> maksud saya dari segi pengelolaan dan pembimbingan
> rohaninya.
>
> Jazakallahu khairon kashiroh,
>
> Wassalam,
> Permana Putra
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa yang
meninggal
dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa
untuknya
(HR Bukhari dan Muslim)
--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.0.0/756 - Release Date: 4/6/2007
12:00 AM
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa yang meninggal
dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya
(HR Bukhari dan Muslim)