Kita adalah Saudara

Alkisah setelah turunnya Adam-Hawa ke dunia ini, dikaruniailah mereka
beberapa orang anak.
Di antaranya Habil dan Qabil, 2 anak lelaki gagah layaknya keturunan Nabi.
Seperti terkisah dalam Kitabullah, saudara sedarah tersebut diberikan
tabiat yang berbeda.
Adalah kerjaan para syetan & iblis untuk memberikan pengaruh yang buruk
terhadap perkembangan
mental serta sifat dasar manusia. Tak terkecuali pada para Nabi dan
keturunannya, semua di "goda"
di buatkan "blue print", cetak biru yang terkesan indah di dunia, tetapi
menjauh dari sang Pencipta.
Lebih mencintai dunia ketimbang alam akhir berlabuhnya setiap hidup
manusia.
Demikian dengan Habil dan Qabil, diberikan bisikan bisikan yang
mempengaruhi kecintaan
mereka terhadap Pencipta kepada indahnya nafsu dunia.
Habil sanggup menekan perasaan hubbud dun'ya-nya saat sang Ayah
memerintahkan
memberikan persembahan(qurban) yang terbaik untuk sang Pencipta.
Dia memberikan domba peliharaannya yang terbaik.
Berbeda dengan Qabil yang bertani. Dia hanya memberikan sisa-sisa buah dan
sayur yang mulai membusuk.
Tak ayal Adam marah besar pada Qabil ketika mengetahui hal tersebut.
Di sini iblis kembali beraksi, membisikan berita ber-aroma busuk ke telinga
Qabil
"Ayahmu lebih cinta Habil ketimbang dirimu!"
Begitulah, akhir kisah. Terjadilah pembunuhan pertama di atas bumi,
Habil meregang nyawa di tangan saudaranya sendiri, Qabil.
Iblis-pun tertawa............ penuh kemenangan.

Saat ini, kita bisa melihat apa yang terjadi di Palestina.
Fatah dan Hamas, dua saudara se-Iman
sama-sama memperjuangkan kemerdekaan negerinya dari zionis.
Tak sanggup mereka menekan hawa nafsu golongannya.
Saling memuntahkan peluru ke tubuh saudaranya sendiri.
Menjilati darah yang tercecer dari jantung kerabatnya yang ia tikam.
Padahal Masjid Al Aqsa, sedang dalam bahaya,
sedikit demi sedikit tergerogoti oleh tangan yahudi
Ada apa gerangan ? Ulah iblis pulakah ini ?
Betapa mudahnya umat ini terprovokasi.
Israel-pun tertawa........... penuh kemenangan.

Tak usah terlalu jauh kita melihat.........
di negeri ini, betapa mudah orang menghilangkan nyawa saudaranya sendiri
yang kadang dengan alasan yang tak masuk di akal.
Betapa mudahnya orang menginjak kepala saudaranya sendiri
agar dia bisa naik ke tempat yang lebih tinggi
seperti terlihat dalam pemilihan anggota dewan ataupun kepala desa.
Betapa mudahnya, hanya karena alasan penegakan HAM
seorang produsen narkoba dapat bebas berkeliaran
atau paling tidak di hukum "cuma" 20 tahun penjara, dengan tetap
menjalankan
kerajaan bisnisnya dari dalam terali besi yang dimodifikasi mewah luar
biasa,
padahal pekerjaannya telah membunuh jutaan generasi negeri.
Hanya karena alasan HAM pula, seorang yang meracuni
generasi muda dengan media penuh syahwat
di bebaskan tanpa syarat dari tuntutannya.
Betapa enaknya menjadi koruptor kelas tinggi di negeri ini
bisa melenggang bebas tetap dengan posisi dan segala ke-kuasa-annya
Namun berbeda dengan isyu yang satu ini,
dengan alasan terorisme, "kemerdekan seseorang" bisa dengan mudahnya
dirampas
tak ada lagi penegakan HAM, tiang gantungan dan timah panas siap mencabut
ruh dari raganya.
Bahkan seorang ulama uzur-pun bisa dengan "mudah" diangkut ke bui
hanya karena, salah satu santri (?) atau yang mengaku jadi santri-nya
terlibat dalam salah satu peledakan yang terjadi di negeri ini.
Yang kita ketahui bersama adalah:
pelaku,
korban,
yang di tuduh sebagai pelaku,
yang menangkap pelaku
yang mengadili pelaku, walau belum terbukti sebagai pelaku
bisa jadi adalah saudara se-Iman, atau paling tidak saudara se-negeri.
Ulah siapakah ini ? Iblis pulakah yang bermain ?
Betapa mudahnya umat negeri ini terprovokasi.
Tinggalah mereka di negara seberang sana tertawa............. penuh
kemenangan

Hari ini, hari esok, hari lusa, terus dan terus hingga hari akhir nanti
iblis tetap bermain dengan bisikan mahsyur-mandragunanya
memprovokasi hati manusia yang labil dan mudah goyah.

Seandainya, Habil dan Qabil bisa berkolaborasi mempersembahkan yang terbaik
untuk Illahi
mungkin tak akan ada darah tertumpah di bumi ini.
Seandainya, Fatah dan Hamas bisa bahu membahu mengusir penjajah dari tanah
tumpah darahnya
mungkin Al Aqsa akan tetap berdiri dengan gagahnya tak secuil-pun tersentuh
jari-jari kotor.
Seandainya, seluruh anak bangsa di negeri ini mau jujur dan adil, tak
mendengarkan bisikan syetan
mungkin tak ada lagi kemiskinan, atau orang mengantri minyak berkilo-kilo
tak ada lagi demo menuntut keadilan atau sekedar mempertahankan lapak
tempatnya berdagang
Seandainya, kita saudara se-Iman mau bersabar-hati menerima cobaan
tetap teguh dengan pendirian hakiki, tanpa pernah mendengar bisikan syetan
mungkin tak akan ada kesalah-pahaman yang terjadi karena perbedaan kehendak
yang boleh saja terjadi silang pendapat, untuk memperkaya khasanah
Seandainya, kita saudara se-Iman bisa seiring sejalan menegakkan Dien-Nya
mungkin segala keruwetan bisa dengan mudah terselesaikan.
Karena apapun, bisa terjadi dan terselesaikan bila Allah kehendaki.
Tak ada kata lain...........
kita adalah Saudara
Haram hukumnya bila saling menumpahkan "darah".


Jazakumullah Khairan Katsira.

JJ Wahyudi

NB
Tiba-tiba saja saya kehilangan arah tulisan,
mungkin iblis mulai mempengaruhi jalan pikiran naif ini.
Ar Royyan tercinta masih dalam pembangunan
masih jauh dari selesai seperti yang diharapkan.
Tetapi tidak ada kata mustahil, bila kita teguh di jalanNya
saling bahu-membahu menyelesaikan,
bukan hanya dari segi pembangunan fisiknya
tetapi juga dari mempersatu hati para jamaahnya.

Semoga Allah tetap membantu segala usaha Kita.
Amien...........



------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW 
bersabda, Jika seorang Imam membaca ghairil maghdhuubi alaihim waladh 
dhaalinn, maka ucapkanlah oleh kalian aamiin, karena barangsiapa ucapannya
itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang
masa lalu (Shahih Bukhari no. 782)

Kirim email ke