---------- Forwarded message ----------
From: Armansyah <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 22 Feb 2008 11:50
Subject: [Milis_Iqra] Nafsu (Hmmm!)
To: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>


Nafsu
Oleh : Armansyah

Dari sejak awal manusia diciptakan, mereka sudah dibekali nafsu.
Bahkan ketika merekapun hendak memulai periode "penciptaan ulang"
generasi selanjutnya, itupun diawali dengan nafsu.

Anda boleh berpikir bebas mengenai artikel saya ini, tetapi inilah
faktanya, semua dihadirkan dengan nafsu.
Tidak perduli sebaik atau sebejat apapun kelakuan kita, semuanya akan
kembali kepada nafsu itu tadi.
Karena, nafsu terbagi atas dua macam :

1. Fujuroha
2. Taqwaha

Nafsu Fujuroha adalah nafsu untuk berbuat menyimpang atau negatip
sedangkan Nafsu Taqwaha adalah nafsu untuk berbuat kebenaran atau
positip.

Dasarnya adalah :

wa nafsin wama sawwaha, fa alhamaha fujuroha wa taqwaha -Qs. Asy-Syams : 7-8

Dan nafs serta penyempurnaannya, diwahyukan kepadanya kefasikan serta
ketakwaan ...

Pada penjabarannya, kedua nafsu tadi bisa terpecah lagi menjadi banyak
pembagian dan percabangan. Tetapi yang jelas pada akhirnya yang
menjadi penentu dari penilaian dimata Tuhan adalah Nafs yang
muthmainnah. Yaitu nafsu yang sudah berhasil melalui banyak fase dalam
menuju pendominasian keseharian kita, dimana setiap gerak dan langkah
hanya terpusat pada sistem ridhatillah atau keridhoan Allah.

Sebaliknya orang yang melakukan perbuatan buruk adalah orang yang
berpusat pada sistem fujuroha, termasuklah yang senantiasa bersikap
ingkar, membantah, berbuat zalim, berbuat sia-sia dan sebagainya.

Ketika dua orang lawan jenis melakukan persetubuhan dalam konsep suka
sama suka, cinta sama cinta maka saat itu mereka sudah tenggelam dalam
nafsu. Tetapi nafsu apakah yang demikian itu ? Bisakah dikelompokkan
kedalam nafsu yang taqwaha ataukah kedalam nafsu fujuroha ?

Ketika seseorang memutuskan diri untuk menonton suatu pertunjukan yang
digelar disebuah teater atau bioskop, maka inipun pada hakekatnya
sedang digeluti oleh nafsunya. Tetapi pertanyaannya tetap sama, nafsu
apakah yang demikian itu ? Bisakah dikelompokkan kedalam nafsu yang
taqwaha ataukah kedalam nafsu fujuroha ?

Bila nafsu itu adalah taqwaha, maka apa kira-kira kriterianya ? sejauh
apa batasan minimal serta maksimal sebuah perbuatan sehingga dapat
dikelompokkan kedalam perbuatan yang dibenarkan (bukan membenarkan) ?

Sebaliknya lagi bila nafsu itu fujuroha maka pertanyaannya juga sama
... mana standar-standar penetapannya dalam ukuran grafik minimal dan
maksimal pada sumbu X dan Y ?

Islam lalu mengajarkan :

Dan dialah yang menjadikan kebun-kebun berumpun dan yang tidak
berumpun serta tumbuhan dan ladang yang berbeda hasilnya, begitupun
yang berminyak dan yang bijinya bersusun, yang serupa dan yang tiada
serupa. Makanlah buahnya bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya
dihari memetik hasilnya (sebagai sedekah); dan janganlah kamu
berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berlebih-lebihan. (QS. Al-An'am 6:141)

Sebaik-baik agama ialah haniffiyat al-samhah (yaitu semangat mencari
kebenaran yang lapang, toleran, tidak sempit, tanpa kefanatikan dan
tidak membelenggu jiwa) - Riwayat Ahmad

Pada kesempatan lain, Nabi mengajarkan pada Utsman ibn Mazh'un :
"Sesungguhnya matamu punya hak atas engkau, dan keluargamu punya hak
atas engkau! Maka sembahyanglah dan tidurlah, puasalah dan makanlah!"

Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. 7:31)

Maksud terpenting yang dapat dipetik dari ajaran diatas adalah bahwa
ajaran Islam hendak menempatkan manusia pada posisi kemanusiaannya.
Bahwa manusia itu bukan malaikat, yang sama sekali tidak memiliki
kecenderungan bendawi (makan, tidur, berhubungan seksual atau
kesenangan lainnya termasuk nonton, main games dan seterusnya).

Ada batasan yang diberikan, yaitu jangan berlebih-lebihan.
Tunaikan haq masing-masing, dalam konteks modern sekarang ini batasan
lebih dan kurang ini memang kadang terasa bias antara satu orang
dengan orang yang lainnya. Banyak faktor yang kemudian harus sama-sama
dipertimbangkan secara bijak dan tidak dapat digeneralisir.

Haq mata untuk menonton harus di-imbangi juga dengan niat awal dari
menonton itu sendiri, apakah just for having fun ? penasaran ? mencari
ilmu ? dan seterusnya ...

Haq kelamin untuk bertemu kelamin ... juga diatur dengan sistem
pernikahan yang legal serta niat awal persetubuhan tersebut, apakah
sekedar memuaskan fujuroha atau memang untuk mencapai taqwaha (sebab
bukankah penyalurannya pada tempat yang dibenarkan menjadi pahala ?)

Stop.
Jangan tegang ...
Marilah kita simak ayat berikut : Walaa uqsimu bin  nafsil  lawwamah
(Qs. al-Qiyamah ayat 2)

Manusia punya kecenderungan untuk mengalihkan nafsunya pada
pertobatan, jadi bila kita merasa lebih banyak digiring oleh nafsu
fujuroha ketimbang taqwaha yang akan mengantarkan kita pada
muthmainnah maka segeralah perbaiki niat. Segera salurkan haq yang ada
secara proporsional dan tepat sasaran.

Hidup ada haq dan kewajiban, bersedekah adalah kewajiban kita kepada
orang yang membutuhkan bantuan rezeki sementara membayar sesuatu untuk
kesenangan jiwa maupun pendidikan batiniah merupakah haq jiwa didalam
kehidupan ini. Islam tidak mengajarkan konsep rahibiyah atau sufiesme,
tetapi Islam mengajarkan keseimbangan.

Mohon maaf bila artikel ini dirasa kurang berkenan.

Yaa ayya tuhannafsul muthmainnah. Irrji'ii ilaa  Rabbiki  radhiyatan
mardhiyah. Fad  khulii fi'ibaadi. Wad khuli
jannatii".


-- 
Salamun 'ala manittaba al Huda


ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/blog/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125


Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63


Gabung : [EMAIL PROTECTED]
  Keluar : [EMAIL PROTECTED]
    Situs :  http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
     Mod : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian 
tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Quran) 
dan sunnah Rasulullah saw. (HR. Muslim).

Kirim email ke