Assalamu'alaikum wr. wb.,
Sebagai dukungan saya atas ide mulia ini saya akan sisihkan gajiku satu juta
rupiah deh...


2008/2/28 Agus Rasidi <[EMAIL PROTECTED]>:

>  Stasiun TV Dakwah
>
> Rabu, 27 Peb 08 16:51 WIB
>
>
>
> *Assalamu'alaikum wr. wb.*
>
> Bapak Ustad Yang Selalu Dirahmati Allah SWT,
>
> Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan mengudaranya stasiun TV Dakwah
> yang telah Ustad sampaikan tadi, saya ingin sekali urun rembug (ikut memberi
> masukan). Begini Ustad:
>
> 1. Mungkin tidak kalau seandainya dana itu digalang dari masyarakat muslim
> di Indonesia? Bisa Ustad bayangkan kalau 1 keluarga muslim itu menyumbangkan
> Rp 100.000, - saja dikalikan 1 Juta keluarga = Rp 
> 100.000.000.000<http://100.0.0.0/>,
> - (Rp 100 Milyard ). Saya kira jumlah itu sudah cukup sebagai modal awal
> untuk memulai membuat unit usaha penopang Sta.TV sekaligus operasional
> awal sta.TV tersebut.
>
> 2. Buatlah Tim Promosi untuk mempersiapkan segala sesuatunya yang
> berkaitan dengan rencana tersebut dengan melibatkan orang-orang yang ikhlas
> tanpa mementingkan honor/gaji (gajinya ntar Allah SWT yang ngasih). Tugas
> utama Tim adalah mengkoordinasikan masing-masing wilayah/propinsi
> (mensosialisasi) agar supaya benar-benar seluruh masyarakat Indonesia bisa
> dilibatkan. Bukankah hal ini juga akan memperkuat Ukhuwah Islamiah kita
> Ustad?
>
> 3. Pertanyaan: Apakah Era Muslim memiliki basis organisasi secara
> kewilayahan, misalnya di Semarang, Jogja (Ada kantor dan kegiatan dan
> sebagainya)?
>
> Billahi Taufiq Wal Hidayah, Wassalamu'alaikum wr. wb.
>
> YA
> Jawaban
>
> *Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
> *
> Apa yang anda pikirkan sekarang ini tentu sebuah tekad yang mulia dari
> anak bangsa muslim yang peduli dengan masalah dakwah. Benar, selama ini para
> pemilik stasiun televisi jarang yang peduli dengan dakwah. Mereka lebih
> memandang bahwa televisi itu sekedar tambang uang saja.
>
> Sehingga apa pun acara yang sekiranya tidak mengalirkan uang, akan
> diletakkan di waktu sisa, yang sekiranya orang tidak akan menontonnya.
>
> Sebaliknya, para da'i pun jarang juga yang berpikir maju ke depan untuk
> bisa melahirkan sebuah stasiun televisi sendiri. Mungkin karenamereka juga
> sudah kehabisan waktu, siang dan malam ceramah ke sana kemari. Sudah tidak
> ada waktu lagi untuk berpikir mendirikan stasiun TV.
>
> Tapi kami yakin kalau TV dakwah sudah berdiri dan ada undangan untuk
> ceramah di TV, mungkin mereka akan siap setiap saat berdakwah.
>
> Sikap aneh para pemilik stasiun televisi juga diikuti oleh para penguasa.
> Meski agama mereka Islam, tapi urusan beriklan, masih jarang yang mau
> berpikir dengan konteks dakwah. Padahal yang kita tahu, tidak mungkin
> televisi dihidupkan tanpa adanya tayangan iklan.
>
> Kecuali ada semacam revolusi berpikir dari kalangan ulama di negeri kita,
> sehingga mereka secara kompak bersama-sama menggalang dana abadi untuk
> menghidupkan sebuah Televisi Dakwah.
>
> Yang jadi masalah, mereka tidak pernah punya tekad seperti tekad yang anda
> punya. Padahal sebenarnya urusan dari mana dananya, mungkin masih banyak
> sumber-sumbernya.
>
> Misalnya keuntungan dari usaha haji Pemerintah di Departemen Agama.
> Dana-dana itu konon memang tidak masuk ke kas negara alias non Budgeter. Dan
> sudah menelan korban berupa seorang mantan Menteri Agama yang sampai hari
> ini masih mendekam di dalam hotel prodeo.
>
> Kalau seandainya dana-dana seperti itu jelas pertanggung-jawabannya,
> sangat mungkin umat Islam di negeri ini punya Televisi sendiri.
>
> *Kekuatan Konsep*
>
> Tapi masalah besaruntuk mendirikan stasiun televisi dakwah ini masih
> menyisakan peer besar, yaitu konsep dakwah itu sendiri yang masih perlu
> dirumuskan.
>
> Intinya, bagaimana dakwah bisa sampai kepada para pemirsa, namun tanpa
> kehilangan daya kreatifitasnya. Jadi acara bukan dari pagi sampai malam
> hanyaitu-itu saja, pasti orang akan bosan.
>
> Tapi kalau acara dibuat jadi terlalu cair dan terlalu mengadaptasi semua
> kepentingan, termasuk maunya yang punya duit, orang pun juga akan mencemooh
> dan meninggalkannya.
>
> Dan kasus seperti ini sering terjadi. Misalnya dalam pembuatan film Islam.
> Awalnya, mungkin skenario atau novelnya bagus dan sangat Islami, tapi ketika
> sudah jadi film, ternyata terlalu banyak kompromi dengan hal-hal yang dirasa
> kurang Islami. Akhirnya film itu malah jadi hambar dan tidak terasa sebagai
> film dakwah.
>
> *Keterlibatan Semua Pihak Yang Konsern Pada Dakwah*
>
> Maka di sini dibutuhkan kreasi dari para sineas muslim, juga team kreatif
> muslim, yang mana mereka pun sudah punya pola pikir dan sudut pandang dakwah
> yang lurus, benar dan maju.
>
> Intinya, semua pihak dari kalangan umat Islam harus berkumpul untuk
> melakukan *brainstorming*, dengan satu tujuan, yaitu mendirikan TV dakwah
> yang baik dan minimal bisa memenuhi standart. Kalangan itu tentu bukan
> terbatas hanya para ustadz, penceramahatau ahli syariah saja, tetapi juga
> para ahli pendidikan, ahli komunikasi, ahli psikologi, ahli teknologi,
> bahkan para pengusaha muslim yang loyal kepada agamanya.
>
> *Tetap Butuh Modal Awal*
>
> Tapi lepas dari semua idealisme yang kental itu, kita tetap harus berpijak
> di atas bumi. Memang harus ada modal awal agar kumpulan ini bisa bekerja
> dengan baik. Di mana niat awalnya bukan investasi tapi judulnya memang infaq
> *fi sabilillah*.
>
> Misalnya ada seorang pengusaha muslim yang lagi mau bersyukur atas
> limpahan rizki yang Allah bermurah hati kepadanya, lalu uang 10 milyar
> diikhlaskan untuk modal awal, tanpa ribut-ribut dengan bagian keuangannya.
>
> Tentunya ini hanya modal awal saja. Berikutnya kita harus realistis dan
> bekerja dengan amanah. Bukannya uang itu malah ditilep tanpa jelas ujung
> pangkalnya. Sayangnya, kasus seperti ini malah justru sering terjadi. Sayang
> sekali memang, banyak umat Islam saudara kita sendiri yang kurang amanah.
>
> Dan semoga apa yang kita bicarakan ini juga bisa menjadi salah satu pemicu
> untuk bisa mendirikan TV dakwah yang kita cita-citakan. Amien.
>
> *Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
> *
>
> *Ahmad Sarwat, Lc*
>
> --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : [EMAIL PROTECTED]
>   Keluar : [EMAIL PROTECTED]
>     Situs :  http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>      Mod : [EMAIL PROTECTED]
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
>
>
>

Kirim email ke