Ass
Sebaiknya ditinjau kemungkinan ijin karena dengar-dengar tidak ada ijin
lagi untuk pendirian stasiun TV.
Tapi saya tidak tahu apa ini urusan teknis atau politis
Wass.
alamat email: [EMAIL PROTECTED]
"Djatmiko Djati"
<djatmikodjati.ms
@gmail.com> To
[EMAIL PROTECTED]
02/28/2008 01:22 cc
PM "MILIS DKM AL IKHLAS"
<[EMAIL PROTECTED]>, "MILIS
AR-ROYYAN" <[email protected]>
Please respond to Subject
[EMAIL PROTECTED] [Ar-Royyan-7414] Re: [Milis_Iqra]
om Stasiun TV Dakwah
Assalamu'alaikum wr. wb.,
Sebagai dukungan saya atas ide mulia ini saya akan sisihkan gajiku satu
juta rupiah deh...
2008/2/28 Agus Rasidi <[EMAIL PROTECTED]>:
Stasiun TV Dakwah
Rabu, 27 Peb 08 16:51 WIB
Assalamu'alaikum wr. wb.
Bapak Ustad Yang Selalu Dirahmati Allah SWT,
Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan mengudaranya stasiun TV Dakwah
yang telah Ustad sampaikan tadi, saya ingin sekali urun rembug (ikut
memberi masukan). Begini Ustad:
1. Mungkin tidak kalau seandainya dana itu digalang dari masyarakat muslim
di Indonesia? Bisa Ustad bayangkan kalau 1 keluarga muslim itu
menyumbangkan Rp 100.000, - saja dikalikan 1 Juta keluarga = Rp
100.000.000.000, - (Rp 100 Milyard ). Saya kira jumlah itu sudah cukup
sebagai modal awal untuk memulai membuat unit usaha penopang Sta.TV
sekaligus operasional awal sta.TV tersebut.
2. Buatlah Tim Promosi untuk mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan
dengan rencana tersebut dengan melibatkan orang-orang yang ikhlas tanpa
mementingkan honor/gaji (gajinya ntar Allah SWT yang ngasih). Tugas utama
Tim adalah mengkoordinasikan masing-masing wilayah/propinsi
(mensosialisasi) agar supaya benar-benar seluruh masyarakat Indonesia bisa
dilibatkan. Bukankah hal ini juga akan memperkuat Ukhuwah Islamiah kita
Ustad?
3. Pertanyaan: Apakah Era Muslim memiliki basis organisasi secara
kewilayahan, misalnya di Semarang, Jogja (Ada kantor dan kegiatan dan
sebagainya)?
Billahi Taufiq Wal Hidayah, Wassalamu'alaikum wr. wb.
YA
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Apa yang anda pikirkan sekarang ini tentu sebuah tekad yang mulia dari anak
bangsa muslim yang peduli dengan masalah dakwah. Benar, selama ini para
pemilik stasiun televisi jarang yang peduli dengan dakwah. Mereka lebih
memandang bahwa televisi itu sekedar tambang uang saja.
Sehingga apa pun acara yang sekiranya tidak mengalirkan uang, akan
diletakkan di waktu sisa, yang sekiranya orang tidak akan menontonnya.
Sebaliknya, para da'i pun jarang juga yang berpikir maju ke depan untuk
bisa melahirkan sebuah stasiun televisi sendiri. Mungkin karenamereka juga
sudah kehabisan waktu, siang dan malam ceramah ke sana kemari. Sudah tidak
ada waktu lagi untuk berpikir mendirikan stasiun TV.
Tapi kami yakin kalau TV dakwah sudah berdiri dan ada undangan untuk
ceramah di TV, mungkin mereka akan siap setiap saat berdakwah.
Sikap aneh para pemilik stasiun televisi juga diikuti oleh para penguasa.
Meski agama mereka Islam, tapi urusan beriklan, masih jarang yang mau
berpikir dengan konteks dakwah. Padahal yang kita tahu, tidak mungkin
televisi dihidupkan tanpa adanya tayangan iklan.
Kecuali ada semacam revolusi berpikir dari kalangan ulama di negeri kita,
sehingga mereka secara kompak bersama-sama menggalang dana abadi untuk
menghidupkan sebuah Televisi Dakwah.
Yang jadi masalah, mereka tidak pernah punya tekad seperti tekad yang anda
punya. Padahal sebenarnya urusan dari mana dananya, mungkin masih banyak
sumber-sumbernya.
Misalnya keuntungan dari usaha haji Pemerintah di Departemen Agama.
Dana-dana itu konon memang tidak masuk ke kas negara alias non Budgeter.
Dan sudah menelan korban berupa seorang mantan Menteri Agama yang sampai
hari ini masih mendekam di dalam hotel prodeo.
Kalau seandainya dana-dana seperti itu jelas pertanggung-jawabannya, sangat
mungkin umat Islam di negeri ini punya Televisi sendiri.
Kekuatan Konsep
Tapi masalah besaruntuk mendirikan stasiun televisi dakwah ini masih
menyisakan peer besar, yaitu konsep dakwah itu sendiri yang masih perlu
dirumuskan.
Intinya, bagaimana dakwah bisa sampai kepada para pemirsa, namun tanpa
kehilangan daya kreatifitasnya. Jadi acara bukan dari pagi sampai malam
hanyaitu-itu saja, pasti orang akan bosan.
Tapi kalau acara dibuat jadi terlalu cair dan terlalu mengadaptasi semua
kepentingan, termasuk maunya yang punya duit, orang pun juga akan mencemooh
dan meninggalkannya.
Dan kasus seperti ini sering terjadi. Misalnya dalam pembuatan film Islam.
Awalnya, mungkin skenario atau novelnya bagus dan sangat Islami, tapi
ketika sudah jadi film, ternyata terlalu banyak kompromi dengan hal-hal
yang dirasa kurang Islami. Akhirnya film itu malah jadi hambar dan tidak
terasa sebagai film dakwah.
Keterlibatan Semua Pihak Yang Konsern Pada Dakwah
Maka di sini dibutuhkan kreasi dari para sineas muslim, juga team kreatif
muslim, yang mana mereka pun sudah punya pola pikir dan sudut pandang
dakwah yang lurus, benar dan maju.
Intinya, semua pihak dari kalangan umat Islam harus berkumpul untuk
melakukan brainstorming, dengan satu tujuan, yaitu mendirikan TV dakwah
yang baik dan minimal bisa memenuhi standart. Kalangan itu tentu bukan
terbatas hanya para ustadz, penceramahatau ahli syariah saja, tetapi juga
para ahli pendidikan, ahli komunikasi, ahli psikologi, ahli teknologi,
bahkan para pengusaha muslim yang loyal kepada agamanya.
Tetap Butuh Modal Awal
Tapi lepas dari semua idealisme yang kental itu, kita tetap harus berpijak
di atas bumi. Memang harus ada modal awal agar kumpulan ini bisa bekerja
dengan baik. Di mana niat awalnya bukan investasi tapi judulnya memang
infaq fi sabilillah.
Misalnya ada seorang pengusaha muslim yang lagi mau bersyukur atas limpahan
rizki yang Allah bermurah hati kepadanya, lalu uang 10 milyar diikhlaskan
untuk modal awal, tanpa ribut-ribut dengan bagian keuangannya.
Tentunya ini hanya modal awal saja. Berikutnya kita harus realistis dan
bekerja dengan amanah. Bukannya uang itu malah ditilep tanpa jelas ujung
pangkalnya. Sayangnya, kasus seperti ini malah justru sering terjadi.
Sayang sekali memang, banyak umat Islam saudara kita sendiri yang kurang
amanah.
Dan semoga apa yang kita bicarakan ini juga bisa menjadi salah satu pemicu
untuk bisa mendirikan TV dakwah yang kita cita-citakan. Amien.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Situs : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah beriman seseorang di antara kalian,
sehingga aku lebih dicintai dari keluarganya, hartanya, dan dari semua
manusia. (HR. Muslim).