Fresh & up to date. Menyejukkan sekali yg disampaikan P'Hidayat.

Lbh implemented dan dpt segera dirasakan umat.

Adapun legal & formal syariaj yg diinginkan sebagian umat Islam
dipersilahkan saja & jalan terus.

Apa yg disampaikan P'Hidayat layak dan pantas kita pikirkan dan
implementasikan.

 

________________________________

From: Agus Rasidi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, March 11, 2008 2:45 PM
To: MILIS DKM AL IKHLAS; MILIS AR-ROYYAN
Subject: Seputar Islamic Book Fair 2008 ( Jakarta & Solo )

 

Hidayat Nurwahid: 

Hormati Perbedaan Pemahaman Syariah!

 

Jakarta, CyberNews. Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengatakan, umat Islam
harus dapat menghargai umat Islam lainnya yang memiliki pemahaman
berbeda tentang Syariah. Hal ini misalnya saat terjadi tarik menarik
dalam hal amandemen UUD 1945 pasal 29, beberapa umat menghendaki agar
kata syariah masuk dalam amandemen. 

"Namun kita juga harus memperhitungkan efek berlanjut terkait dengan
umat beragama lainnya," kata Hidayat Nurwahid saat memberikan ceramah
bertema Indahnya Syariah dalam Kehidupan di arena Islamic Book Fair
(IBF), di ruang Anggrek, Senayan, Jakarta. 

Hidayat Nurwahid mengatakan, beberapa umat memahami bahwa Syariah hanya
seputar masalah hukum, ada pula yang memahami bahwa masalah Syariah
menyangkut budi pekerti dan ahlak umat. Menurut Hidayah, jika umat
konsisten memahami makna syariah secara utuh, penyelenggaraan Islamic
Book Fair juga memiliki banyak pelanggaran dari hukum Syariah.

"Di pameran buku Islam, dimana pengunjungnya datang berjubel terjadi
ihtilat (campur baur laki-laki dan perempuan.red), dan hal ini juga
bertentangan dengan hukum Islam,'' ungkap Hidayat dalam siaran pers
Humas Islamic Book Fair, Selasa (6/3).

Dia menambahkan bahwa hal pertama yang diajarkan dalam Syariah adalah
pemberian pemahaman tentang aqidah, kemudian ahlak, ibadah dan muamalah.
Hidayat berpendapat, dalam konteks syariah penyelenggaraan pameran buku
Islam seharusnya juga memperhatikan tema-tema buku yang dijual. "Dapat
diamati sekarang, berapa persen buku yang dijual yang bertema tentang
hukum syariah, saya piker buku-buku tersebut prosentasenya kecil,"
ungkap Hidayah.

Sehingga, kata Hidayat, makna Indahnya Syariah dalam Kehidupan, jangan
hanya menyorot masalah Hukum Islam yang mengandung perintah cambuk,
rajam, atau oun potong tangan. Tapi perlu juga mensosialisasikan bahwa
ekonomi Islam, secara perbankan menguntungkan semua pihak, baik nasabah
atau pemilik modal. 

Hal toleransi bahwa umat Islam dapat hidup berdampingan dengan umat yang
lain pun perlu disosialisasikan. "Jadi perlu disosialisasikan hal yang
indah tentang Islam bukan hal-hal mengerikan," tutur Hidayat.

Jika Syariah dilaksanakan secara menyeluruh, umat niscaya akan menjaga
kebersihan sehingga terhindar dari penyakit. Ini sangat berbeda dengan
konsisi rakyat Indonesia saat ini yang diserang beberapa wabah penyakit.
Demikian pula jika pejabat dan pengusaha konsisten menjalankan syariah
maka korupsi terhindarkan, karena Islam mengharamkan suap dan
ketidakjujuran. Islam juga mewajibkan profesionalisme dalam bekerja,
sehingga niscaya kecelakaan-kelakaan transportasi dapat terhindarkan. 

"Jika kita konsisten dalam Syariah, kita pun akan berupaya melaksanakan
kewajiban iqro (membaca.red), sehingga tidak akan ada angka 15 persen
buta huruf seperti kondisi Indonesia saat ini," ungkap Hidayat.

Pada ceremah  itu, Hidayat mengupas tema mengenai bagaimana indahnya
syariah jika diterapkan dalam kehidupan. Menurut Hidayat, syariah juga
berupaya mewujudkan masyarakat madani, yakni Masyarakat  yang damai dan
sejahtera, adil dan beradab menjadi cita-cita setiap orang dan setiap
bangsa.

Bagaimana tatanan kehidupan yang dibangun dengan mengedapankan pada
keadilan, kesejahteraan hidup manusia dan keberlangsungan alam semesta
ini. Dalam kehidupan yang demikian betapa indahnya hidup. Karunia dan
ridha Allah menjadi harapan yang paripurna. Itulah yang menjadi tujuan
dari syariah Islam.   

Saat ini, salah satu penerapan syariah Islam yang telah mendapat
sambutan luas, yaitu di bidang perbankan. Bahkan sekarang telah diikuti
di bidang keuangan lainnya, seperti asuransi, obligasi, dan lain-lain.
Begitupun pelakunya bukan hanya kalangan muslim tapi juga non muslim,
baik sebagai pengelola maupun nasabahnya. 

Di antara alasan diterimanya bank syariah (sistem syariah) karena
memberikan keuntungan secara finansial dan rasa keadilan.  Perbankan dan
keuangan syariah hadir dengan konsep yang sangat menghargai arti sebuah
keadilan, kejujuran dan transparansi. Karenanya kehadiran bank syariah
mendapat sambutan sekaligus harapan untuk dapat mewujudkan kesejahteraan
hidup. Kini hampir semua bank memiliki divisi (sistem) syariah. 

Dengan kata lain syariah hadir tidak semata dalam wacana, tapi memberi
bukti dalam kehidupan nyata. Contohnya di bidang perbankan, melalui
berbagai produknya sebagai refresentasi dari syariah Islam dapat
memberikan pemahaman yang lebih konkret akan makna syariah. 

Pada Islamic Book Fair ke-6, panitia mengangkat tema "Indahnya Syariah
Dalam Kehidupan". Sebelumnya, tepatnya sejak Islami Book Fair ke-4
secara berturut-turut panitia mengangkat tema syariah, yaitu Semangat
Syariah Dalam Teks dan Konteks, dan Semai Syariah Menuju Peradaban
Madani. 

Hal ini dilakukan sebagai kontribusi sesuai dengan aktifitas insan
pembukuan yang turut sertanya mengamalkan Islam yang rahmatan
lil'alamin, khususnya melalui dunia penerbitan.  Melalui even ini
diharapkan dapat menjadi ruang dialog dan apresiasi dalam memahami Islam
yang kaffah, utuh, baik melalui pameran yang digelar maupun acara yang
ditampilkan.( mh habieb shaleh/Cn08 ) 


Important:  

This e-mail and any attached files may contain confidential information which 
may also be the subject of legal professional privilege. If you are not the 
intended recipient, any use, disclosure or copying of this e-mail or any 
attachments is unauthorised and strictly prohibited. If you have received this 
e-mail in error, please delete it and any copy of it and notify the sender by 
return e-mail.    

Please consider the environment before printing this e-mail.  

Kirim email ke