Perhitungan intensif dan disintensif tarif listrik
Pemberlakuan tarif progresif listrik batal dimulai pada 1 Maret kemarin.
Program yang menuai polemik itu masih tertunda, karena pemerintah meminta PLN
lebih dulu melakukan sosialisasi. Namun pemerintah juga menyatakan tidak
memiliki pilihan lain untuk menghemat subsidi listrik.
Kebijakan tarif progresif bertujuan agar pelanggan menekan pemakaian listrik
hingga sebatas kebutuhan wajar aktivitas sehari-hari. Untuk itu, pelanggan dgn
pemakaian kWh <80% rata-rata nasional akan mendapat insentif. Sebaliknya
pelanggan dengan kWh >80% rata-rata nasional akan dikenakan disinsentif.
Pelanggan yang terkena kebijakan ini adalah Pelanggan Rumah Tangga (R1, R2,
R3), Pelanggan Bisnis skala kecil (B1), Bisnis skala menengah (B2), dan
Pelanggan Pemerintah (P1, P2, P3).
Berikut adalah illustrasi perhitungan insentif-disinsetif:
Formula Insentif:
Ins = 20% x kWhins x He Keterangan:
kWhins = (kWhRN - kWhPP)
kWhdis = (kWHPP - 80% kWHRN)
kWhRN : kWhpemakaian rata-rata nasional
kWhPP : kWh pemakaian pelanggan
He : harga tertinggi tarif pada golongan pelanggan
Formula Dis-insentif:
Dis = 1,6 x kWhdis x He
-
Gol.
Tarif Daya kWhRN 80% kWhRN
R-1 s.d 450 VA 75 60
R-1 900 VA 115 92
R-1 1300 VA 197 158
R-1 2200 VA 354 283
R-2 >2200 s.d
6600 VA 159 jam nyala (650 kWh) 127 jam nyala (520 kWh)
R-3 >6600 VA 122 jam nyala (1767 kWh) 98 jam nyala (1414 kWh)
B-1/TR s.d 450 VA 70 56
B-1/TR 900 VA 131 105
B-1/TR 1300 VA 187 150
B-1/TR 2200 VA 290 232
B-2/TR >2200 s.d
200 kVA 118 jam nyala 94 jam nyala
P-1/TR s.d 450 VA 89 71
P-1/TR 900 VA 121 97
P-1/TR 1300 VA 199 159
P-1/TR 2200 VA 320 256
P-1/TR >2200 s.d
200 kVA 125 jam nyala 100 jam nyala
P-3/TR - 335 jam nyala 268 jam nyala
Simulasi Perhitungan Insentif:
Pelanggan Tarif R1 Daya 900 VA, pemakaian energi 80 kWh diberi insentif sebesar:
Insentif = 20% x (115 - 80) x Rp. 495 = Rp 3.465
Perhitungan tagihan rekening listriknya sebagai berikut:
Biaya Beban = (900 : 1000) x Rp 20.000 = Rp 18.000
Biaya Pemakaian =
Blok I = 20 kWh x Rp 275 = Rp 5.500
Blok II = 40 kWh x Rp 445 = Rp 17.800
Blok III = 20 kWh x Rp 495 = Rp 9.900 (+)
Total = Rp 33.200
Insentif = Rp 3.465 (-)
Rp 29.735 (+)
Total Tagihan = Rp 47.735
Simulasi Perhitungan Disinsentif:
Pelanggan Tarif R1 Daya 900 VA, pemakaian energi 113 kWh dikenai disinsentif
sebesar:
Disinsentif = 1,6 x (113 - 92) x Rp. 495 = Rp 16.632
Perhitungan tagihan rekening listriknya sebagai berikut:
Biaya Beban = (900/1000) x Rp 20.000 = Rp 18.000
Biaya Pemakaian =
Blok I = 20 kWh x Rp 275 = Rp 5.500
Blok II = 40 kWh x Rp 445 = Rp 17.800
Blok III = 53 kWh x Rp 495 = Rp 26.235 (+)
Total = Rp 49.535
Disinsentif = Rp 16.632 (+)
Rp 66.167 (+)
Total Tagihan = Rp 84.167
sejak tahun 2004 s.d sekarang harga TDL belum berubah.
Legal disclaimer
-------------------------
This email may contain confidential and/or legally privileged information.
If you are not the intended recipient (or have received this email by error),
please notify the sender immediately and delete this email.
Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material in this
email is strictly forbidden.
<<illustrasi-insentif-disinsentif-tarif-listrik-pln.jpg>>

