-------- Original Message --------
Ozen, Korban Meninggal Pertama Akibat Anti Islam di Denmark
Selasa, 25 Mar 08 05:26 WIB
Kirim teman
<http://eramuslim.com/berita/send/8324182628-ozen-korban-meninggal-pertama-akibat-anti-islam-denmark.htm>
Senyumannya yang khas selalu mengembang di mulutnya. Ia tadinya adalah
seorang penjaja koran harian di salah satu jalanan Denmark. Ia sama
sekali tidak membedakan tema apa yang diturunkan dalam harian yang
dijualnya. Baginya, yang terpenting adalah ia bisa memperoleh uang dari
keuntungan berjual koran. Tapi masalahnya, ia hanya berpenampilan Timur
yang kemerah-merahan. Hanya karena penampilan wajah itulah, ia menjadi
korban kebengisan kelompok pemuda rasis hingga meninggal dunia.
Tragis sekali ayng dialami Ozger Dennis Ozen, pemuda usia 16 tahun itu.
Ia memang seorang Muslim Denmark, asal Turki. Ozenlah pemuda pertama
yang menghembuskan nafasnya yang terakhir akibat kekerasan rasial
pascapenayangan kembali kartun yang melecehkan Rasulullah saw di
berbagai harian Denmark.
Dalam pernyataan pertama, setelah Ozen meninggal karena alasan rasial,
Jihad Abdu Alim Alfara, Ketua Dewan Islam Denmark, mengeluarkan
penegasan, "Apakah harus jatuh korban meninggal agar semua orang tahu
bahwa memang ada kejahatan rasial yang menyerang umat Islam di Denmark
setelah krisis penayangan kembali kartun yang melecehkan Rasulullah
saw?" Ia menambahkan bahwa seluruh bukti-bukti yang ditemukan di
lapangan mengarah pada alasan rasial khususnya karena pemuda Ozen adalah
seorang Muslim. Ozen diyakini tak memiliki kesalahan apa-apa, hanya saja
ia berada di jalanan saat berpapasan dengan kelompok rasial Denmark yang
kemudian memukulinya bertubi-tubi hingga darah membasahi koran harian
yang dijualnya.
Ozen meninggal di rumah sakit Copenhagen hari Jum'at (21/3). Di hari
Rabu sebelumnya, dan setiap hari Rabu, Ozen menjual koran harian untuk
mengambil untung guna membayar uang sekolahnya dan juga membantu
pengeluaran orang tuanya di rumah. "Sebuah mobil yang membawa tiga
pemuda radikal Denmark melewati jalan. Mereka lalu mengeluarkan
kata-kata cacian dan kotor. Ozen berusaha tidak meladeni pemuda itu dan
tetap berjalan kaki untuk menjual koran. Ternayata para pemuda rasis itu
buta mata. Mereka berhenti dan turun dari mobil utuk memukul Ozen dengan
berbagai alat pemukul. Ozen tak mungkin lari dari sikap barbar itu,
sampai akhirnya sebuah pukulan keras mengenai kepalanya, hingga ia
tersungkur."
Setelah itu, polisi menangkap tiga pemuda yang usianya baru 15 hingga 18
tahun. Namun selang beberapa hari, tak ada respon apapun dari pemerintah
dan tokoh politik Denmark. Para tokoh Islam Denmark pun bertanya, "Di
mana tokoh politik sekarang. Mereka orang-orang yang sangat keras
mengkampanyekan anti Islam bila ada sejumlah kasus yang disebabkan oleh
pemuda Islam?" (na-str/iol)
--
Achmad Y. Sjarifuddin.
E-mail: abu [at] lathiifa.com
Website: http://www.lathiifa.com
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha,bahwaRasulullah bersabda: Untuk anak
laki-laki dua ekor kambing yang sebanding, sedang untuk anak perempuan
seekor kambing (HR. Ahmad dan Turmudzi).