Asslmkm.Wr.Wb. Satu pertanyaan buat kita : Kalau ternyata yang non-muslim ternyata lebih sopan, lebih hormat, lebih respek, lebih sejuk, lebih dermawan, lebih rajin dalam kerja kemasyarakatan, lebih bisa dipercaya dsb.dsb., apa yang bisa kita katakan?
Wass / Jaerony.- ************************************************************* Rumah Tetangga Non Muslim Selasa, 18 Des 07 08:46 WIB Bismillah, Assalamualaikum wr wb Saudara Ir. Andan Nadriasta, Alhamdulillah, diizinkan Allah, kesempatan melayari sesawang eramuslim.com setelah diperkenalkan oleh seorang kenalan dari Skudai, Johor Bahru, Malaysia. Persoalan yang ingin ditanyakan adalah berkaitan panduan dalam Islam dalam memilih rumah kediaman sebagai tempat bermastautin dan menetap. Apakah faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam kelangsungan bermasyarakat di tempat kediaman baru dan persekitaran masyarakat yang mengamalkan tuntutan agama dalam kehidupan. Adakah wajar seorang muslim memilih untuk tinggal dikawasan perkampungan orang bukan Islam yang terdiri daripada yang beragama budha dan hindu atau dengan kata lain berbangsa china dan india sedangkan hanya dia seorang sahaja yang beragama Islam di kawasan itu. Kalau dapat diperjelaskan pandangan saudara dari aspek atau skop kaca mata 1. Seorang muslim 2. Seorang dai 3. Seorang jiran muslim 4. Ahli masyarakat 5. Rahmat Allah memberkahi kawasan ini. Kekhuatiran timbul asbab jiran-jiran dan masyarakat yang masih belum mendapat hidayah Islam lantaran kemaksiatan berterusan yang dilakukan memungkinkan musibah yang bakal melanda mengenai keluarga muslim yang berada di kawasan itu. Diharapkan saudara dapat kongsikan pandangan saudara dalam merungkai kekhuatiran ini. Pandangan saudara boleh di e-mailkan terus ke [EMAIL PROTECTED] Wallahu A'lam. Terima Kasih, Wassalaamua'alaikum wr wb ABD HADI BIN MD SAIM, ALUMNI UNIVERSITI TEKNOLOGI MALAYSIA SKUDAI, JOHOR BAHRU, MALAYSIA. Abdul Hadi Bin Md Saim Jawaban Assalaamu'alaikum wr wb Sudah seminggu saya belum meng-up date pertanyaan. Mohon maaf kepada netters sekalian. Keletihan luar biasa mendera. Di tengah padatnya jadwal proyek dan eramuslim.com serta kesibukan muamalah sebagai warga negara yang setia menjaga kemashlahatan lingkungan. Pilkada dan aktivitas masjid yang juga harus tetap dijalani. Karena amanah harus tetap dijaga. E-mail kita kali ini dari negri jiran. Johor yang cantik dengan pantai Danga Bay, Perumahan Taman - U yang tertata rapi dan Kampus UTM yang megah. Alhamdulillah saya punya pengalaman tinggal di Malaysia. Hingga saya paham akan pertanyaan ini. Selain perbedaan sedikit bahasa, kultur Malaysia dan Indonesia juga berbeda. Wajar. Lain ladang, lain ilalang. Lain pula adatnya. Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah ) di Malaysia disebut Pilihan Raya. Kata Asbab dan kongsi yang ada di pertanyaan artinya sebab dan berbagi. Namun ada juga yang saya tak paham. Sesawang dan Bermastautin. Saya Tidak paham arti kata itu. Encik Abdul Hadi bin Muhammad Saim yang saya hormati, Semoga e-mail dari anda menambah ukhuwah yang akhir-akhir ini sering terganggu karena pemberitaan yang tidak berimbang antara hubungan Indonesia dan Malaysia. Apalagi anda dari negri Johor. Tempatnya orang Jawa kumpul. Hampir semua kawan melayu saya di sana mempunyai garis keturunan dari Jawa. Bahkan di Johor - arah ke Tongkang Pechah - ada kampung yang bernama Sejagong. Dalam bahasa Jawa artinya duduk bersama. Wajar. Ternyata bahasa sehari-hari mereka bukan melayu, namun bahasa Jawa yang persis sama dengan di tanah Jawa sini. Perlu netters ketahui, struktur sosial Malaysia cukup unik. Semua orang Islam di Malaysia di sebut rumpun Melayu. Mereka berasal dari Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Sumatra dan yang paling besar adalah dari Jawa. Kemudian ada juga dari etnis lain seperti Cina, India dan lain-lain. Mereka semua disebut Melayu dan berbahasa Melayu yang mirip dengan orang Riau atau Pekanbaru. Dan jumlahnya hanya 55% kurang lebih. Lalu setelah itu etnis Cina dan India berada pada posisi 2 dan 3. Inilah struktur masyarakat yang terbangun di Malaysia. Ini pulalah yang melatar belakangi pertanyaan ini timbul. Karena saya lihat di kota (bandar) di Malaysia, orang muslim jarang tinggal dalam jumlah besar dalam satu lingkungan perumahan. Mereka rata-rata tinggal di kampung. Yang terjadi muslim menjadi minoritas dalam sebuah kawasan perumahan yang tertata rapi. Bahkan dalam satu jalan di perumahan hanya ada 1 atau 2 muslim. Sementara di jalan tersebut ada sekitar 15 - 20 rumah. Selebihnya diisi oleh etnis Cina dan India yang non muslim. Netters eramuslim.com yang saya hormati, saya uraikan satu persatu pertanyaan yang ada, 1. Seorang muslim dan seorang da'i Ballighu walau aayah. Sampaikan walaupun satu ayat. Dengan semangat ini sebenarnya setiap muslim adalah da'i. Yang senantiasa menyeru kepada kebaikan. Sekecil apapun kebaikan itu. Bukankah ini sebuah simbol yang universal? Islam jauh dari kesan agama teroris. Tunjukkan itu. Bilal bin Rabbah yang hanya hafal beberapa ayat qur'an saja mampu berdakwah walaupun ditindih batu dadanya. Dan yang keluar hanya kata-kata ahad. Allah yang satu. Karena memang belum banyak ayat qur'an yang turun kala itu. Kini qur'an telah lengkap dengan terjemahannya. Namun semangat kita yang berbeda dengan para sahabat rasul yang membuat popularitas Islam semakinberkurang. Maka sebaiknya kita yang hidup di akhir zaman ini, di mana Islam menjadi ghuraba, asing di tengah kehidupan masyarakat justru harus memiliki semangat: Isy hadu bi anna muslimun. Saksikannlah, bahwa saya adalah muslim. Apalagi jika di tambah dengan: I'm proud to be a moslem. Saya bangga menjai orang Islam. 2. Seorang jiran (tetangga ) muslim Memang agak berbeda dengan kultur Indonesia. Kami di lingkungan perumahan di sini sering saling berkirim makanan, kumpul dengan warga untuk membersihkan lingkungan dan rapat koordinasi keamanan. Kami dapat dengan mudah mengamalkan hadits: Man kaana yu'minu billaahi wal yaumil akhir, fal yukrim jarrahu. Barang siapa yang beriman kepada hari Allah dan hari akhirat hendaknya ia memuliakan tetangga. Berbeda sekali dengan kultur di sana yang memang terbentuk karena keadaan. Tak ada gotong royong warga. Karena memang tak perlu. Semua bentuk kebersihan dan keamanan di urus dengan baik dan benar oleh pemerintah. Tak perlu ada rapat RT & RW. Bahasa Malaysia Pengetua Lingkungan. Karena urusan lingkungan pun dikelola pemerintah secara detail. Walhasil terbentuklah masyarakat egois. Hidup sendiri-sendiri. Nah, justru di sinilah peluang kita menunjukkan bahwa Islam tidak mengajarkan itu. Islam dengan ajaran mulianya akan membuat kaget tetangga-tetangga atau jiran anda. Lihat saja warisan budaya kita: Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. (HR Al-Bazzaar) Hak tetangga ialah bila dia sakit kamu kunjungi dan bila wafat kamu menghantar jenazahnya. Bila dia membutuhkan uang kamu pinjami dan bila dia mengalami kemiskinan (kesukaran) kamu tutup-tutupi (rahasiakan). Bila dia memperoleh kebaikan kamu mengucapkan selamat kepadanya dan bila dia mengalami musibah kamu datangi untuk menyampaikan rasa duka. Janganlah meninggikan bangunan rumahmu melebihi bangunan rumahnya yang dapat menutup kelancaran angin baginya dan jangan kamu mengganggunya dengan bau periuk masakan kecuali kamu menciduk sebagian untuk diberikan kepadanya. (HR Ath-Thabrani) Luar biasa bukan? Dan ini tidak diajarkan di agama lain. Dan data-data ini langsung keluar dari nabi kita dan menjadi panduan hidup umat Islam. 3. Ahli masyarakat ???????? ?????? ??????? ?????????? ????????? ??????????? ?????????????? ???????????? ???? ??????????? ????????????? ????????? ?????? ????? ?????? ?????????? ??????? ??????? ?????? ???????? ?????????????? ?????????????? ????????????? Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.(QS. Ali Imron: 110 ) Ini dasar gerak kita. Sebagai ahli atau anggota masyarakat kita harus berbuat sesuai dengan ajaran ini. Kita menjadi orang baik di tengah-tengah masyarakat. Kita menjadi orang jujur dan amanah. Menjadi panutan dan contoh di masyarakat. Dan inilah krisis yang terjadi. Di Malaysia terkenal Mat Rempit. Geng motor brutal yang sering kebut-kebutan. Berbuat kriminal. Bahasa malaysia: jinayah. Di sini juga ada. Apalagi di Bandung yang akhir-akhir ini meresahkan. Siapa mereka? Mereka adalah umat Islam. Dan segenap masalah sosial yang timbul dari umat Islam. Dan ini tugas kita sebagai anggota masyarakat memperbaikinya. Tujuannya jelas bukan mencari popularitas. Nanti bisa riya'. Dan bisa gugur amalan kita. Tujuan kita semata mencari ridho Allah. Mencari tabungan bagi hari akhir kelak kita. Karena saat ditanya Allah di Yaumil Hisab kita mampu beralasan: Ya Allah, kami sudah kerjakan apa yang engkau perintah. 4. Rahmat Allah memberkahi kawasan ini. Memang ada hadits yang berbunyi: Pilihlah tetangga (lihat calon tetangganya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Pilihlah kawan perjalanan sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat (bepergian). (HR Al-Khatib) Namun saya melihat hal ini dari sisi lain. Coba perhatikan ayat berikut ini: ??????? ???? ???? ?????????? ???????? ??????????? ????? ?????? ?????? ??????????? ??? ?????????????? ??????? ??????? ??????? ?????? Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS. Al-- Anfal: 53 ) Memang ayat ini berkaitan dengan kisah fir'aun. Dalam kaitan ini saya lebih mengarahkan kepada nikmat yang dimiliki warga Malaysia. Walaupun jumlah muslimnya tidak sebanyak Indonesia, namun muslim memimpin di tanahnya sendiri. Berbeda dengan kami di sini. Islam tidak menjadi panutan pemerintah. Majalah Play Boy bebas berkeliaran. Biaya sekolah mahal luar biasa. Masjid perlu berjuang keras untuk dibangun dan dirawat. Karena kekurangan dana. Hal ini tidak terjadi di Malaysia. Untuk itu jagalah keadaan ini. Dan rahmat Allah akan datang karena kerja dakwah kita. Dulu rasul hidup di tengah mayoritas kafir Quraisy. Lalu berangsur-angsur berubah menjadi mayoritas muslim. Dulu rasul berdakwah kepada orang kafir. Kini dakwah kita hanya terbatas ke sesama muslim. Namun untuk itu kita juga harus waspada dan berjaga-jaga agar rahmat Allah benar-benar turun. Salah satu caranya adalah dengan membaca doa yang diajarkan rasul: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat pemukiman" (HR Ibnu 'Asakir) Demikian tanggapan saya. Semoga encik dapat paham. Walaupun mungkin ada silap bahasa yang tak dapat dipahami. Namun intinya isya Allah sampai dan dimengerti. Selamat berdakwah dan mensyiarkan Islam seluas-luasnya. Semoga kiita dapat dipertemukan oleh Allah dalam cinta kasih ukhuwah. Doakan agar eramuslim.com dapat terus menyapa warga Malaysia. Dan seluruh dunia. Salam buat kawan-kawan di sana. Katakan kami tak senang dipanggil indon. Panggil lengkap bangsa kami dengan: Indonesia. Walaupun kami paham. Itu adalah bahasa pergaulan di Malaysia. Bangladesh di panggil bangla. Malaysia sendiri dipanggil malay. Kebiasaan menyingkat bahasa yang hanya dengan 2 atau 3 suku kata. Semoga perbedaan yang ada di antara kita bukan justru menjadi celah bagi perpecahan. Hingga dapat kita jadikan rumpun yang benar-benar berukhuwah Islamiyah yang erat. Karena agama kita sama. Akidah kita sama. Inilah rumpun yang paling kuat yang ada di muka bumi. Akhirul kalam, Wassalaamu'alaikum wr wb Ir. Andan Nadriasta - [EMAIL PROTECTED]

