Senin, 07 April 2008

Etika Dagang 

''Dan, kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang banyak.'' (QS Alfajr 
[89]: 20).
Manusia diciptakan dengan kecintaan terhadap harta benda. Allah tidak mencela 
kecenderungan itu, selama harta yang dicintai dan dicarinya tidak membuat ia 
bermaksiat kepada Allah dan berperilaku buruk kepada sesama. Allah justru 
mengapresiasi orang-orang yang memerhatikan etika dalam mencari harta, sehingga 
hartanya membawa keberkahan untuk pemiliknya.

Berdagang adalah salah satu cara seseorang menjemput rezeki Allah di dunia ini. 
Suri teladan kita, Nabi Muhammad SAW, adalah seorang pedagang. Begitu juga para 
sahabat, banyak di antaranya menjalani profesi sebagai pedagang dan mencapai 
kesuksesan. Seperti Utsman ibn Affan, Abdurrahman ibn Auf, Suhaib Alrumi, dan 
yang lainnya.

Sebagai seorang Muslim, ada etika yang seharusnya diterapkan saat menjalani 
profesi sebagai pedagang. Karena, berdagang bukan usaha untuk mengeruk 
keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa landasan etika, sehingga merugikan salah 
satu pihak. Para ulama menekankan, proses jual beli adalah proses saling 
memberi manfaat antara penjual dan pembeli.

Salah satu etika berdagang adalah bersikap jujur. Rasulullah bersabda ''Penjual 
dan pembeli memiliki hak memilih selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya 
jujur dan apa adanya, mereka akan mendapat berkah dari jual belinya. Namun, 
jika mereka saling menyembunyikan sesuatu dan berdusta, keberkahan akan 
lenyap.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Jujur dalam berdagang memang sikap istimewa. Pedagang yang jujur adalah manusia 
yang hatinya selalu bertaut dengan Allah, sang pemberi rezeki. Di tengah 
ingar-bingar kesibukan berdagang yang tidak jarang menggelincirkan manusia 
kepada sifat dusta, ia mampu berlaku jujur, amanah, dan tulus berusaha mencari 
rezeki halal.

Berdagang merupakan aktivitas duniawi yang penuh dengan fitnah dan sumber dosa. 
Daya tarik harta yang membangkitkan kecintaan manusia terhadap harta benda, 
kerap dikelilingi setan yang menyesatkan. Karena itu, Rasulullah menganjurkan 
banyak bersedekah kepada para pedagang. 

Rasulullah SAW pernah bersabda, ''Wahai para pedagang sekalian, sesungguhnya 
setan dan dosa hadir dalam perdagangan kalian. Maka, campurilah perdagangan 
kalian dengan sedekah.'' (HR Tirmidzi). Maka, mari kita menekuni perniagaan, 
namun jangan tinggalkan etika berdagang sesuai ketentuan Islam.

(Resa Gunarsa ) 

http://www.republika.co.id/Koran_detail.asp?id=329353&kat_id=14

Kirim email ke