Saudaraku sekalian seiman dan seperjuangan,
Jangan lupa kalau kita peduli kepada Palestine, kita ikut nyumbang minimal
10rb. Transfer aja ke
7600 3250 99 BCA Cab Jatinegara jakarta, atau
2017 8127 33 Bank Internasional Indonesia (BII)
a.n. KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina)



----- Original Message -----
From: "IND, Sodikin, Achmad" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, April 23, 2008 3:30 PM
Subject: RE: [Ar-Royyan-7614] Mulai April 2008, Stasiun Teve Al-Manar Sudah
Mengudara di Indonesia


Beberapa minggu yang lalu ada kajian hari minggu ba'dha subuh di Al
Ikhlas. Kebetulan membahas masalah nikah muth'ah yang  dilakukan oleh
orang sy'ah di lingkungan kami RT 01/RW15.

Disampaikan oleh ustadz Rofiki yang kebetulan mendalami masalah syi'ah
saat study di Libia.

Secara garis besar beliau mingungkapkan bahwa untuk menilai suatu aliran
harus di lihat 2 hal : yang pertama ajarannya, yang kedua adalah
penganutnya.
Menurut beliau jika dilihat dari ajarannya  syi'ah adalah
menyimpang/sesat, karena bnyak sekali ajarannya yang sudah tidak sesuai
lagi dengan ahlusunnah wal jamaah ( insya allah yang kita anut).
Misalnya, sholat hanya 3 waktu, tidak wajib jum'atan, dan nikah muth'ah
yang merupakan bagian dari keyakinan dimana semakin banyak menikahi
wanita secara muth'ah( kontrak) maka dianggap semakin tinggi derajat
ke-imanannya. Yang lebih parah lagi, syi'ah tidak mengakui hadist yang
di riwayatkan oleh sahabat ( kecuali Ali RA. Ya jika sudah nggak percaya
sama Abu Hurairah, Abu bakar, Umar, bahkan Aisyah... ya repot.

Nah untuk pelakunya, misalnya sekarang yang mulai berkembang dengan
motornya kang Jallaudin Rahmat, apakah sesat? Perlu di tabayun ke ybs
sejauh mana penghayatan & pengamalannya ajran syi'ah tersebut. Ya..
rumusnya, semakin "kafir" orang itu dari kekafiran, maka selamat. Kalo
hanya ngefans sama ahmadinejat dan membenci Amerika, namun masih
beribadah sebagimana yang dianut ahlu sunnah, ya mungkin tidak sesat.

Itu mungkin sedikit sharing, mudahan membantu. Jika perlu makalahnya,
rasanya nanti bisa di fowardkan ke mailing list ini. Nanti saya hubungi
pak Diran yang seksi Humas.

Wassalam, sdk

-----Original Message-----
From: amin widada [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, April 23, 2008 11:57 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Ar-Royyan-7614] Mulai April 2008, Stasiun Teve Al-Manar
Sudah Mengudara di Indonesia

Buat saya agak membingungkan/dilematis, karena Hizbullah beraliran
Syi'ah. Bisa jadi stasiun TV tsb secara langsung maupun tidak langsung
akan menyebarluaskan/mempropagandakan paham Sy'iah di Indonesia.

Soal Syi'ah sendiri juga debatable, apakah sekedar perbedaan
mazhab/khilafiyah, atau sudah merupakan penyimpangan aqidah. Yah,
mirip2 kasus Ahmadiyah ...

Wallahu a'lam.
--amin

Pada tanggal 23/04/08, Achmad Yahya Sjarifuddin <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:
> Mulai April 2008, Stasiun Teve Al-Manar Sudah Mengudara di Indonesia
>
> Selasa, 22 Apr 08 10:05 WIB
> Kirim teman
>
> Ingin melihat fakta kebiadaban Zionis-Israel terhadap warga
> Palestina? Ingin melihat betapa menyedihkannya kondisi warga
> Palestina hidup di kamp-kamp pengungsian di negerinya sendiri?
> Ingin melihat bagaimana 'badut-badut Arab pengikut Abu
> Jahal' bersalaman mesra dengan Zionis-Israel sambil memaki
> kaum Mujahidin yang berjihad memerangi musuh Allah SWT? Sekarang,
> hal itu sudah bisa kita tonton di layar kaca televisi Indonesia.
>
> Stasiun televisi Al-Manar, sebuah stasiun teve milik Gerakan
> Syiah Hizbullah Lebanon yang telah mengudara di Beirut sejak
> tahun 1991, sejak awal April 2008 telah bisa dipirsa seluruh
> siarannya di Nusantara. Hizbullah dengan tegas menyatakan bahwa
> Stasiun TV Al-Manar merupakan stasiun teve perjuangan umat Islam
> untuk melawan hegemoni Zionis atas seluruh jaringan media massa
> dan kantor berita dunia.
>
> Beda dengan Aljazeera dan Al-Arabiya yang masih dianggap kurang
> greget dalam al-memberitakan realita perjuangan umat Islam di
> Dunia Arab, maka Al-Manar dengan tegas dan tanpa tedeng
> aling-aling memaparkan apa adanya. Sebab itu, di beberapa negara
> Arab sendiri seperti Saudi Arabia dan Mesir, stasiun teve ini
> dilarang mengikut arahan dari Paman Sam yang memang menuding
> stasiun teve ini sebagai stasiun teve teroris.
>
> Uniknya, di Indonesia, Al-Manar bisa mengudara dengan menggandeng
> Satelit Palapa C2 yang sahamnya dimiliki Indosat. Tahu sendirilah
> siapa yang berada di belakang Indosat. Awal Januari lalu,
> Al-Manar juga sempat mengudara di Thailand, namun kemudian
> diputus kontraknya sepihak karena Thailand baru tahu jika
> Al-Manar merupakan stasiun teve perjuangan Gerakan Syiah Hizbulah
> Lebanon. Mudah-mudahan hal yang sama tidak terjadi di Indonesia.
>
> Jadi, jika Anda ingin melihat kondisi nyata saudara-saudara
> seiman kita di berbagai negara Arab yang sampai sekarang masih
> saja ditindas oleh Zionis-Israel, atau ditindas oleh
> saudara-saudaranya sendiri yang lebih memilih bersekutu dengan
> Zionis ketimbang dengan Allah SWT, maka sediakan saja dekoder
> atau parabola untuk bisa menangkap siaran teve perjuangan
> Hizbullah ini. Namun jika Anda ingin melihat gegap-gempita
> Pilkadal, maka jangan harap bisa melihatnya lewat stasun teve
> ini.(rz)
>
>
http://www.eramuslim.com/berita/tha/8422100056-mulai-april-2008-stasiun-
teve-al-manar-sudah-mengudara-indonesia.htm
>
>        -- A. Yahya Sjarifuddin

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata:
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu
minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau
melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang
meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR.
Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di
dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman.
(Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)



------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah 
Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. 
Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam 
gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang 
disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi) 

Kirim email ke