Betul Saudaraku, saya juga punya teman (bahkan sepupu) yang nampak begitu bahagia dan bangga ketika bisa foto bersama Pak Tung. Tapi entah benar entah ndak, tetangga saya pun sampai sekarang belum nampak suskes juga, padahal sudah lama ikut training/seminar seperti itu dan menghabiskan biaya yang sangat tinggi. Kebetulan seminar yang ia ikuti adalah dari perusahaan MLM-nya dia. Saya sebenarnya sering diajak, tapi karena kendala biaya dan waktu saya belum bisa mengikutinya.
Saya fikir ada hal lain yang perlu dan harus saya lakukan dibanding dengan ikut seminar seperti itu yang saya tidak mampu untuk mengikutinya. Toh saya masih bisa nonton Pak Mario Teguh di "O Channel" yang menurut saya masih bagus dan layak disejajarkan dengan Pak Tung dan lainnya. Saya sebenarnya bukan anti pada yang namanya seminar dan training atau apalah namanya. Betul kata Saudara, sebenarnya motivasi itu ada dalam diri kita dan keluarga kita sendiri. Kita tinggal menggalinya. Banyak orang mengharapkan agar di hari tua nanti bahkan ingin dari sejak muda, ada pasif income yang terus mengalir tanpa berhenti. Mereka ingin agar bebas dalam mengatur jadwal kehidupan tanpa diatur oleh atasan. Mungkin itulah mimpi yang selalu membayangi fikiran mereka. Saya pun sebenarnya mau. Mereka lupa bahwa sesungguhnya bersedekah itu juga merupakan investasi yang diajarkan Rasulullah untuk pasif income kita di masa yang akan datang. Dari pada kita bayar untuk trainer yang sudah jelas kaya raya, alangkah lebih baik apabila kita sedekahkan kepada saudara kita yang membutuhkan. Bahkan saudara itu kan lebih utama untuk diberi sedekah dari pada orang lain. Wallahu A'lamu ----- Original Message ----- From: "Agus Rasidi" <[EMAIL PROTECTED]> To: "MILIS LINTAS BODEBA" <[EMAIL PROTECTED]>; "MILIS DKM AL IKHLAS" <[EMAIL PROTECTED]>; "MILIS AR-ROYYAN" <[email protected]> Sent: Friday, April 25, 2008 1:06 PM Subject: [Ar-Royyan-7629] Harga Sebuah Motivasi! > Harga Sebuah Motivasi! > > Pagi ini dalam perjalanan menuju kantor, saya menyempatkan diri mendengarkan > radio SMART FM. Radio ini merupakan salah satu siaran radio favorit saya > karena banyak mengetengahkan acara yang informatif dan memberi saya "Vitamin > Kehidupan", istilah yang saya adopsi dari Mas Fikri salah satu direktur di > LPIA. Siaran pagi ini mengulas tentang training motivasi dan seminar Adam > Khoo, seorang trainer motivator kelas wahid dari Singapura. Saya pribadi > tidak terlalu mengikuti sepak terjang Pak Adam ini meskipun saya tahu beliau > ini pasti seorang superstar motivator sekelas Pak TDW (Tung Desem Waringin), > Andri Wongso, atau bahkan bisa jadi sekelas Anthony Robbins. Setidaknya saya > pernah baca blog seorang teman yang luar biasa bangganya bisa dirangkul Adam > Khoo sambil memuat foto tersebut pada laman blog-nya. > > Mulanya saya mengikuti acara tersebut dengan khidmat sambil melintasi tol > Jagorawi yang seperti lazimnya hari Senin banyak dipadati mobil mewah para > pajabat dengan membawa "centeng" bersirene yang tanpa kenal malu memaksa > rakyat biasa seperti saya untuk menepi layaknya hamba sahaya mempersilahkan > tuannya melaju di jalanan. Namun kekhidmatan saya berubah manakala pada saat > sesi tanya jawab interaktif dengan pendengar dibuka. Saat itu ada salah satu > penelpon yang menyampaikan uneg-unegnya atau lebih tepatnya rasa sesalnya > karena selama ini tidak mampu mengikuti pelatihan dan seminar motivasi > semacam itu dikarenakan mahalnya biaya yang harus dikeluarkannya. Sebagai > karyawan rendahan dengan gaji yang tidak seberapa, dia merasa tidak akan > mampu menjangkau biaya pelatihan dan seminar tersebut yang umumnya > berbandrol jutaan atau semurah-murahnya ratusan ribu. Biasanya biaya sebesar > itu masih dikotak-kotakkan lagi dalam kelas Platinum, Gold, Silver, dsb. > Belum lagi pada kenyataan bahwa umumnya acara-acara tersebut diadakan pada > jam-jam kerja yang semakin mempersulit sang penelpon tersebut untuk > mengikutinya. Demi mendengar komentar penelpon tersebut tanpa sadar dahi > saya berkerut dan jantung saya mulai berdegub lebih kencang. Masya Allah.... > > Selama ini seperti Bapak yang menelpon tadi, saya juga merasakan hal yang > sama. Demi menangguk motivasi dari para trainers motivators kelas wahid > tersebut saya mesti berusaha keras menyisihkan pendapatan saya yang mestinya > bisa saya gunakan untuk menabung, tambahan modal usaha, atau mungkin untuk > bersedekah. Karena gagal menyisihkan pendapatan untuk mengikuti training dan > seminar motivasi, seingat saya hanya beberapa seminar motivasi yang saya > ikuti. Diantaranya yang paling saya ingat adalah seminar Pak Purdie Chandra > yang "cuma" berbiaya 125.000 saja. Seminar tersebut pada dasarnya merupakan > "preview" semata untuk mempromosikan kepada peserta seminar agar mengikuti > pelatihan pada Entrepreneur University. > > Selama ini, mata batin saya tertutup dengan kenyataan semu yang saya > ciptakan sendiri bahwa untuk sukses dan mengaliri sekujur badan kita dengan > motivasi maka kita perlu membayar para superstar trainer dan motivator > tersebut untuk mengguyuri kita dengan hentakan, ledakan-ledakan, dan > teriakan pembangkit motivasi. Saya lupa dengan kenyataan hakiki bahwa pada > dasarnya kita bisa menciptakan inspirasi dan motivasi dari dalam diri kita > sendiri. Saya lupa atau pura-pura tidak tahu bahwa sumber motivasi dan > inspirasi itu bukan dimana-mana tetapi ada dalam diri kita sendiri. Sumber > motivasi tersebut sesungguhnya memiliki kekuatan maha dahsyat mengalahkan > ribuan kata, hentakan, atau teriakan dari semua superstar motivator yang ada > di dunia ini. > > Coba Anda tatap dengan penuh penghayatan mata pasangan Anda, mata anak Anda, > atau mata orang tua Anda. Disana terpancar sumber inspirasi dan motivasi > maha dahsyat yang tidak akan tertandingi oleh superstar motivasi sehebat > apapun. Lihatlah mereka dengan seksama sewaktu mereka tertidur pada malam > hari. Tubuh-tubuh penuh kepasrahan yang mengharapkan kita sebagai kepala > keluarga untuk senantiasa berjuang segenap tenaga menghidupi mereka dengan > segala daya upaya kita. Selama ini saya lupa, bahwa itulah sumber inspirasi > dan motivasi yang sesungguhnya! > > Oleh karena itu, untuk saudaraku yang tidak mampu mengikuti seminar motivasi > yang menjanjikan sesuatu yang luar biasa, dahsyat, dsb. Janganlah berkecil > hati, sumber motivasi yang sesungguhnya itu tidak dimana-mana dan bukan > apa-apa. Motivasi ada di dalam hati kita. Dan juga selalu ingatlah, "Gusti > ora sare" atau "Tuhan tidak tidur". Dengan berjuang segenap hati dilandasi > kejujuran niscaya keberhasilan akan kita raih. > Betley Heru Susanto (http://agilepreneur.blogspot.com) > http://tangandiatas.com/?page=article&kat=61&id=111 > > > ------------------------------------------------------------------ > - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - > - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - > > Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi) > ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)

