Asslmkm.Wr.Wb.

Kisah yang satu ini bagi saya secara pribadi sangat luar biasa hikmahnya 
terutama sikap positif dalam melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan. 
Tabungan positif dari hasil berbuat baik dan nyata nantinya bisa menjadi bahan 
"pengaduan" kepada Yang Mahakuasa pada saat kita mengalami kesulitan 
sebagaimana yang dituturkan dalam kisah ini. Tentu saja, ini berlaku bagi yang 
mau mengambil pelajaran. Wallaahu a'lam.

Wassallam / Jaerony.-

**************************************


Kisah Tiga Pemuda di Dalam Gua
Diupdate pada hari: Rabu, 19 Januari 2005
Topik: Hikmah


Ketika tiga orang pemuda sedang bepergian, mereka tertahan oleh hujan dan 
mereka berlindung di dalam sebuah gua pada sebuah gunung. Sebongkah besar batu 
jatuh dari gunung melewati mulut gua tersebut dan menutupnya...

Ketika tiga orang pemuda sedang bepergian, mereka tertahan oleh hujan dan 
mereka berlindung di dalam sebuah gua pada sebuah gunung. Sebongkah besar batu 
jatuh dari gunung melewati mulut gua tersebut dan menutupnya. Mereka berkata 
satu sama lain, 'Pikirkanlah perbuatan baik yang pernah engkau lakukan di jalan 
Allah, dan berdoalah kepada Allah dengan menyertakan perbuatan-perbuatan itu 
sehingga Allah akan membebaskanmu dari kesulitan yang kau hadapi.' Salah satu 
di antara mereka berkata, 'Ya Allah! Aku memiliki kedua orang tua yang telah 
tua renta, dan aku memiliki anak-anak yang masih kecil yang aku telah 
memberikan susu yang aku miliki kepada kedua orang tuaku terlebih dulu sebelum 
memberikannya kepada anak-anakku. Suatu hari, aku pergi jauh untuk mencari 
tempat merumput (bagi domba-dombaku), dan tidak kembali ke rumah hingga larut 
malam dan menemukan kedua orangtuaku sedang tidur. Aku mengisi persediaan 
makanan dengan susu seperti biasanya dan membawa bejana susu tersebut serta 
meletakkannya di atas kepala mereka, dan aku tidak ingin membangunkan mereka 
dari tidurnya, dan aku pun tidak ingin memberikan susu tersebut kepada 
anak-anakku sebelum orang tuaku, walaupun anak-anakku sedang menangis 
(kelaparan) di bawah kakiku. Maka keadaanku dan mereka tersebut berlanjut 
sampai dini hari. (Ya Allah!) Apabila Engkau menganggapnya sebagai perbuatan 
yang kulakukan semata-mata hanya karena Engkau, maka tolonglah bukakan sebuah 
lubang agar kami dapat melihat langit.' Maka Allah membukakan untuk mereka 
sebuah lubang yang dengannya mereka dapat melihat langit. 

Kemudian pemuda yang kedua berkata, 'Ya Allah! Aku memiliki seorang saudara 
sepupu yang aku cintai seperti halnya gairah seorang pria mencintai seorang 
wanita. Aku telah mencoba merayunya tetapi ia menolak hingga aku membayarnya 
sebanyak seratus dinar. Maka aku pun bekerja keras sampai dapat mengumpulkan 
seratus dinar dan aku pergi menemuinya dengan uang itu. Namun ketika aku duduk 
di antara kedua kakinya (untuk melakukan hubungan seksual dengannya), ia 
berkata: Wahai hamba Allah! Takutlah kepada Allah! Jangan merusakku kecuali 
dengan cara yang sah (dengan perkawinan)! Maka aku pun meninggalkannya. Ya 
Allah! Apabila Engkau menganggapnya sebagai perbuatan yang kulakukan demi 
Engkau semata, maka biarkanlah batu tersebut bergerak sedikit lagi untuk 
mendapatkan lubang yang lebih besar.' Maka Allah menggeser batu tersebut untuk 
menjadi lubang yang lebih besar.

Dan pemuda yang terakhir (ketiga) berkata, 'Ya Allah! Aku mempekerjakan seorang 
budak dengan upah sebanding dengan satu Faraq beras, dan ketika ia telah 
selesai dengan tugasnya, ia meminta upah, tetapi ketika aku memberikan upah 
kepadanya, ia menyerah dan menolak untuk menerimanya. Kemudian aku tetap 
memberikan beras tersebut kepadanya (beberapa kali) hingga aku dapat membeli 
dengan harga hasil produksi, beberapa ekor sapi dan gembalanya. Setelah itu, 
budak tersebut datang kepadaku dan berkata: (Wahai hamba Allah!) Takutlah 
kepada Allah, dan jangan berbuat tidak adil kepadaku dan berikanlah upahku. Aku 
berkata (padanya): Pergilah dan ambillah sapi-sapi itu beserta gembalanya. Maka 
ia pun mengambilnya dan pergi. (Maka, Ya Allah!) Apabila Engkau menganggapnya 
sebagai perbuatan yang kulakukan semata-mata demi Engkau, maka geserlah bagian 
yang tersisa dari batu tersebut.' Maka kemudian Allah membebaskan mereka (dari 
kesulitannya) dan batu tersebut telah berpindah seluruhnya dari mulut gua 
tersebut.

(HR. Bukhary)

http://www.oaseislam.com/modules.php?name=News&file=print&sid=484

Kirim email ke