Salam, Yang dimaksudkan hadits mana, Pak Djarot? (soal kaitan antara sholat subuh dan Palestina/Yahudi).
Yang saya temukan adalah sbb: "Seorang penguasa Yahudi berkata: Kami baru takut kepada umat Islam jika mereka telah melaksanakan sholat Subuh seperti melaksanakan sholat Jumat." (di buku "Misteri Sholat Subuh") Atau cerita sbb: "Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab. Tentara Mesir itu berkata, "Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan,'hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia'" Tentara Yahudi menjawab,"Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat" Ada lagi cerita sbb: "Ada cerita dari seorang ulama kota New York bernama Syamsi Ali. Sudah lama beliau tinggal di komunitas yahudi kota itu. Suatu ketika beliau mengikuti sebuah acara orang-orang yahudi yang diadakan. Saat sesi tertentu dua rahib saling bercakap. terdengar mereka sedang membicarakan tentang kaum muslimin beserta kemungkinan bersatunya mereka. "kita harus waspada dengan shalat jum'atnya ummat islam" kata seorang rahib. "Shalat jum'at bisa digunakan oleh kaum muslim untuk saling berkoordinasi dan merencanakan strategi guna menghadapi kita. Kita harus mengawasi mereka saat shalat jum'at berlangsung" tambahnya. Mendengar kekhawatiran sang kawan, rahib kedua tertawa. Kemudian berkata "jangan khawatir saudaraku, shalat jum'at bukanlah ukuran bahwa kaum muslim telah bersatu. Saat itu jumlah mereka memang berlipat, tapi tidak kuat. Mereka sebenarnya terpecah". Sambil mendekatkan kepalanya ke telinga sang rahib kedua ini berbisik "kita justru harus mengkhawatirkan shalat subuh mereka, ummat islam akan menjadi penghalang yang kuat manakala shalat subuh mereka sama dengan shalat jum'atnya" ------- Sekedar mengingatkan, hati-hati menisbatkan suatu kalimat sebagai "sabda/hadits Rasulullah". Ada sanksinya lho .. (tapi saya lupa apa ...) Lagian, kalimat itu juga tidak bisa disikapi secara leterlek. Bukan sholat subuhnya itself, tapi tingginya kualitas keIslaman setiap muslim, yang berimbas ke kualitas soliditas dan solidaritas. Tidak seperti sekarang, ketika ada yang mengekspresikan dukungan ke Palestina, ada sebagian umat yang justru sinis: ngapain peduli Palestina, wong jalan-jalan di perumahannya sendiri masih bolong-bolong belum diperbaiki kok .... Wallahu a'lam, wassalam, --amin Pada tanggal 30/04/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Ass. Ww > Dan satu lagi cara untuk mengembalikan tanah Palestina kepada rakyat > Palestina. > Cukup mudah dan dapat anda lakukan mulai besok. Bagi semua laki-laki > muslim, sholatlah Subuh berjamaah di masjid-masjid di sekitar rumah anda. > Nabi Muhammad SAW telah menyatakan penjajah bangsa Palestina dapat > dikalahkan pada saat Sholat Subuh yang dilaksanakan di masjid-masjid penuh > sampai di luarnya sama dengan saat sholat Jum'at. Jangan tunda lagi, mulai > besok pagi, jadikan sholat Subuh di masjid-masjid sekitar rumah anda sama > keadaannya dengan sholat Jum'at. Ini cara kita membuktikan dukungan kita > pada rakyat Palestina. > Jika hal ini terjadi, maka sabda Nabi Muhammad SAW akan menjadi kenyataan > pula. > Wassalam > Djarot. > > alamat email: [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)

