Rabu, 28 Mei 2008 2:59:47 PM
Penetapan Ongkos Haji Alami Keterlambatan
Jakarta(MCH)--Menteri Agama, M. Maftuh Basyuni mengakui penetapan
ongkos haji musim haji 1429 H atau 2008 mengalami keterlambatan
karena berbagai hal, salah satunya kenaikan harga bahan bakar
(BBM) sebagai salah satu komponen bagi penerbangan maskapai
Garuda dan Arab Saudi.
"Maunya ingin secepatnya, namun belum juga dapat diputuskan
karena harga BBM berupa avtur untuk pesawat -- hingga kini masih
fluktuatif - sehingga pemerintah masih harus menunggu waktu yang
tepat, kata Maftuh di Jakarta, Selasa.
Menurut menteri, komponen biaya haji secara keseluruhan tak naik.
Hanya biaya transportasinya saja yang kemungkinan naik sebagai
dampak "membumbungnya" harga minyak dunia. Biaya pemondokan di
tanah suci saja tak dinaikkan. Demikian pula biaya lain selama
berada di tanah suci.
Jadi, besaran kenaikan itu yang belum diketahui sehingga
pemerintah belum dapat menetapkan ongkos haji pada tahun ini.
Kendati demikian ia berharap maskapai penerbangan tak seenaknya
menaikkan harga tiket penerbangan haji.
Sebelumnya dalam rapat kerja Februari 2008 lalu antara Menteri
Agama dan DPR-RI disetujui bahwa ONH 1429 H naik, menyusul
naiknya komponen biaya haji. Berapa kenaikannya, dewan belum
dapat menetapkan besarannya karena harus dibahas lebih rinci.
"Pada prinsipnya dewan setuju naik dan dapat memahaminya," kata
Hasrul Azwar, Ketua Komisi VIII yang memimpin sidang pada saat
itu.
Menag mengusulkan biaya ONH naik mengingat sejumlah komponen
biaya ikut naik seperti transportasi penerbangan dari tanah air
ke Saudi Arabia yang menggunakan pesawat Garuda dan maskapai
Saudi Arabia.
Termasuk transportasi darat di tanah suci, katering dan pungutan
air port tax. Termasuk rencana pemberian makan gratis di Mekkah.
Tentang pemberian makan gratis ini, Menag mengatakan, sebetulnya
tak diambil dari ONH. "Biayanya diambil dari tabungan haji. Jika
dewan setuju, hal itu bisa saja dilakukan".
Mengenai pemondokan di tanah suci yang belakangan ini sulit
berkaitan dengan adanya perluasan Masjidil Haram, ia mengatakan,
hal ini masih terus dilakukan negosiasi sehingga pada saatnya
bisa terpenuhi bagi seluruh jemaah Indonesia.
Sesuai kuota, jemaah haji Indonesia yang akan pergi haji sekitar
210 ribu orang. Sekitar 40 persen jemaah haji untuk pemondokannya
sudah beres. "Sekitar 40 persen sudah beres," kata Maftuh
(ant/ts)
-- A. Yahya Sjarifuddin
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR.
Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam
gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang
disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)