Semoga bermanafaaat... wassalam, sdk

 

________________________________

From: Deddy Junianto [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, June 09, 2008 8:38 AM
To: IND, Sodikin, Achmad; M. AMIRUL SETIYADI; [EMAIL PROTECTED]
Subject: ahmadiyah....

 

ahmadiyah....

Menguak Latar Belakang Mirza Gulam Ahmad 

Mirza Ghulam Ahmad (???? ???? ????) (February 13, 1835; May 26, 1908), 
seorang tokoh rohaniawan dari Qadian, India, dia adalah pendiri gerakan 
keagamaan Ahmadiyah. Dia mengaku sebagai "kedatangan Yesus/Isa yang
kedua 
kalinya", Mesiah yang dijanjikan, Imam Mahdi, begitu juga sebagai
Mujaddid 
diabad ke 14 Islam.[1] bagaimanapun, pengakuannya tidak begitu saja
diterima 
oleh sebagian umat Muslim dan sebagian besar melihatnya sebagai Nabi
palsu. 

Masa awal 
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Nama yang asli hanyalah Ghulam Ahmad.
Sedangkan 
"Hazrat" adalah kata penghormatan kepada dia oleh para pengikutnya. Kata

"Mirza" melambangkan keturunan bangsawan dari Moghul. Adalah merupakan 
kebiasaan, dia suka menggunakan nama Ahmad agar lebih ringkas. 

Hazrat Ahmad adalah keturunan Haji Barlas, raja kawasan Qesh, yang
merupakan 
paman Amir Tughlak Temur. Tatkala Amir Temur menyerang Qesh, Haji Barlas

sekeluarga terpaksa melarikan diri ke Khorasan dan Samarkand, dan mulai 
menetap disana. Tetapi pada abad ke 10 Hijriah atau abad ke 16 Masehi, 
seorang keturunan Haji Barlas bernama Mirza Hadi Beg beserta 200 orang 
pengikutnya hijrah dari Khorasan ke India karena beberapa hal, dan
tinggal 
di kawasan sungai Bias dengan mendirikan sebuah perkampungan bernama 
Islampur, 9 km jauhnya dari sungai tersebut. 

Ia lahir di Punjab, India pada February 13, 1835 atau 14 Syawal 1250 H,
pada 
waktu shalat subuh hari Jumat, di rumah Mirza Ghulam Murtaza di desa
Qadian. 
Ia lahir dalam sebuah keluarga yang berkecukupan sebagai bayi kembar,
namun 
kembarannya meninggal saat lahir. 

Dia dikabarkan selalu menghabiskan waktunya di mesjid dengan mempelajari
Al 
Qur'an dan pelajaran agamanya, Islam. Hal itu tidak sesuai dengan
kemauan 
ayahnya yang ingin agar dia menjadi seorang pengacara atau seorang
pegawai 
negri. Dalam mempelajari hal-hal keagamaan, dia selalu berinteraksi
dengan 
banyak orang Islam, orang non Islam, dan dengan misionaris Kristen yang 
selalu diajaknya berdiskusi. 

Awal Pengakuannya 
Ketika Ahmad berumur 40 tahun, ayahnya wafat. Waktu itu Ahmad mengaku
bahwa 
Tuhan telah berkomunikasi dengannya melalui wahyu. Sejak saat itu Ahmad 
banyak menulis untuk melawan apa yang menurutnya sebagai tulisan-tulisan

anti Islam dari berbagai kelompok misionaris Kristen. Dia juga fokus
dalam 
melawan berbagai dampak yang dilakukan oleh kelompok-kelompok seperti
Brahma 
Samaj. Selama periode ini dia sangat diterima oleh berbagai golongan
Islam 
yang ada saat itu. 

Biografi Asli 
Mirza Ghulam Ahmad, demikianlah nama pendiri jamaah Ahmadiyah yang
terkenal 
akan kesesatannya itu. Namun sayang, tak banyak orang mengenali sosok
Mirza 
Ghulam Ahmad dengan keanehan dan kesesatannya sehingga tak sedikit yang 
terjerumus mengikutinya dan meninggalkan Agama yang Haq ini (Islam). 

Mirza Ghulam Ahmad yang lahir pada tahun 1839M menceritakan bahwa
ayahnya 
bernama Atha Murtadha berkebangsaan mongol. (Kitab Al-Bariyyah, hal.
134, 
kary. Mirza Ghulam Ahmad). Namun anehnya, ia juga mengatakan "Kelurga
dari 
Mongol, tetapi berdasarkan firman Allah, tampaknya keluargaku berasal
dari 
Persia, dan aku yakin ini. Sebab tidak ada yang mengetahui seluk-beluk 
keluargaku seperti berita yang datang dari Allah Ta'ala." (Hasyiah 
Al-Arba'in, no.2 hal.17, karya Mirza Ghulam Ahmad). Dia juga pernah
berkata, 
"Aku pernah membaca beberapa tulisan ayahku dan kakekku, kalau mereka 
berasal dari suku mongol, tetapi Allah mewahyukan kepadaku bahwa aku
dari 
bangsa Persia." (Dhamimah Haqiqatil Wahyi, hal.77, kary. Mirza Ghulam 
Ahmad). Yang anehnya lagi, ia juga pernah mengaku sebagai keturunan
Fathimah 
bin Muhammad. (lihat Tuhfah Kolart, hal. 29). 

Aneh memang jika kita menelusuri asal usul Mirza Ghulam Ahmad. Dari 
asal-usul yang gak jelas inilah yang kemudian lahir juga
pemahaman-pemahaman 
yang aneh dan menyesatkan. 

Keadaan Keluarga Mirza Ghulam Ahmad 
Mirza Ghulam Ahmad, pendiri jamaah ahmadiyah ini menceritakan keadaan 
keluarganya yang ditulisnya dalam kitab Tuhfah Qaishariyah, hal 16 
karangannya, ia berkata, "Ayahku memiliki kedudukan dikantor
pemerintahan. 
Dia termasuk orang yang dipercaya pemerintah Inggris. Dia juga pernah 
membantu pemerintah untuk memberontak penjajah Inggris dengan memberikan

bantuan kuda dan pasukan. Namun sesudah itu, keluargaku mengalami krisis
dan 
kemunduran, sehingga menjadi petani yang melarat." 

Kebodohan-kebodohan Mirza Ghulam Ahmad 
Ia berkata, "Sesungguhnya saat Rasulullah dilahirkan, beberapa hari
kemudian 
ayahnya meninggal." (Lihat Baigham Shulh, hal.19 karyanya). 

Kata apa yang pantas kita juluki untuk orang yang satu ini, kalau bukan 
"bodoh" ? Padahal yang benar adalah bahwa ayah Rasulullah meninggal
ketika 
beliau berada dalam kandungan ibunya. 

Kebodohan lainnya nampak jelas dalam kitabnya Ainul Ma'rifah hal.286, ia

berkata, "Rasulullah memiliki sebelas anak dan semuanya meninggal." 

Padahal, yang benar adalah bahwa beliau (Rasulullah) hanya memiliki 6
orang 
anak. 

Bagaimana mungkin orang seperti Mirza Ghulam Ahmad ini mengaku Al-Masih
? 

Kebejatan Mirza Ghulam Ahmad 
Orang yang diagung-agungkan oleh pengikutnya ini memiliki banyak
kebejatan 
yang tak layak dimiliki oleh orang yang mengaku beriman kepada Allah dan

Rasulullah. Ia tidak hanya menghina para ulama, bahkan ia juga menghina
Para 
Rasul-rasul Allah. 

Banyak dari kalangan ulama pada masanya yang menentang ajaran-ajaran 
"nyeleh" dedongkot Ahmadiyah ini. Bukannya membantah dengan bukti-bukti,

Mirza Ghulam Ahmad malah menghina dengan mengatakan, "Orang-orang yang 
menentangku, mereka lebih najis dari Babi." (Najam Atsim, hal.21
karyanya) 

Ia juga pernah mengatakan, "Sesungguhnya Muhammad hanya memiliki tiga
ribu 
mukjizat saja, sedangkan aku memiliki lebih dari satu juta jenis." 
(Tadzkirah Syahadatain, hal.72, karyanya) 

Tidak puas menghina Rasulullah Muhammad shallallahu'alaihi wasallam,
Mirza 
Ghulam Ahmad juga menghina Nabi Isa dengan mengatakan, "Sesungguhnya Isa

tidak mampu mengatakan dirinya sebagai orang sholih, sebab orang-orang 
mengetahui kalau dia suka minum-minuman keras dan perilakunya tidak
baik." 
(Hasyiyah Sitt Bahin, hal.172, karyanya). 

Masih tidak puas dengan hal tersebut, Mirza Ghulam Ahmad juga
mengatakan, 
"Isa cenderung menyukai para pelacur, karena nenek-neneknya adalah
termasuk 
pelacur." (Dhamimah Atsim, Hasyiyah, hal. 7, karyanya) 

Dan yang sangat mengherankan adalah, pada kesempatan lain ia juga
"bersabda" 
dalam hadits palsunya, "Sesungguhnya celaan, makian bukanlah perangai 
orang-orang shiddiq (benar). Dan orang-orang yang beriman, bukanlah
orang 
yang suka melaknat." (Izalatul Auham, hal.66) 

Lelucon apa ini ? 

Masih dalam rangkaian kebejatan Mirza Ghulam Ahmad 

Rupanya orang yang diagung-agungkan dan merupakan dedengkot Ahmadiyah
ini, 
tidak hanya menghina Rasulullah, tetapi ditambahkan lagi dengan menghina

para Sahabat Rasulullah seperti Abu Hurairah. 

Mirza Ghulam Ahmad mengatakan, "Abu Hurairah adalah orang yang dungu,
dia 
tidak memiliki pemahaman yang lurus." (I'jaz Ahmadiy, hal.140, karyanya)


Sementara itu, ditempat lain ia mengatakan, "Sesungguhnya ingatanku
sangat 
buruk, aku lupa siapa saja yang sering menemui aku." (Maktubat
Ahmadiyah, 
hal.21 karyanya) 

Kematian Mirza Ghulam Ahmad (MENGENASKAN) 
Kematian Mirza Ghulam Ahmad 

Tidak sedikit para ulama yang menentang dan berusaha menasehati Mirza
Ghulam 
Ahmad agar ia bertaubat dan menghentikan dakwah sesatnya itu. Namun,
usaha 
itu tidak juga membuat dedengkot Ahmadiyah ini surut dalam menyebarkan 
kesesatannya. 

Syeikh Tsanaullah, satu diantara sekian banyak ulama yang berusaha keras

menentangnya dan menasehatinya. Merasa terganggu dengan usaha Syeikh 
Tsanaullah tersebut, Mirza Ghulam Ahmad mengirimkan sebuah surat kepada 
Syeikh Tsanaullah yang berisi tentang keyakinan hatinya bahwa ia adalah 
seorang nabi, bukan pendusta, bukan pula dajjal sebagaimana julukan yang

diarahkan kepadanya oleh para ulama. Ia juga mengatakan bahwa
sesungguhnya 
yang mendustakan kenabiannya itulah pendusta yang sesungguhnya. 

Diakhir suratnya itu, ia berdo'a dengan mengatakan, "Wahai Allah yang
maha 
mengetahui rahasia-rahasia yang tersimpan dalam hati. Jika aku seorang 
pendusta, pelaku kerusakan dalam pandangan-Mu, suka membuat kedustaan
atas 
Nama-Mu pada siang dan malam hari, maka binasakanlah aku saat Tsanaullah

masih hidup, dan berilah kegembiraan kepada para pengikutnya dengan
sebab 
kematianku. 

Wahai Allah, jika aku benar sedangkan Tsanaullah berada diatas
kebathilan, 
pendusta pada tuduhan yang diarahkan kepadaku, maka binasakanlah dia
dengan 
penyakit ganas, seperti tho'un, kolera atau penyakit lainnya, saat aku
masih 
hidup. Amin" 

Sebuah do'a mubahalah yang dipinta Mirza Ghulam Ahmad. Dan ternyata
Allah 
mendengar doa tersebut, setelah 13 bulan lebih sepuluh hari setelah do'a

itu, yakni pada tanggal 26 Mei 1908, Mirza Ghulam Ahmad dibinasakan oleh

Allah dengan penyakit Kolera yang parah selama berminggu - minggu yang 
diharapkan menimpa Syeikh Tsanaullah. dan waktu itu pengikutnya tidak
ada 
yang mau mengurus karena bau busuk yg ditimbulkan oleh penyakit si gulam

mirza ini. 

Sementara itu Syeikh Tsanaullah masih hidup sekitar 40 tahun setelah 
kematian Mirza Ghulam Ahmad. 

(Sumber : AlQadiyaniyah dirasat wa tahlil, Syeikh Ihsan Ilahi Zhahir, 
Pakistan)

 

Kirim email ke