---------- Forwarded message ---------- From: Armansyah <[EMAIL PROTECTED]> Date: 9 Jun 2008 10:21 Subject: [Milis_Iqra] FPI-Ahmadiyah Update News To: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
PBNU: Umat Jangan Polemik, Ahmadiyah Aliran Sesat! http://www.syabab.com/index.php?option=com_content&view=article&id=269:pbnu-umat-jangan-polemik-ahmadiyah-aliran-sesat&catid=23:akhbar-muslimin&Itemid=53 Syabab.Com - Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) meminta kalangan Nahdliyin di seluruh tanah air agar tak lagi berpolemik soal Ahmadiyah yang sudah nyata kesesatannya. Sebab ulama NU sudah menetapkan aliran tersebut menyimpang dari ajaran Islam. Masalah Ahmadiyah bukan masalah kebebasan beragama melainkan penodaan agama. Demikian salah satu instruksi yang dikeluarkan PBNU di Jakarta, Jumat (06/06). Instruksi untuk seluruh tingkatan kepengurusan NU itu ditandatangani Rais Syuriyah PBNU KH Chotibul Umam, Ketua Tanfidziyah PBNU Ahmad Bagdja, dan Sekretaris Jenderal Tanfidziyah PBNU Endang Turmudzi. Akhir-akhir ini seperti yang banyak diberitakan ada sekolompok massa yang mengatasnamakan NU malah membela Ahmadiyah. Bahkan tak tanggung-tanggung di antara mereka dianggap berpengaruh di masyarakat. Seperti Gusdur dan KH. Maman Faqih yang ikut bergabung dengan AKKBB menolak SKB pelarangan Ahmadiyah kerapkali mengatasnamakan warga NU. Padahal PBNU sudah menyatakan sesat bagi Ahmadiyah. Akhirnya konflik horisontal pun pecah seperti sweeping terhadap FPI. Ada pengalihan isu, yang semestinya Ahmadiyah yang harus dibubarkan malah sebagian pihak menuntut pembubaran Front Pembela Islam. Padahal FPI nyata-nyata membela Islam dan mengungkap makar para provokator liberalis AKKBB yang membela Ahmadiyah. Masalah Ahmadiyah adalah Masalah Penodaan Agama Para petinggi ormas Islam terbesar di negeri ini, NU, menilai masalah Ahmadiyah bukan soal kebebasan beragama dan berkeyakinan, melainkan perkara penodaan ajaran Islam. PBNU berharap kepada pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah hukum dalam upaya mencegah timbulnya tindakan masyarakat yang anarkis. Berikut sikap resmi PBNU tentang Ahmadiyah yang ditetapkan di Bogor, Jawa Barat, pada 11 September 2005 silam: 1. Ahmadiyah adalah aliran sesat dan keluar dari Islam karena tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir sebagaimana dinyatakan secara tegas dalam Al-Quran, As-Sunnah dan ijma' ulama. Sungguh pun demikian, masyarakat tidak boleh bertindak anarkis terhadap aktivitas yang dilakukan oleh kelompok Ahmadiyah. Pelarangan terhadap paham dan aktivitas Ahmadiyah, sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah atau penegak hukum dan bukan wewenang seseorang atau kelompok. 2. Dalam menyampaikan keberatan atas keberadaan aktivitas jamaah Ahmadiyah di lingkungannya, masyarakat diminta hendaknya mengedepankan cara-cara damai dan santun. 3. Kepada umat Islam, diharapkan dapat mempelajari Islam secara komprehensif agar tidak terjadi kekeliruan dan kesalahan dalam penafsiran-penafsiran keagamaan. 4. Pemerintah diharapkan memiliki sikap yang tegas dan konsisten dalam menyikapi keberadaan aliran Ahmadiyah di Indonesia. Sikap resmi tersebut dikeluarkan PBNU melalui pimpinan sidangnya yang terdiri dari KH Ma'ruf Amin (Rais Syuriyah), KH Said Agil Siradj (Ketua Tanfidziyah), KH Masdar F Mas'udi (Ketua Tanfidziyah), dan HM Rozy Munir (Ketua Tanfidziyah). [z/nu-o/syabab.com] ---- Habib Husein Al Habsyi Turun Gunung Dukung Rizieq http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/07/time/153218/idnews/952069/idkanal/10 Jakarta - Perseteruan antara Front Pembela Islam (FPI) dengan Gus Dur mengusik perhatian Habib Husein Al Habsyi. Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia itu pun turun gunung mendukung ketua FPI Habib Rizieq. "Saya sudah hampir 4 tahun tidak muncul. Setelah tidak ada pertempuran antara si buta dan si buta, sekarang saya muncul lagi. Satu hal yang membuat saya turun gunung, karena saya melihat ketidakadilan. Karena habib ditahan tanpa ada penahanan terhadap provokatornya, yakni AKKBB," ujar Al Habsyi. Hal itu dikatakan dia usai menjenguk Habib Rizieq yang ditahan di rutan Direktorat Narkoba Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (7/6/2008). Menurut mantan terpidana bom Candi Borobudur itu, kekerasan yang dilakukan oleh FPI disebabkan oleh keragu-raguan presiden SBY dalam mengambil kebijakan. "SBY punya satu sifat yaitu dia ragu-ragu untuk semua hal. Dia kambing hitamkan kasus Monas dan FPI untuk mengalihkan perhatian kenaikan harga BBM. Jadi saya minta SBY pakai hati," katanya berapi-api. Kasus rusuh Monas pada Minggu 1 Juni dinilai Al Habsyi merugikan umat Islam. Karena itu dia meminta umat Islam tidak mencoblos SBY. ( irw / ana ) --------------- Para Ulama dan Umat Besuk Habib: Bubarkan Ahmadiyah dan Tangkap Aktor Intelektual AKKBB http://www.syabab.com/index.php?option=com_content&view=article&id=268:para-ulama-dan-umat-besuk-habib-bubarkan-ahmadiyah-dan-tangkap-aktor-intelektual-akkbb&catid=23:akhbar-muslimin&Itemid=53 Syabab.Com - Sejumlah ulama dan tokoh umat Islam dari berbagai ormas yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) menjenguk ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang kini ditahan di Polda Metro Jaya, Jumat (06/06). Sebelumnya FUI menggelar Tabligh Akbar usai sholat Jumat bertajuk 'Umat Islam Bersatulah'. Walau sedang ditahan Habib tetap mendesak Ahmadiyah segera dibubarkan. Para ulama yang ikut besuk itu diantaranya KH. Cholil Ridwan (Ketua MUI), KH. Abdul Rasyid AS. (Ulama Betawi), Ahmad Sumargono (Ketua GPMI), Fikri Bareno (Sekjen Al-Ittihadiyah), Muchtar Ngabalin (Anggota DPR dari PBB), Ismail Yusanto (Jubir HTI), Sahar L. Hasan (PBB), Ferry Nur (KISPA), Syuhada Bahri (Ketua DDII), Mashadi (Ketua FUI), M. Al-Khaththath (Sekjen FUI), Jose Rizal (Koordinator Mer-C) dan tokoh lainnya. Mereka membesuk Habib bersama puluhan kaum Muslim dari berbagai elemen dan ormas. Kecintaan umat terhadap perjuangan Habib tampak dari pekikkan takbir "Allahu Akbar" berkali-kali oleh massa, baik saat datang maupun pulang. Massa tidak bisa ikut masuk ke dalam Rutan dan hanya menunggu di luar. Sementara itu, para ulama yang bertemu dengan Habib tampak Habib dalam keadaan sehat wal'afiat. Nampak wajah ceria berseri saat menyambut para tokoh umat Islam itu. Ia menyampaikan pesan kepada para tokoh dan umat Islam agar terus berjuang hingga Ahmadiyah yang telah menodai Islam ini dilarang di bumi Indonesia. Habib juga mendorong umat Islam agar meminta polisi bersikap adil dalam menangani kasus insiden Monas 1 Juni dengan menangkap dan memeriksa para aktor intelektual di belakang AKKBB. "Habib mengharapkan agar polisi bersikap adil," kata KH. Abdul Rasyid. Walaupun ditahan Habib tetap konsisten mendesak agar Ahmadiyah dibubarkan. "Apa pentingnya saya dibebaskan kalau Ahmadiyah tidak dibubarkan," kata Habib seperti disampaikan Ferry Nur. Sementara itu Ketua MUI KH A Cholil Ridwan juga berharap polisi juga memeriksa kalangan AKKBB. "AKKBB punya banyak tokoh besar. Namun mereka harus dipanggil polisi juga demi keadilan," katanya. Ridwan menegaskan, akar dari masalah ini adalah lambannya Pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah. "Kita minta agar pembubaran itu tidak hanya dengan SKB (Surat Keputusan Bersama) tetapi dengan Keppres (Keputusan Presiden," ujarnya. Sebelum berpisah para mukhilisin tokoh umat ini berdoa bersama memanjatkan doa kepada Yang Mahakuasa, Pencipta Alam Raya ini yang dipimpin langsung oleh Habib Rizieq. Mereka memanjatka permohonan kepada Yang Mahakuasa untuk kejayaan umat Islam dan kehancuran musuh-musuh Islam seperti Ahmadiyah dan aliran sesat serta para pendukung lainnya. "Saya berkeyakinan do'a Habib akan dikabulkan Allah karena Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa di antara doa yang dikabulkan Allah adalah do'a orang yang didzolimi," ujar Ferry Nur. [m/ant/si-o/syabab.com] -- Salamun 'ala manittaba al Huda Khud al hikmah walau min lisani al kafir ARMANSYAH http://arsiparmansyah.wordpress.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=- Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125 Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63 Gabung : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Situs 1 : http://myiqra.co.cc Situs 2 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra Mod : [EMAIL PROTECTED] -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=- -~----------~----~----~----~------~----~------~--~--- ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)

