The power of al fatihah

Usia alam semesta ini belum akan berakhir. Umat manusia sedang menanti perdaban salam: kekuasaan yang mengatur akal mampu mengendalikan nafsu, akan melahirkan hikmah, rahmat, kebajikan, keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan, ketentraman dunia yang menyeluruh. Hari depan penuh cahaya kebahagiaan. Diwujudkan oleh pemahaman, penghayatan, pengalaman dan implementasi kongkret paradigma al-Fatihah dengan iman yang benar, insya allah. "Dan terang-beneranglah bumi dengan cahaya Tuhannya." ; " bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh." ;"Akibat yang baik disediakan-Nya bagi orang-orang yang bertakwa." Tantangan-tantangan global yang dihadapi umat: free Mansonry, Lucireerianisme, The Order of Illuminati, Center of Foreign Relation (CFR), Federal Reserve Act, IMF dengan intrik-intrik politik dan ekonomi. Kondisi umat yang mengosongkan makna La ilaha illa Allah, menyudutkan pemahaman ibadah, mengubah kepercayaan akan qadha dan qadar, memposisikan dunia berhadapan dengan akhirat bahkan memilih akhirat dan meninggalkan dunia atau sebaliknya, lemah kepercayaan pada pertolongan gaib, terombang-ambing oleh amukan budaya dan sekularisme barat berwujud pada lemahnya ukhuwah, kaburnya nilai dan perilaku, terjerumus kelembah kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Salah memahami Islam, generasi muda bersekolah modern tidak mampu hatinya gemetar dalam beribadah, menjauhkan pertolongan gaib. The Power Al Fatihah memberikan kerangka peubahan landasan pemikiran pribadi mukmin dan membangkitkan peradaban salam itu. Metodologi Tazkiah an-nafs atau Dzikir Qalbiah Ilahiyah menjadi sarana ibadah meningkatkan kualitas iman yang benar sehingga hati mampu bergetar, menangis memohon pertolongan gaib Allah. Barakah yang memiliki kekuatan ruhiyah yang luar biasa seperti yang pernah diberikan pada orang-orang yang mendapat nikmat Allah itu, insya Allah, akan menghadirkan kita pada hari depan yang penuh kebahagiaan. Untuk generasi yang kita warisi, generasi anak cucu cicit kita dan seterusnya menuntut kesungguhkan kita dalam mengalakan agama ini secara benar mewujudkan kekuatan pembangkit pemelihara alam semesta ini.

Kekuatan Al-Fatihah di Mata Amin Aziz

Prof. Dr. Ir. H.M Amin Aziz, 72 tahun, seorang pakar sosiologi, menyatakan bahwa sebagian besar umat Islam tidak memahami ayat-ayat dalam Al Quran. "Bahkan memahami Al-Fatihah pun tidak. Padahal kekuatannya sangat dahsyat," kata pakar sosiologi dan ekonomi pertanian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyih Malang itu kepada wartawan, sebelum menjadi nara sumber bedah buku The Power of Al-Fatihah karyanya sendiri di Jakarta, Ahad (2/3).
Dengan memahami Al-Fatihah, umat terbantu dalam memahami Al Quran.
"Saya melakukan survei di berbagai masjid di Jakarta dan Bogor. Hasilnya, dari 1.500 responden, 70-80 persen umat tidak mengerti dan memahami betul ayat-ayat yang dibacanya. Mereka cuma menghafal," katanya. Prof Amin mengaku terdorong untuk menulis buku karena prihatin melihat kondisi kehidupan sosial umat Islam, terutama kualitas iman dan ibadahnya yang kurang sehingga tidak mampu mencapai mukmin (berahlak mulia). Ia mengatakan pula, banyak umat fasih mengucapkan Allahhu Akbar namun tidak mampu menunjukkan lewat sikap dan perbuatan yang mengagungkan Allah. "Saya melihat perlu perubahan total pada cara memahami agama. Ada kesalahan fatal dalam pendidikan agama," kata pria kelahiran Lhokseumawe, 17 Desember 1936 ini. Menurut dia , dengan memahami Al Quran secara benar, maka cita-cita umat Islam menjadi umat pilihan Allah, meraih kemenangan, damai dan sejahtera serta menjadi rahmat bagi sekalian alam, akan tercapai. Disusun oleh Akhmadi Taha, "The Power of Al-Fatihah" terdiri dari delapan bab, membahas Al-Fatihah ayat demi ayat. Tebalnya hampir 700 halaman. Saat dibedah di Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, beberapa waktu lalu, buku ini oleh rektor perguruan tinggi tersebut dijadikan buku wajib. Prof. Amin Aziz, juga dikenal sebagai penggagas Bank Muamalat, meraih gelar M.Sc Sosiologi Pedesaan di Uniuversity of the Philillone. Los Banos, Filipina tahun 1974, dan meraih gelar Ph.D ekonomi pertanian di IOWA State University, AS tahun 1978. [TMA, Ant]

Prof. Amin Aziz dan Kekuatan Al Quran

Bukan rohaniwan, bukan pula guru agama, tetapi Prof. Dr. Ir. H.M Amin Aziz (72) menyatakan bahwa sebagian besar umat Islam tidak memahami ayat-ayat dalam Al Quran. "Bahkan, memahami Al-Fatihah pun tidak. Padahal, kekuatannya sangat dahsyat," kata pakar sosiologi dan ekonomi pertanian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyih Malang itu kepada wartawan, sebelum menjadi nara sumber bedah buku The Power of Al-Fatihah karyanya sendiri di Jakarta, Minggu.
Dengan memahami Al-Fatihah, umat terbantu dalam memahami Al Quran.
"Saya melakukan survei di berbagai masjid di Jakarta dan Bogor. Hasilnya, dari 1.500 responden, 70-80 persen umat tidak mengerti dan memahami betul ayat-ayat yang dibacanya. Mereka cuma menghafal," katanya. Prof Amin mengaku terdorong untuk menulis buku karena prihatin melihat kondisi kehidupan sosial umat Islam, terutama kualitas iman dan ibadahnya yang kurang sehingga tidak mampu mencapai mukmin (berahlak mulia). Ia mengatakan pula, banyak umat fasih mengucapkan Allahhu Akbar namun tidak mampu menunjukkan lewat sikap dan perbuatan yang mengagungkan Allah. "Saya melihat perlu perubahan total pada cara memahami agama. Ada kesalahan fatal dalam pendidikan agama," kata pria kelahiran Lhokseumawe, 17 Desember 1936 ini. Menurut dia, dengan memahami Al Quran secara benar, maka cita-cita umat Islam menjadi umat pilihan Allah, meraih kemenangan, damai dan sejahtera serta menjadi rahmat bagi sekalian alam, akan tercapai. Disusun oleh Akhmadi Taha, "The Power of Al-Fatihah" terdiri dari delapan bab, membahas Al-Fatihah ayat demi ayat. Tebalnya hampir 700 halaman. Saat dibedah di Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, beberapa waktu lalu, buku ini oleh rektor perguruan tinggi tersebut dijadikan buku wajib. Prof. Amin Aziz, juga dikenal sebagai penggagas Bank Muamalat, meraih gelar M.Sc Sosiologi Pedesaan di Uniuversity of the Philillone. Los Banos, Filipina tahun 1974, dan meraih gelar Ph.D ekonomi pertanian di IOWA State University, AS tahun 1978. (*)

www.poweralfatihah.com


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia (Shahih Muslim no. 469)

Kirim email ke