The Power of Shalat

. mengajak kita merasakan betapa dahsyatnya gerakan shalat bagi kesehatan jasmani dan rohani.

Penulis : Syaikh Jalal Muhammad Syafi'i, Penerbit : MQ Publishing

Shalat adalah salah satu ibadah yang paling mulia dan paling dicintai Allah swt. Posisinya dalam agama Islam telah digambarkan oleh Rasulullah saw dalam salah satu sabdanya, "Shalat adalah tiang agama." Begitu penting kedudukan shalat sehingga Allah menyampaikannya kepada Nabi saw tanpa melalui perantara Malaikat Jibril, yaitu pada malam Isra' Mi'raj. Sebagaimana kita ketahui dan yakini, segala perintah Allah pasti memiliki khasiat dan manfaat bagi kehidupan kita di dunia dan di akhirat. Inilah yang ingin diungkap oleh Syaikh Jalal Muhammad Syafi'i, seorang ulama Timur Tengah yang mencoba mengupas manfaat shalat bagi kesehatan tubuh manusia secara komprehensif.

Dengan membaca buku ini, shalat tidak saja digambarkan sebagai aktifitas keseharian yang tanpa makna. Anda akan tercengang oleh manfaat shalat dan terpacu untuk menyempurnakan setiap gerakan shalat. Semakin sempurna gerakan shalat kita, semakin bermanfaat tidak saja sebagai amal ibadah harian, tetapi bagi kesehatan kita pula.

Keistimewaan buku ini akan Anda dapatkan dari awal hingga akhir dari bab yang Anda baca. Diantara kandungan buku ini adalah :
Anatomi tubuh manusia yang berkaitan langsung dengan gerakan-gerakan shalat
Mukjizat gerakan-gerakan shalat, berikut keutamaan shalat berjamaah
Prinsip olahraga dan manifestasinya dalam gerakan-gerakan shalat
Daftar Isi
(1) Rawatlah kesehatan dengan shalat, (2) Tinjauan umum gerakan shalat, (3) Kedudukan shalat dalam Islam, (4) Mukjizat gerakan shalat

Memahami Makna dan Mukjizat Gerakan Shalat


Melaksanakan shalat, dengan aturan yang telah ditetapkan dan bacaan yang telah dicontohkan, seperti yang dilakukan Rasulullah SAW, ternyata tidak selamanya mudah.

Bertahun-tahun kita melaksanakan shalat wajib lima waktu. Gerakannya pun sudah kita hafal di luar kepala. Tetapi pernahkah kita merenungkan sejenak, mengapa shalat harus dilakukan dengan gerakan-gerakan tertentu, dan bukan gerakan yang lainnya? Atau pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, sudah benarkah gerakan shalat yang kita lakukan selama ini?

Mengapa kita harus melakukan takbiratul ihrom dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu? Mengapa saat melakukan ruku', posisi punggung kita harus sejajar dengan kepala dan lurus sehingga saat segelas air diletakkan di punggung kita, ia tak akan jatuh? Mengapa saat berdiri dalam shalat, kaki kita tak boleh rapat tetapi juga tak boleh renggang? Mengapa saat mengucapkan salam, untuk mengakhiri shalat, lemparan tolehan kepala kita harus terlihat sampai ke belakang?

Jika pertanyaan itu kerap melintas dalam benak Anda, dan hingga kini belum menemukan jawaban, buku ini bisa menjadi solusi bagi rasa ingin tahu tersebut. Malah, bukan sekedar menjawab rasa ingin tahu, buku ini memberikan informasi mengenai makna dan mukjizat di balik gerakan-gerakan shalat yang kita laksanakan.

Ternyata, gerakan-gerakan shalat yang kelihatannya sederhana itu mengandung makna yang dalam, baik bagi kesehatan fisik kita juga bagi kesehatan ruhani kita. Jika kita melaksanakan shalat sesuai tuntunan Rasulullah, maka tubuh kita akan menjadi sehat. Seperti diungkapkan oleh penulis, meletakkan tangan di dada, tepatnya antara pusar dan tulang rusuk, setelah takbiratul ihrom, adalah posisi paling baik bagi lengan, dilihat dari anatomi tubuh.

Buktinya, kalau seseorang mengalami patah lengan maka lengannya akan digip dan diletakkan di dada, antara pusar dan tulang rusuk. Bagian dalam tangan dihadapkan ke dada dan digantung ke leher untuk menjamin agar tetap dalam posisi tersebut. Posisi ini sama dengan posisi lengan dalam shalat. Bedanya, ia tidak digantung di leher melainkan cukup bertumpu pada otot-otot dua lengan agar posisinya tetap. (halaman 75).

Lalu mengapa posisi rukunya lelaki dengan perempuan berbeda? Begitu juga mengapa sujud antara lelaki dan perempuan tidak sama? Hal ini sama sekali tak berhubungan dengan gender, tetapi lebih ke anatomi tubuh yang berbeda antara keduanya. Dalam buku ini, penulis menjelaskan secara gamblang perbedaan antara keduanya, dan membuat kita paham mengapa kita harus melakukannya.

Selain membahas mengenai makna dan mukjizat dari setiap gerakan shalat, penulis juga memberikan penjelasan mengenai kedudukan shalat dalam Islam, keutamaan shalat dan hukum meninggalkan shalat. Penulis juga memaparkan mengenai siapa saja yang wajib mengerjakan shalat dan menjelaskan mengapa shalat disampaikan langsung kepada Rasululullah SAW, sebagai wahyu Allah. Bagian ini memang terkesan bertele-tele dan melelahkan untuk pembaca yang ingin segera tiba pada bagian makna gerakan shalat.

Namun, bagi pembaca yang hanya mempunyai sedikit waktu untuk membaca, bisa langsung masuk ke halaman 65 untuk mengetahui inti dari buku ini. Yang agak unik, pada bagian penutup, penulis menyampaikan mengenai referensi tambahan. Isinya adalah penjelasan tentang tulang tubuh manusia, otot rangka dan jenis penyakit fisik manusia.

Kalau penulis bisa menyampaikan isi buku ini dengan cara bertutur yang lentur dan luwes, buku ini akan menjadi jauh lebih menarik untuk dibaca dan tak melelahkan. Namun dari sisi isinya, buku ini patut dipertimbangkan untuk dibaca sebagai informasi yang berguna menambah kekhusyuan shalat kita, insya Allah. n aan

Judul : The Power of Shalat

Penulis : Syaikh Jalal Muhammad Syafi'i

Penerbit : MQ Publishing

Cetakan : I. September 2006

Halaman : x + 210


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia (Shahih Muslim no. 469)

Kirim email ke