---------- Forwarded message ---------- Date: Mon, 14 Jul 2008 09:29:40 -0000
Apa yang terjadi saat Allah ingin menyapa hamba-Nya untuk menuntun mereka ke jalan yang benar? Bagaimana kisah orang-orang tercela yang diperingatkan Allah agar mereka terhindar dari kehinaan dan kenistaan? Seperti apa detik-detik turunnya wahyu kepada Rasulullah saw. dalam proses membentuk masyarakat muslim yang kaffah? Quran tidak turun di ruang hampa. Ayat-ayat suci ini hadir untuk merespons denyut kehidupan nyata masyarakat muslim awal. Gambaran berbagai peristiwa itu dikenal dengan Asbabun Nuzul––sebab turunnya ayat-ayat Alquran. Dengan asbabun nuzul, teks tak terputus dari konteksnya. Begitu pentingnya, literatur Asbabun Nuzul sudah berlimpah, klasik maupun modern. Namun, di buku ini, rangkaian peristiwa itu disajikan dengan indah, lembut, dan renyah. Seluruh kisah dituturkan dari sudut pandang pelaku setiap peristiwa, didukung oleh data-data historis dan riwayat yang dapat dipercaya, sehingga tersaji gambaran yang penuh warna. Kendati kental dengan aspek politik, sejarah, geografi, dan keagamaan (kaidah syariat, akidah, dan fikih), rentetan kisah nyata ini tidak menjadi data sejarah yang kering dari pergulatan hidup generasi muslim pemula. Pembaca akan mendapatkan pengalaman dan rasa baru untuk memahami serta mencerna berbagai ayat Alquran yang selama ini mungkin telah kita kenal dan kita hafal. Selain menyodorkan bahan berharga untuk memahami ayat suci secara kontekstual, buku ini tampil sebagai gambaran indah mengenai kehidupan yang layak dijadikan panutan dan cermin bagi semua umat manusia. Buku ini menuturkan berbagai peristiwa dalam kehidupan Rasulullah saw. yang menjadi latar belakang turunnya ayat-ayat Alquran sejak awal kelahiran Islam hingga kematian Rasulullah saw., kurang lebih 23 tahun selama beliau hidup di Makkah dan Madinah. Judul : Azbabun Nuzul Untuk Zaman Kita Penulis : Fathi Fawzi 'Abd al-Mu'thi ISBN : 978-979-024-059-9 Halaman : 423 hal Penerbit : Zaman ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)

