Ambil Madunya, Tapi Jangan Hancurkan Sarangnya! 
1 hour ago ago by ernabpp. Spam? Tag: Uncategorized, La Tahzan, Semangat, 
Motivasi, Islam

Dimanapun kelembutan itu berada, ia akan menghiasi tempat itu. Demikian halnya 
bila ia dicabut dari suatu tempat, ia akan mengotorinya. Kelembutan tutur kata, 
senyuman tulus dari bibir, dan sapaan-sapaan hangat yang terpuji saat bersua 
merupakan hiasan-hiasan yang selalu dikenakan oleh orang-orang yang mulia.

Semua itu merupakan sifat seorang mukmin yang akan menjadikannya seperti seekor 
lebah; makan dari makanan yang baik dan menghasilkan madu yang baik. Dan bila 
hinggap pada setangkai bunga, ia tidak pernah merusaknya. Semua itu terjadi 
karena Allah menganugerahkan pada kelembutan sesuatu yang tidak Dia berikan 
kepada kekerasan.

Di antara manusia terdapat orang-orang "istimewa" yang membuat kepala tunduk 
hormat menyambut kedatangannya, banyak massa berjubel ingin melihat mukanya, 
banyak hati bersimpati kepadanya dan banyak jiwa memujanya. Dan mereka itu tak 
lain adalah orang-orang yang banyak dicintai dan dibicarakan manusia 
dikarenakan kedermawanan dan keserakahannya, kejujurannya dalam berjual beli, 
serta keramahan dan sopan santunnya dalam bergaul.

Mencari banyak teman merupakan tuntunan dalam hidup yang selalu dicontohkan 
oleh orang-orang terhormat dikarenakan akhlak dan perilakunya yang terpuji. 
Mereka itulah orang-orang yang selalu berada ditengah-tengah kerumunan manusia 
dengan senyum merekah, keramahan yang menentramkan dan sopan santun yang 
menyejukkan. Dan karena itu, mereka selalu ditanyakan dan didoakan ketika tak 
terlihat.

Orang-orang yang bahagia memiliki tuntunan akhlak yang secara garis besar 
tercakup dalam slogan :

*Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang 
yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman 
yang sangat setia* (QS. Fushshilat: 34)

Begitulah, mereka dapat memupuskan rasa dengki dengan emosi yang terkendali, 
kesabaran yang menyejukkan, dan kemudahan memaafkan yang menentramkan. Mereka 
adalah orang-orang yang mudah melupakan kejahatan dan mudah mengingat kebaikan 
orang lain. Karena itu, tatkala kata-kata kotor dan keji terlontar untuk 
mereka, telinga mereka tidak akan pernah memerah dibuatnya. Bahkan mereka 
memandang kata-kata itu sebagai angin lalu yang tak akan pernah kembali.

Mereka itulah orang-orang yang selalu berada dalam kedamaian, orang-orang yang 
berada disekitar mereka merasa aman, dan kaum muslimin yang bersama mereka pun 
merasa tentram.

*Orang muslim adalah orang yang jika orang muslim lainnya tidak merasa 
terganggu oleh lisan dan tangannya. Sedangkan orang mukmin adalah orang yang 
membuat orang lain merasa aman terhadap darah dan hartanya* (Al-Hadist)

*Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk menyambung tali silaturahmi pada 
orang yang memutuskan silaturahmi denganku. Aku diperintahkan untuk mengampuni 
orang yang berlaku zalim terhadapku dan memberi kepada orang yang tidak pernah 
memberi kepadaku* (Al-Hadist)

*Dan, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan)* (QS. 
Ali-Imran: 134)

Sampaikan kabar gembira kepada mereka bahwa balasan Allah atas keteduhan, 
ketentraman, dan kedamaian mereka adalah akan disegerakan.

Sampaikan pula sebuah kabar gembira kepada mereka bahwa mereka juga akan 
mendapatkan balasan besar di akhirat berupa surga-surga dan sungai-sungai yang 
indah di sisi Rabb mereka kelak. Yakni,

*Di tempat yang disenangi di sisi Rabb Yang Berkuasa* (QS. Al-Qamar: 55)

Kirim email ke