Ass. WW
Almahamah al kubro adalah peristiwa khusus dalam menyelesaikan global
warming dan dalam rangka solusi ini Allah SWT akan mengambil apa saja dari
manusia yang membuat kerusakan di muka bumi seperti peralatan buatan
manusia penghasil CO2 yang membuat akibat global warming. Segala di muka
bumi ini milik Allah SWT dan kapan saja Allah SWT berhak mengambilnya atau
menghancurkannya.
Wassalam
Djarot D
alamat email: [EMAIL PROTECTED]
"Agus Rasidi"
<[EMAIL PROTECTED]
.co.id> To
<[EMAIL PROTECTED]>,
07/18/2008 01:18 "MILIS DKM AL IKHLAS"
PM <[EMAIL PROTECTED]>, "MILIS
AR-ROYYAN" <[email protected]>
cc
Please respond to
[EMAIL PROTECTED] Subject
om [Ar-Royyan-7976] Ambil Madunya,
Tapi Jangan Hancurkan Sarangnya!
Ambil Madunya, Tapi Jangan Hancurkan Sarangnya!
1 hour agoago by ernabpp. Spam? Tag: Uncategorized, La Tahzan, Semangat,
Motivasi, Islam
Dimanapun kelembutan itu berada, ia akan menghiasi tempat itu. Demikian
halnya bila ia dicabut dari suatu tempat, ia akan mengotorinya. Kelembutan
tutur kata, senyuman tulus dari bibir, dan sapaan-sapaan hangat yang
terpuji saat bersua merupakan hiasan-hiasan yang selalu dikenakan oleh
orang-orang yang mulia.
Semua itu merupakan sifat seorang mukmin yang akan menjadikannya seperti
seekor lebah; makan dari makanan yang baik dan menghasilkan madu yang baik.
Dan bila hinggap pada setangkai bunga, ia tidak pernah merusaknya. Semua
itu terjadi karena Allah menganugerahkan pada kelembutan sesuatu yang
tidak Dia berikan kepada kekerasan.
Di antara manusia terdapat orang-orang “istimewa” yang membuat kepala
tunduk hormat menyambut kedatangannya, banyak massa berjubel ingin melihat
mukanya, banyak hati bersimpati kepadanya dan banyak jiwa memujanya. Dan
mereka itu tak lain adalah orang-orang yang banyak dicintai dan
dibicarakan manusia dikarenakan kedermawanan dan keserakahannya,
kejujurannya dalam berjual beli, serta keramahan dan sopan santunnya dalam
bergaul.
Mencari banyak teman merupakan tuntunan dalam hidup yang selalu dicontohkan
oleh orang-orang terhormat dikarenakan akhlak dan perilakunya yang terpuji.
Mereka itulah orang-orang yang selalu berada ditengah-tengah kerumunan
manusia dengan senyum merekah, keramahan yang menentramkan dan sopan
santun yang menyejukkan. Dan karena itu, mereka selalu ditanyakan dan
didoakan ketika tak terlihat.
Orang-orang yang bahagia memiliki tuntunan akhlak yang secara garis besar
tercakup dalam slogan :
*Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang
yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman
yang sangat setia* (QS. Fushshilat: 34)
Begitulah, mereka dapat memupuskan rasa dengki dengan emosi yang
terkendali, kesabaran yang menyejukkan, dan kemudahan memaafkan yang
menentramkan. Mereka adalah orang-orang yang mudah melupakan kejahatan dan
mudah mengingat kebaikan orang lain. Karena itu, tatkala kata-kata kotor
dan keji terlontar untuk mereka, telinga mereka tidak akan pernah memerah
dibuatnya. Bahkan mereka memandang kata-kata itu sebagai angin lalu yang
tak akan pernah kembali.
Mereka itulah orang-orang yang selalu berada dalam kedamaian, orang-orang
yang berada disekitar mereka merasa aman, dan kaum muslimin yang bersama
mereka pun merasa tentram.
*Orang muslim adalah orang yang jika orang muslim lainnya tidak merasa
terganggu oleh lisan dan tangannya. Sedangkan orang mukmin adalah orang
yang membuat orang lain merasa aman terhadap darah dan hartanya*
(Al-Hadist)
*Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk menyambung tali silaturahmi pada
orang yang memutuskan silaturahmi denganku. Aku diperintahkan untuk
mengampuni orang yang berlaku zalim terhadapku dan memberi kepada orang
yang tidak pernah memberi kepadaku* (Al-Hadist)
*Dan, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan)* (QS.
Ali-Imran: 134)
Sampaikan kabar gembira kepada mereka bahwa balasan Allah atas keteduhan,
ketentraman, dan kedamaian mereka adalah akan disegerakan.
Sampaikan pula sebuah kabar gembira kepada mereka bahwa mereka juga akan
mendapatkan balasan besar di akhirat berupa surga-surga dan sungai-sungai
yang indah di sisi Rabb mereka kelak. Yakni,
*Di tempat yang disenangi di sisi Rabb Yang Berkuasa* (QS. Al-Qamar: 55)