---------- Forwarded message ----------
From: Liana <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Jul 30, 2008 3:13 PM
Subject: [Milis_Iqra] Kronologi Bentrok Warga dan Mahasiswa Sekolah Theologi
Injil  Arastamar
To: Milis_Iqra <[EMAIL PROTECTED]>


Berikut ini kronologi bentrok warga Pinang Ranti dan Mahasiswa Sekolah
Theologi Injil Arastamar seperti yang diceritakan oleh tokoh
masyarakat Risman Hadi kepada Suara Islam, Ahad (27/7) kemarin.

Jum'at malam (25/7), diawali dari tertangkapnya mahasiswa yang berada
di mess gang melinjo bernama Julius, dipergoki warga karena berusaha
mencuri pompa air. Dari rumah warga dia diamankan ke rumah Ketua RW.
Kemudian diserahkan ke petugas dan dibawa ke Polsek Pinangranti.

Tiba-tiba dari gang melinjo, ada warga melapor ke masjid kalau
rumahnya dilempari oleh mahasiswa SETIA. Kemudian, warga ingin
mengecek ke mess mahasiswa, ingin tahu alasan mengapa melempari rumah
warga. "Ada maling dari pihak mereka, kok seolah-olah mereka nggak
terima," ujar Risman.

Pada saat ingin mengecek, ternyata warga sudah disambut dengan batu
bata dan balok (di atas balok ada paku tajam). Ini seolah ada desain
dimana ada pemicu awal. Kemungkinan maling itu sebagai pemicu.

Warga yang merasa terserang akhirnya mundur. Menunggu petugas datang.
Begitu petugas datang, Massa yang ada ingin mengecek lagi kenapa
mahasiswa melempari warga, tapi justru dari pihak mahasiswa lebih
beringas akhirnya warga melayani. Terjadilah perang timpuk-timpukan.
Walhasil warga yang kalah karena warga dari bawah, sementara mereka
berada di tingkat 2 mess.

Hari Sabtu (26/7) pukul 1 pagi, massa dari warga  kembali ke masjid.
Kemudian dari arah bawah datang 6 orang berbaju hitam dan berkulit
gelap, memancing kisruh kembali dan dikejar oleh warga. Bentrok
kembali terjadi. Mereka mengaku dari polisi, tetapi saat diminta
ditunjukkan KTA tidak mau. Hal itu membuat curiga warga, bahwa mereka
itu provokator. Mereka pun dikejar oleh warga.

Keenam orang tak dikenal tersebut diduga bersembunyi di asrama
mahasiswa putri.Dari dalam asrama, terdengar provokasi dengan kata-
kata kasar, maka akhirnya warga spontanitas menyerang asrama.
Penyerangan tersebut semata-mata akibat provokasi.

Sabtu siang kondisi aman seperti keseharian biasa. Namun malamnya,
bentrok terjadi lagi. Sekitar 8 yang diduga preman dari pihak SETIA
terlihat petantang-petenteng bolak-balik di depan Masjid, sedangkan di
dalam Masjid ada pengajian. Salah satu dari mereka melempar masjid.
Warga pun mengejar mereka.

Delapan orang tersebut masuk kembali ke dalam asrama putri. Ternyata
di dalam asrama sudah ada sekitar seratusan orang. Melihat tersebut,
warga agresif lagi ingin menangkap orang tersebut. Kemudian terjadi
saling menyerang. Warga pada saat itu hanya membawa alat sekadarnya,
seperti gagang sapu dan pentungan. Sementara pihak mahasiswa Kristen
tampak lebih siap. Hal ini terbukti dengan adanya anak panah yang
diarahkan pada warga.

Walhasil 15 orang warga terluka, 2 orang terkena panah (panah tersebut
diduga berasal dari kupang). Panah tersebut berbau anyir, dan begitu
luka keluar darah hitam. 3 orang petugas terkena batu yang kebanyakan
terkena dari belakang. Karena posisi petugas dan warga berhadap-
hadapan.

Pihak yayasan kemudian memohon pihak kepolisian mengevakuasi mahasiswa
yang berada di sana. "Jadi, selesai bikin masalah, mereka minta
evakuasi," kata Risman. Dia pun sempat bersitegang dengan kepolisian,
menuntut preman yang berada di dalam asrama mahasiswi tersebut untuk
ditangkap.

Bentrok masih terjadi. Akhirnya polisi mengeluarkan gas airmata.
Evakuasi dilakukan, dan diduga ada sekitar 100 orang di dalam karena
petugas membawa mereka dengan menggunakan 3 truk.

Pantauan Suara Islam langsung dari lapangan di hari Ahad (27/7) siang,
kondisi kembali tegang setelah tertangkapnya 2 pemuda berkulit hitam
oleh warga. Mereka berusaha masuk ke dalam kampus SETIA. Sementara
itu, beredar isu akan datang preman Ambon dan Tanah Abang yang sengaja
dipanggil oleh pihak yayasan untuk mengamankan kampus.

Sorenya, Walikota bersama jajaran aparat setempat menggelar rapat.
Hasilnya, Walikota berjanji akan mengevaluasi keberadaan kampus SETIA
dan jika dimunginkan akan direlokasi dari Pinangranti. Malamnya, pihak
kepolisian mengevakuasi sekitar 1300 mahasiswa dari dalam kampus
SETIA. [ihsan/www.suara-islam.com]

http://www.suara-islam.com/content/view/221/54/

*) Any comment Zal?
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Situs 1 : http://myiqra.co.cc
Situs 2 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
    Mod : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke