Ass. WW
Anda mengatakan itu otak atik gathuk ya terserah saja.
Bagi saya tentu saja bukan itu. Berbicara masalah otak atik gathuk saat 
ini, sama saja berbicara dengan seorang yang sepertinya seorang pemula 
yang baru kenal masalah. Oleh karena itu sebaiknya anda pelajari seluruh 
apa yang telah saya tuliskan. Pada akhirnya memang selain ada orang yang 
yang diberi petunjuk oleh Allah SWT untuk dapat mengerti, akan ada pula 
orang yang tidak mengerti, tidak paham dan mungkin pula disesatkan oleh 
Allah SWTdan harus menjadi bagian yang harus pergi meninggalkan dunia ini. 
Dengan kata lain dapat saya katakan anda tidak sepaham dengan saya dan 
saya mengucapkan selamat jalan. Mungkin takdir anda harus meninggalkan 
dunia dalam keadaan tidak dapat memahami apa yang saya sampaikan.
Wassalam. 
Djarot 

alamat email: [EMAIL PROTECTED]



"IND, Sodikin, Achmad" <[EMAIL PROTECTED]> 
08/08/2008 01:59 PM
Please respond to
[email protected]


To
<[email protected]>
cc

Subject
RE: [Ar-Royyan-8046] Fw: Ada apa ? 8-8-'08








Ass WW,

 

Pak Jika menafsirkan al Qur’an jangan seperti Mushadeq atau Lia Edan dong 
pak..?

Atau pakai cara “othak athik Gathuk”

 

Bukannya Ulama Besar seperti Ibnu Katsir saja sangat berhati2 bahwa 
menafsirkan Ayat2 al Qur’an :

1.       Di sesuai dengan ayat ayat lain.

2.Disesuaikan dengan Hadist

3.Disesuikan dengan penafsiran Sahabat, karena para sahabat ini yang 
mengalami/hidup semasa nabi

4.Disesuikan dengan Ulama salaf…

 

Kalo mo othak athik gathuk, mending kita omongin “Togel” saja…!

 

 

Wassalam,

Achmad Sodikin

 




From:[EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, August 08, 2008 11:18 AM
To: [email protected]
Subject: [Ar-Royyan-8046] Fw: Adaapa ? 8-8-'08 

 


Jawaban pertanyaan dari Pak Heru Sutikno. Semoga berguna.   


Ass WW. 

Tanggal 8-8-08' atau 8 Agustus (bulan ke 8) 2008 M = 6 Shabaan (bulan ke 
8) 1429 H 

Memberikan petunjuk pada suratke 6 dalam Al Qur'an yaitu al An'aam 
(Binatang Ternak) pada ayat 8 dan seterusnya sbb : 

Dan mereka berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya  malaikat ?" dan 
kalau Kami turunkan  malaikat, tentulah selesai urusan itu, kemudian 
mereka tidak diberi tangguh. (QS Al An'aam (6) ayat 8) 
Malaikat Jibril sudah turun lagi ke dunia dan ini berarati masa 
penangguhan tidak akan diberikan lagi. Urusan dengan 4.232 milyar orang 
zalim akan diselesaikan. 

Dan kalau Kami jadikan rasul itu malaikat, tentulah Kami jadikan dia 
seorang laki-laki dan , tentulah Kami meragu-ragukan atas mereka apa yang 
mereka ragu-ragukan atas diri mereka sendiri. (QS Al An'aam (6) ayat9) 
Seorang pemberi peringatan akan kejadian almahamah yang merupakan solusi 
global warming dan mengulang kembali pekerjaan menyampaikan ayat-ayat Al 
Qur'an saat ini adalah seorang manusia biasa laki-laki dan bukan malaikat. 
Secara kebetulan seorang pemberi peringatan itu adalah penulis. 
  
Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka 
turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan 
 olok-olokan mereka. (QS Al An'aam (6) ayat10) 
Jika ada yang mencemoohkan apa yang penulis sampaikan tentang rangkaian 
peristiwa dalam almahamah yang juga solusi global warming, maka itu 
berarti apa yang penulis sampaikan adalah benar dan sebentar lagi 
rangkaian peristiwa dalam almahamah akan membinasakan orang-orang yang 
mencemohkan itu. 

Jadi begitulah petunjukknya dari ayat 8 sampai 10 Surat Al An'aam yang 
semakin menegaskan almahamah sebagai solusi global warming akan terjadi 
dan dimulai dalam waktu dekat ini. 

Wassalam 
Djarot D. 





Heru Sutikno <[EMAIL PROTECTED]>

08/05/2008 01:05 PM 



To


[EMAIL PROTECTED] 


cc


 


Subject


Adaapa ?


 


 


 










Pak Djarot, 

Mana tulisan yang baru ?

Adaapa tanggal   08-08-08 ? 

Adakah analisa anda ? 

Rgds, 

HS 









 

Kirim email ke