11/08/2008 06:09 Cabe Rawit

Produk Menarik dari Limbah Plastik Multilayer 

Liputan6.com, Ciledug: Berangkat dari ide menciptakan usaha yang peduli 
lingkungan serta membuka lapangan pekerjaan baru, Aswin, warga Ciledug, 
Tangerang, memanfaatkan limbah plastik multilayer menjadi aneka tas dan produk 
yang menarik. Keunggulan produk Aswin terletak pada warna yang otomatis sesuai 
dengan merek dan kemasan yang digunakan. Selain itu, produk tersebut juga kuat 
dan tahan lama. 

Hal itu wajar mengingat limbah plastik multilayer merupakan salah satu sampah 
yang tak bisa didaur ulang. Bahkan sebelum usaha Aswin berdiri, sejumlah 
pemulung mengaku jenis sampah tersebut tak laku dijual. Karena itu Aswin 
mengatakan tulang punggung usaha yang ia jalani adalah pemulung. Sebab para 
pemulung tersebut yang menyuplai bahan baku bagi usaha Aswin.

Menurut salah satu pemulung, Rasini, ia mendengar dari temannya bahwa tempat 
usaha milik Aswin mau membeli limbah plastik yang selama ini tak laku dijual. 
Hingga kini, ia meruapakn salah satu penyuplai sampah plastik itu dengan 
dihargai Rp 4.000 per kilogram. "Lumayan buat nambah-nambah uang dapur," tutur 
Rasini.

Sedangkan dalam proses produksi, Aswin mengatakan ada dua jenis pekerjaan yang 
harus dilalui. Pekerjaan itu dibedakan menurut yang membutuhkan keahlian, 
seperti menjahit atau tidak membutuhkan keahlian, seperti mencuci dan memotong 
plastik multilayer. 

Menurut salah satu penjahit, Edi Apipudin, ia sudah berpengalaman menjahit 
selama 15 tahun. Itu mulai dari pakaian hingga jok pesawat terbang. Namun Adi 
mengaku keahliannya trk menjamin ia bisa menjahit bahan plastik multilayer 
tersebut. "Bahannya tidak biasa" kata Edi. Hal itu kemudian dibenarkan oleh 
Aswin. 

Menurut Aswin, dalam pembuatan produk kemasan multilayer ini tidak bisa buat 
langsung jadi. "Penjahit harus menyesuaikan diri dengan cara membuat, melipat 
hingga menjahit," imbuh Aswin. Hal itu karena plastik kemasan multilayer 
memiliki karakteristik tertentu.

Adapun kemasan itu nantinya akan menjadi beragam produk, seperti aneka macam 
tas dan payung. Tentu usaha ini juga mengharapkan kontribusi masayarakat untuk 
memisahkan sampah kering dan basah, kemudian dipisahkan lagi menurut jenis 
sampah kemasan multilayer tersebut.

Untuk pemasarannya, lanjut Aswin, ia merambah pasar lokal maupun internasional. 
Namun, sambutan pasar lokal tak sebaik sambutan pasar internasional. Itu 
disebabkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap lingkungan hidup masih 
sangat kurang. Bagi Aswin, itu sangat berbeda dengan orang luar negeri. "Mereka 
malah senang dengan produk dari sampah" kata Aswin. Dengan begitu, mereka 
menganggap bisa lebih mempertahankan bumi ini.(IKA/Julianus Kriswantoro)

Aswin Aditya 0817.6578.765
Komplek Pondok Surya Blok U No.2
Ciledug, Tangerang. 

Kirim email ke