Kamis, 04/10/2007 14:56 WIB
Di Riau, Ada Tradisi Menikah di Malam Lailatul Qadar
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Pekanbaru - Umat muslim sangat menunggu datangnya malam lailatul
qadar, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadan. Tapi ada yang
unik, di Riau, malam laitul qadar justru dimanfaatkan muda-mudi
untuk pernikahan mereka. Mantap!

Kaum muslimin meyakini malam lailatul qadar memiliki arti khusus
dan istimewa. Malam lailatul qadar disebutkan akan turun 10 hari
di akhir Ramadan, tepatnya di malam ganjil. Lantas sebagian
masyarakat muslim, khususnya, di Kabupaten Indragiri Hilir
(Inhil), Riau meyakini malam laitaul qadar jatuh pada 21 Ramadan.

"Memang tidak ada yang berani memastikan kapan datangnya malam
lailatul qadar itu. Tapi dari dulu sebagian masyarakat di Inhil
meyakini lailatul qadar jatuh 21 Ramadan. Karenanya malam
lailatul qadar sangat dinanti-nantikan semua orang Islam," kata
Dani M Noer, anggota DPRD Inhil dalam perbincangan dengan
detikcom, Kamis (4/10/2007).

Menurut M Noer dari Fraksi PKB itu sebagian warga di Inhil,
menjadi malam lailatul qadar sebagai momen penting untuk hari
pernikahan. Fenomena ini sampai sekarang masih ada yang
melakoninya untuk menikah di malam lailatul qadar.

"Sebagian muda-mudi di daerah kami mengharapkan pernikahan mereka
di malam lailatul qadar itu. Tingginya animo masyarakat menikah
pada malam 21 Ramadan sangat dipengaruhi keyakinan bahwa menikah
saat malam lailatul qadar itu pasti akan penuh berkah dan rahmat
dari Allah SWT," M Noer.

Menurut dia, data yang diterima dari Kantor Urusan Agama
Tembilahan ibukota Inhil, malam laitaul qadar 21 Ramadan 1428 H
beberapa hari yang lalu, ada 24 pasangan yang telah dinikahkan di
malam lalatul qadar.

"Kebiasaan menikah di malam lailatul kodar ini sudah menjadi
tradisi sejak ratusan tahun silam. Karena malam itu dianggap
malam yang paling memiliki ramhad dan hidayah dari Allah
dibanding malam-malam lainnya. Karena itulah, malam penuh rahmad
dijadikan hari pernikahan muda-muda untuk mendaparkan berkah dari
Allah," terang M Noer.

Jadi, menurut M Noer, pernikahan dimalam laitul kadar ini bisa
berlangsung di KAU dan juga di rumah calon pengantin. Jadi jangan
heran, kalau dimalam laitul qadar kantor KUA di Tembilahan tetap
melayani proses penikahan malam hari. Proses pernikahan juga akan
dilayani ke rumah calon pengantin.

"Untuk mendukung semua itu, Pemda Inhil memberikan kendaraan
operasional bagi petugas KUA. Kendaraan yang diberikan itu untuk
melayani kepada masyarakat. Jadi kalau KAU diminta untuk
menikahkan malam hari ke rumah calon pengantin, mereka siap
melaksanakan jalannya pernikahan dengan menggunakan mobil
operasional tadi," terang M Noer. (cha/asy)

        -- A. Yahya Sjarifuddin


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: Seandainya tidak menyusahkan 
umatku, niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak 
shalat. (HR. Muslim) 

Kirim email ke