Outbound Bisa Cerdaskan Anak 

 
NETIZEN, Akhir-akhir ini, kegiatan di alam terbuka atau yang sering dikenal 
dengan istilah outbound banyak diminati berbagai kalangan. Baik oleh karyawan 
di perusahaan, LSM, maupun sekolah-sekolah. Tidak hanya di sekolah menengah, 
bahkan anak-anak usia TK pun sudah diajak melakukan aktivitas semacam ini.

Di Bogor, beberapa sekolah TK membawa murid-muridnya ke kawasan Situgede untuk 
"ber-outbound ria". Di lokasi ini tersedia media belajar alami yang lengkap 
dengan ukuran yang proposional untuk anak-anak TK meliputi hutan tropis, danau, 
sungai , kolam ikan, stasiun klimatologi, pembibitan ulat sutra dan tentunya 
kampung kecil yang bersih dan nyaman.

Desain aktivitasnya divariasikan sedemikian rupa sehingga seluruh aspek 
pembelajaran tercakup, meliputi permainan ice breaking, permainan kompetisi 
antar kelompok, pengembangan motorik anak secara individual, pengenalan unsur 
alam sekitar dan lain-lain. Kesemuanya dikemas dalam suasana yang fun khas 
anak-anak. Aktivitas semacam ini merupakan pengembangan seluruh potensi 
kecerdasan anak yang disebutkan dalam multiple intelligence (kecerdasan jamak).

Menurut Thomas Amstrong PhD dalam bukunya yang berjudul Setiap Anak Cerdas!, 
ada dalam diri seorang anak dapat dikembangkan 8 kecerdasan yang meliputi 
kecerdasan linguistic, logis-matematis, spasial, kinestetik-jasmani, musical, 
antarpribadi, intrapribadi dan natural. Kedelapan kecerdasan ini satu sama lain 
tidak ada yang bisa dikatakan lebih unggul dibandingkan dengan yang lain.

Metode pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kecerdasan jamak seperti ini 
adalah Metode Pembelajaran Tematik. Dengan mengambil suatu tema tertentu, 
keseluruhan jenis kecerdasan akan diasah dan dikembangkan. Kegiatan outbound 
menjadi salah satu tema yang menarik untuk dipilih adalah sebagai metode 
belajar. 

Ketika murid-murid TK tersebut di atas mengikuti outbound, rangkaian kegiatan 
merupakan implementasi pengembangan multiple intelligence yang lengkap. Pada 
awal kegiatan, anak-anak diajak untuk melakukan kegiatan ice breaking terlebih 
dahulu. Contohnya adalah permainan membentuk huruf-huruf dengan badannya 
merupakan suatu bentuk melatih kecerdasan linguistic.

Kecerdasan logis matematis dilatih dengan permainan menangkap ikan di kolam dan 
menghitung jumlah ikan yang ditangkap. Permaianan soft orienteering dilakukan 
dengan cara anak-anak diminta mengikuti tanda arah panah untuk mencapai suatu 
tujuan tertentu, akan mengasah kecerdasan spasial.

Untuk menumbuhkan kecerdasan kinestetik jasmani, berbagai permainan dilakukan 
seperti misalnya panjat jaring, meniti tali, flying fox, merayap, berayun bak 
tarzan, dan small climbing. Sedangkan kecerdasan musical dilatihkan ketika 
sedang hiking, anak-anak diajak menyanyikan lagu yang sesuai misalnya lagu 
naik-naik ke puncak gunung atau menanam jagung.

Pada kegiatan outbound, permainan tidak hanya dilakukan secara pribadi tetapi 
juga kelompok. Ada permainan kompetitif yang seru dan membuat anak saling 
membentuk kerjasama kelompok. Contoh-contoh permainan kompetisi yang dilakukan 
seperti transfer bola, busa berjalan dan karpet terbang akan menumbuhkan 
kecerdasan antarpribadi dari anak-anak.

Di sela-sela aktivitas yang menguras tenaga, anak-anak diminta untuk membuat 
kolase dengan menggunakan bahan-bahan dari alam sekitar. Kegiatan ini akan 
membuat anak memahami betapa beragamnya ciptaan Tuhan di tengah lingkungan yang 
alami. Pada jenis kecerdasan yang disebut oleh Thomas Amstrong sebagai 
kecerdasan natural, tentu saja ini adalah the last but not the least at all. 
Karena alam terbuka itu sediri merupakan media belajar. Ketika anak-anak 
berinteraksi langsung dengan tanah, air, daun, dan ikan adalah saat yang tepat 
bagi anak-anak lebih mengenali dan menghayati alam melalui seluruh panca 
inderanya.



Pengirim 


Roller Sitawati Ken Utami
Pondok Permata Sari Blok A7/5, Tonjong Bogor 16320
Pekerjaan : Staf HRD SMA Dwiwarna (Boarding School) Parung, Bogor

<<20080818095334.jpg>>

Kirim email ke