8 Amalan Menyambut Ramadhan
Diposting oleh Zulhamdi M. Saad, Lc
Hanya tinggal beberapa hari lagi bulan ramadhan akan menjelang. Datangnya
bulan keberkahan dan ampunan memberikan harapan untuk meraih segala kebaikan
yang ada di dalamnya. Inilah saatnya untuk menggapai keampunan Allah.
Bagaimanakah rumah setiap muslim mempersiapkan diri menyambut ramadhan? Ada
delapan amal yang perlu kita siapkan untuk menyambut bulan mulia ini agar
ramadhan kita kali ini benar-benar lebih berarti.
Pertama: Menyediakan waktu untuk muhasabah diri.
Hendaklah setiap muslim yang akan menyambut ramadhan mulai menghitung-hitung
amal dan dosa yang telah ia lakukan selama setahun ini. Apakah ramadhannya
tahun lalu telah memberikan kepadanya sinergi untuk melalui sebelas bulan
yang kini hampir berlalu?
Menghitung-hitung diri saat menjelang datangnya ramadhan menjadi sangat
penting, sehingga setiap muslim akan mempunyai azam yang lebih kuat lagi
untuk berupaya menggunakan ramadhan kali ini hanyalah untuk kebaikan dan
menggapai segala rahmat dan ampunan Allah yang ada di dalamnya.
Allah menegaskan di dalam surat Al- Hasyr :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا
قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ
أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap
jiwa melihat kepada dirinya apa yang telah ia persiapkan untuk hari esoknya,
dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang
kalian kerjakan. Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang
melupakan Allah sehingga Allah melupakan diri mereka, merekalah orang-orang
yang fasik. (Al-Hasyr: 18-19)
Kedua: Memperbanyak istighfar dan taubat.
Setiap anak adam pasti pernah salah dalam kehidupannya. Iman yang selalu
naik dan turun, perjalanan hidup yang banyak godaan pasti akan membuat anak
adam pernah terpeleset sehingga terkotori oleh dosa, dan kotoran itu perlu
dibersihkan. Maka istighfar dan taubat adalah pembersihnya.
Ketiga: Melatih diri dan anak-anak dengan ibadah romadhan di bulan sya'ban.
Seperti melatih berpuasa, membaca Al-Quran, qiyam, sedekah. dan lain
sebagainya.
Dari Aisyah ra, ia berkata: "Tidaklah saya melihat Rosulullah menyempurnakan
satu bulan puasa kecuali ramdhan, dan tidaklah saya melihat Rosulullah yang
paling banyak puasanya kecuali di bulan sya'ban. (HR. Bukhori)
Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan sya'ban ia berkata: "ini adalah
bulan para pembaca Al-Quran".
Keempat: Memperbaiki hubungan dengan saudara dan keluarga.
Allah berfirman : فاتقوا الله وأصلحوا ذات بينكم
"Bertakwalah kepad Allah dan perbaiki hubungan diantara kalian".
Memperbaiki kembali hubungan dalam keluarga menyambut ramadhan akan semakin
menambah keharmonisan dalam keluarga ketika menjalankan ibadah puasa, karena
hati yang bersih akan semakin suci. Maka menjelang ramadahn saatnya untuk
saling meminta maaf dan memaafkan.
Kelima: Menjalin silaturrahim dengan tetangga.
Mendekati bulan yang penuh berkah hendaklah juga mulai menjalin kembali
silaturrahim dengan teman-teman dan para tetangga, sehingga ketika kita
mulai menjalin hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama telah menjadi
baik. Dengan demikian kenyamanan jiwa akan benar-benar dirasakan ketika
berpuasa.
Keenam: Mempersiapkan bekal keperluan selama bulan ramadhan.
Sehingga ketika telah berada di bulan ramadhan diharapkan waktu yang ada
dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk memperbanyak ibadah dan tilawah.
Ketujuh: Menghiasi rumah dengan ayat-ayat dan hadist-hadist berkenaaan
dengan keutamaan puasa dan ucapan-ucapan menyambut ramadhan. Karena tulisan
dan ucapan-ucapan itu akan memberikan motivasi dan kesiapan untuk menyambut
bulan yang mulia dan mengisinya dengan ibadah.
Kedelapan: Menambah ilmu dengan membaca buku-buku berkenaan dengan ramadhan.
Sehingga diharapkan dapat melaksanakan tuntunan ibadah puasa dengan benar,
terhindar dari kesalahan-kesalahan yang dapat membatalkan ibadah puasa atau
mengurangi nilainya.
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, Puasa yang paling utama
setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah al-Muharram. (HR. Muslim)
dan di dalam hadits yang lain beliau juga bersabda, Puasa Asyura menghapus
kesalahan setahun yang telah lalu. (HR. Muslim).