Imam Shalat Tarawih Jangan Abaikan Syarat dan Rukun

Rabu, 27 Agu 08 08:10 WIB

Ibadah shalat baik itu wajib maupun sunnat tanpa alasan apapun
harus dilaksanakan secara tertib dan khusu'. Akan tetapi sering
kali untuk shalat tarawih hal tersebut diabaikan, karena itu para
imam yangakan memimpin shalat tarawih diingatkan untuk
memperhatikan syarat dan rukun di dalam shalat.

"Shalat tarawih sama halnya dengan shalat-shalat lainnya yang
harus mengikuti syarat dan rukun shalat. Karena itu seorang imam
harus bertanggung jawab terhadap sah atau tidaknya shalat, " kata
Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia, KH Nuril Huda, di
Jakarta.

Menurutnya, kebiasaan shalat tarawih sebanyak 23 rakaat sering
menjadi penyebab kurang diperhatikannya rukun tertibn dalam
menjalankan shalat, adahal tertib merupakan bagian yang tidak
dipisahkan dari rukun shalat.

Nuril mencontohkan, seharusnya shalat itu disempurnakan setiap
gerakannya, misalnya, dalam hal ruku, harus sampai lurus, dan
selesaikan bacaannya, karena mengejar waktu maka hal itu tidak
dilakukan dengan sempurna."

"Jangan baru mulai ruku', belum sempurna ruku' sudah bangun.
Demikian juga dengan penyempurnaan gerakan lainnya, " ujarnya.

Ia mengaku, pernah menegur dengan teguran yang sangat halus
terhadap imam yang memimpin shalat tarawih dengan karena terlalu
cepat, karena merasa prihatin shalatnya hanya dijalankan tanpa
dihayati maknanya.

Nuril Huda juga mengingatkan kepada seluruh umat Islam untuk
tidak mempersoalkan jumlah rakaat dalam shalat tarawih. Sebab,
masing-masing orang memiliki alasan dan landasan hukumnya, yang
sama-sama kuat.

Ia mengimbau kepada seluruh kaum muslim, sebelum menghadapi bulan
suci Ramadhan ini hendaknya betul-betul mempersiapkan diri. Salah
satunya adalah melakukan silaturahmi dan minta maaf terhadap
kedua orang tua, sanak saudara, dan juga tetangga.

"Karena itu sebelum memasuki bulan suci ini segala sesuatu yang
terkait dengan persoalan antarmanusia hendaknya diselesaikan, "
imbuhnya. (novel)


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Saad bin Abi Waqqash berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah saw, 
Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya? 
Nabi saw menjawab, Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan
yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. 
Kalau agamanya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila 
imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus 
sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa. (HR. Al Bukhari)

Kirim email ke