Aww, Koq sepi milis ya? kalo di TV bulan ramadhan acara islami nambah banyak, tapi kalo di milis kita koq malah sepi ya he..he..he.. Baiklah, ini ada tulisan menarik, biar gak sepi. www Lana's _____
From: Bayu Saptorini Sent: Tuesday, September 02, 2008 7:51 AM To: Marcus Sugeng Sutanto; Margareta Idha Sulistiani; Tetranti Ratnasari; Lili Susanti; Henny Purwaningtyas; Yetti Yusmiarti; Viktor Pelawi; Adlis Ristiardi; Biwodorukmi Pradiptowati; Tutut Wulandari; Sri Mulyono; Sri Murtini; Sri Taji Subarkah; Innawati; Ida Jubaidah; Ummy Kusmawati Subject: FW: 2008 MEMBAWA MANFAAT DI MANA KITA LAHIR > Ini bagus juga,, > Mohon disorry, jika sudah pernah menerimanya, soale ini bagus seh. > Kisah... > > Seorang professor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. > Disana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, > Ralph, penjemputnya di bandara. > Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan > bagasi. > > Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal dilakukannya. > Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian > mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. > > Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.. > Setiap kali, ia kembali ke sisi sang professor dengan senyum lebar > menghiasi wajahnya. > > Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu ? tanya sang professor. > > Melakukan apa ? tanya Ralph. > Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu ? desak sang professor. > > Oh itu..kata Ralph, "selama perang ...... Saya kira, perang telah > mengajari saya banyak hal." > > Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. > Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia > harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di > depan matanya. > > Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah. katanya ...... > > Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, > sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya > lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki serta mensyukuri langkah > sebelumnya. > > Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya > kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.. Kelimpahan > hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana > kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain. > > Nilai manusia ......tidak ditentukan dengan bagaimana ia mati, melainkan > bagaimana ia hidup. > Kekayaan manusia bukan apa yang ia peroleh, melainkan apa yang telah ia > berikan. > > Selamat menikmati setiap langkah hidup Anda dan BERSYUKURLAH SETIAP > SAAT....... > > Banyak orang berpikir bagaimana mengubah dunia ini. > Hanya sedikit yang memikirkan bagaimana mengubah dirinya sendiri.. > ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Syuraih bin Hani berkata: Aku pernah bertanya kepada Aisyah Radhiallaahu anha : Apa yang pertama sekali dilakukan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam setiap kali memasuki rumahnya? Aisyah Radhiallaahu anh menjawab: Beliau Shalallaahu alaihi wasalam memulainya dengan bersiwak. (HR. Muslim).

