---------- Pesan terusan ----------
Dari: arda dinata
Tanggal: 4 September 2008 22:30

Menjaring Finansial dalam Ramadhan

Oleh: ARDA DINATA
http://ardanews.blogspot.com

Ramadhan adalah bulan suci penuh berkah. Pada bulan ini, telah
tersebar berkah yang bisa kita raih. Tidak saja berupa pelipat gandaan
pahala, kenikmatan nilai-nilai ruhiah, juga yang tidak kalah
diperlukan untuk kehidupan dunia dan membangun bekal untuk akherat
ialah keberkahan finansial.

Kalau kita cermati dan tafakuri akan kita temui, bahwa begitu banyak
dan tersebar luas ladang amal bisnis yang bisa kita lakukan dalam
mendulang finansial di bulan Ramadhan ini. Ladang amal tersebut, tidak
lain ialah kita menyebar bisnis bernuansa aktivitas di bulan Ramadhan.

Adapun peluang bisnis (kecil-kecilan tapi hasil besar) yang bisa kita
jaring adalah berupa hampir semua aktivitas yang mendukung ibadah
puasa. Sebagian kecil bisnis tersebut adalah berjualan dalam bentuk
menjual peralatan ibadah dan pakaian muslim (mulai dari anak-anak
sampai orang tua); berjualan makanan berbuka puasa dalam bentuk siap
saji dan makanan untuk sahur; berjualan buku, majalah, kaset, VCD
islami; berjualan kartu lebaran (kreatif); berjualan paket parsel
lebaran (berupa makanan, kue, buku-buku, kaset, VCD islami, dll);
berjualan kue lebaran; dll.

Berkait dengan berjualan ini, saya teringat akan prinsip hidup dari
orang tuanya ibu Riana –pengusaha surabi Imut di kawasan Bandung
Utara—yang mengatakan bahwa "Kalau kita bisa berjualan, maka kita
tidak akan susah hidup," katanya dalam seminar sehari bertajuk
"Bagaimana memulai dan membangun bisnis," yang diadakan oleh Community
of Business, di Bandung belum lama ini.

Ibu Riana dalam memulai bisnisnya didorong oleh sebuah motivasi bahwa
ia hanya untuk menghidupi kebutuhan anak. Adapun prinsip yang
dipegangnya dalam berusaha adalah pastikan bahwa apa yang kita lakukan
itu halal untuk menghidupi keluarga kita. Sehingga, biarkanlah orang
lain mau bilang apa? "Karena yang pasti, orang lain itu tidak perduli
apa-apa, jika (keluarga) kita tidak makan," ungkapnya.

Untuk itu, dalam memulai sebuah bisnis, ibu Riana berpesan agar
lakukanlah dengan cara seminimal mungkin modal. Karena dengan modal
kecil, maka resiko bisnis kita kecil. Tapi, kalau untuk keuntungan
maka kita tidak mau kecil-kecil tentunya.

Sementara itu, menurut Hj Feny Mustafa –pendiri PT Shafira—menuturkan,
bahwa dalam berbisnis itu seperti makan pedes (cabai). Yakni ingin
selalu mencoba terus. Dan beliau menyarankan kepada siapa pun dalam
memulai bisnis itu harus memiliki visi dan informasi yang valid. Di
samping tentunya dalam memulai bisnis, maka pilihlah bisnis yang kita
sukai dan kita bisa.

Untuk itu, peluang sudah di depan mata. Andakah sebagai peraih bisnis
di bulan Ramadhan itu? Ingat, kesuksesan finansial itu tidak akan Anda
raih, apabila tidak diawali dengan memulai. Bukankah sebuah garis itu
dimulai dengan sebuah titik! Bagunlah hai… jiwa wirausaha, dengan
memulainya berupa berbisnis di bulan Ramadhan (baca: kreativitas
berjualan). Karena berjualan sesuatu yang halal itu merupakan
perbuatan mulia dan dimiliki manusia sejak lahir. Jadi, tunggu apa
lagi!!!

Dalam hal ini, agar kegiatan 'menjual' mencapai harapan, maka kita
harus berlandaskan pada sendi-sendi 'menjual' yang diajarkan dalam
Islam (misalnya harus jujur, tidak menipu, berakhlak mulia, dll.).
Selain itu, seharusnya kita juga terlebih dahulu harus mengetahui
tahapan-tahapan dalam seni 'menjual'. Tahapan dalam seni 'menjual' ini
dalam istilah manajemen penjualan lebih dikenal dengan istilah AIDA
(Attention = perhatian, Interest = minat, Decision = pengambilan
keputusan, dan Action = tindakan) atau IDAC (Interest, Desire, Action,
dan Closing).

AIDA merupakan tahapan proses yang dialami oleh seorang pembeli, dari
mulai sikap cueknya terhadap sesuatu kegiatan proses 'menjual' yang
Anda lakukan, sampai tindakan para konsumen membeli produk itu.
Menurut konsep AIDA, seorang yang 'menjual' dituntut untuk pro active.
Artinya ia tidak boleh menunggu seseorang dengan rela membeli produk
yang dipasarkannya. Seorang yang 'menjual' harus selalu berusaha
menarik perhatian calon pembeli agar timbul minatnya terhadap sesuatu
yang Anda tawarkan. Kemudian setelah itu, Anda membantu para konsumen
mengambil keputusan agar ia rela mengeluarkan uangnya.

Sebagai contoh penerapan AIDA, marilah kita amati langkah-langkah yang
dilakukan oleh seorang profesional dalam menjual VCD, seperti
diungkapkan oleh Ir Permadi Alibasyah (1999: 171) yaitu pertama-tama
ia menghiasi tokonya dengan bendera warna-warni; kemudian memasang
sound system sekeras-kerasnya (baca: dalam tahap yang tidak
mendzolimi/ mengganggu orang lain-Pen) sehingga suaranya menggelegar
terdengar di kejauhan (Attention). Orang yang terkena daya tarik ini,
menjadi berminat menghampiri tokonya. Kedatangannya segera disambut
ramah dengan memperkenalkan berbagai jenis VCD player yang ada;
sekaligus memperagakan kecanggihan-kecanggihannya (Interest).
Selanjutnya calon pembeli itu digiringnya ke proses pemilihan
alternatif, yaitu membantunya memilihkan VCD yang sesuai dengan selera
dan kemampuan kantongnya (Decision). Bila calon pembeli itu merasa
cocok, maka tentunya transaksi jual beli akan terjadi (Action).

Sementara itu konsep IDAC kelihatannya tidak jauh berbeda dengan AIDA.
Yakni pertama-tama berupa Interest (minat, menarik perhatian), artinya
dalam menawarkan sesuatu barang/ jasa yang akan kita jual, maka kita
diusahakan dapat bersifat menarik. Setelah ada rasa ketertarikkan,
kemudian usahakan agar para konsumen menjadi Desire (berhasrat).
Apabila para konsumen telah mempunyai rasa tertarik dan didukung oleh
rasa berhasrat, ini pertanda 65 persen usaha kita akan berhasil. Untuk
itu, cepat-cepatlah Anda lakukan Action (tindakan). Yakni dengan
mengatakan mau pesan/ ambil berapa, tiga atau empat, ….dan jangan
mengatakan beli atau tidak. Setelah ketiga tahapan tersebut Anda
lakukan, maka langkah selanjutnya adalah cepat-cepatlah Anda melakukan
Closing (menutup), dengan mengatakan "Permisi, maaf…. barangnya saya
bungkus atau barangnya diantarkan ke mana (umumnya untuk transaksi
pembelian lewat telepon)?"

Selamat mencoba seni 'menjual' di bulan Ramadhan tersebut dan semoga
usaha 'menjual' kita mendapat ridha-Nya serta sukses selalu. Amin.
Wallahu a'lam.***

(Arda Dinata, Pengusaha Kliping pada MIQRA BUMI INSPIRASI, Bandung).

Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam
(MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com.

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Allah tidak akan menambah seseorang yang suka memberi maaf melainkan dengan
kemuliaan (HR Muslim).

Kirim email ke