---------- Forwarded message ----------
From: arda dinata <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue, 9 Sep 2008 09:26:32 +0800 (SGT)
Subject: [mediabaca] ARDA IQ PUBLISHING] Silaturahmi, Panjang Usia dan Rizki
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
media baca <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED]




[ARDA IQ PUBLISHING] Silaturahmi, Panjang Usia dan Rizki


Oleh: ARDA DINATA
http://ardanews.blogspot.com

"MAUKAH kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada
shalat dan shaum?" tanya Rasulullah Saw. kepada sahabat-sahabatnya.

"Tentu saja," jawab mereka.

Rasulullah kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar,
menyambung persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali
saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam
Islam, dan mengukuhkan ukhuwwah di antara mereka adalah amal shaleh
yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan
dibanyakkan rizkinya, hendaklah ia menyambung persaudaraan." (H.R.
Bukhari dan Muslim).

Kegiatan silaturahim ini akan terasa sekali pada bulan Syawal atau
sesudah Idul Fitri, bila dibandingkan pada bulan lainnya. Padahal,
pemahaman silaturahmi itu tidak membedakan bulan dan situasional.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, silaturahmi diartikan
persaudaraan, persahabatan. Dari sini masih bisa dikembangkan menjadi
berkunjung, mendatangi, mengeratkan tali kasih, bahkan bisa diperluas
lagi dengan saling berkomunikasi (tukar pikiran), curhat (menyampaikan
isi hati), dan saling memaafkan.

Menyikapi dan merenungi hadits di atas, Islam lebih dulu memberikan
kunci bagi mereka yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan
rizkinya. Yakni, menyambung persaudaraan. Bagaimana aplikasinya?

Ilmu Barat mengatakan, "Inti dari hidup adalah gerak." Dengan
demikian, siapa orangnya yang sering melakukan gerak, maka ia akan
hidup. Karena dengan gerak organ tubuh juga ikut bergerak. Sehingga
jantung akan memompakan darah ke seluruh tubuh kita. Kaitannya dengan
silaturahmi, maka orang yang sering melakukan silaturahmi terhadap
sesamanya. Baik teman, kenalan, tetangga, orangtua, dan lainnya, maka
ia akan selalu melakukan gerak pada organ tubuhnya. Otomatis organ
tubuhnya menjadi hidup, yang akhirnya berkorelasi kepada
'memperpanjang' usia hidupnya sebatas kehendakNya.

Dari hubungan silaturahmi juga, akan mendatangkan banyak rizki yang
tidak disangka-sangka kepada siapa pun yang melakukannya. Rizki yang
bagaimana? Itu hak perogatif Allah SWT. Yang jelas, dari silaturahmi
ini akan terjadi dialog, pembicaraan tentang sesuatu hal. Di sini
tentunya, akan terjadi transper ilmu pengetahuan dari apa-apa yang
diobrolkannya. Ilmu pengetahuan itu, juga merupakan rizki. Lalu, kita
dijamu misalnya. Itu juga merupakan rizki. Belum lagi, jika dari
pertemuan itu berlanjut dengan kesepakatan kerjasama untuk berusaha
atau berbisnis. Bukankah itu suatu rizki? Dan masih banyak yang
lainnya. Yang pasti, niatan kita ikhlas mengharap ridho Allah. Allah
Maha kaya dan Maha segala-galanya.

Jadi, kunci bagi panjangnya usia kita dan terbukanya rahmat dan inayah
(pertolongan) Allah untuk keluar dari jeratan krisis yang melilit
bangsa ini, tidak lain ukhuwwah Islamiyah. Karena, bagaimanapun
besarnya umat Islam di Indonesia, sama sekali tidak ada artinya.
Benar-benar laksana buih di lautan yang dengan mudah terombang-ambing
oleh gelombang, apabila tidak mau berpegang teguh pada tali Allah dan
menegakkan konsep Iftihadul Ummah (persatuan ummat).

Oleh karena itu, janganlah mengumbar fitnah dan cacian yang tidak bisa
membuktikannya terhadap sesama Muslim. Sebab, hal ini bisa jadi hanya
akan merusak amalnya sendiri di yaumil akhir nanti.

Kita hendaknya, harus mempersibuk dengan memperhatikan aib sendiri.
Siapa tahu, orang yang kita benci itu kedudukannya lebih tinggi di
sisi Allah dari pada kita? ***

Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam
(MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com.

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Al Bara radhiyallah anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 
memiliki dada yang bidang dan lebar, beliau Shalallaahu alaihi wasalam memiliki 
rambut yang terurai sampai ke cuping telinga (bagian bawah telinga), saya 
pernah menyaksikan beliau mengenakan pakaian berwarna merah, belum pernah saya 
melihat sesuatu yang lebih indah daripada itu. (HR. Al-Bukhari) 

Kirim email ke