Duch. RAMADHAN akan segera Berakhir.
Saudaraku..

Ramadhan 1429 H tinggal menghitung hari. Saatnya mengevaluasi diri kita 
masing-masing, sudah optimalkah kita memanfaatkan momentum ini untuk 
meng-upgrade dan meningkatkan diri kita sebagai seorang manusia. Sudah penuhkah 
hari-hari kita dengan amalan dan ibadah sebagaimana yang dicontohkan oleh 
Rasulullah Muhammad SAW. Ataukah justru banyak waktu yang terbuang sia-sia 
tanpa ada nilainya. Sudah yakinkah diri kita, bahwa kita akan diwisuda oleh 
Allah SWT menjadi manusia suci yang bersih dari dosa di hariyang fitri nanti. 
SUdah yakinkah kita bahwa segala dosa kita sudah diampuni oleh Allah SWT.

Saudaraku.

Ingatkah kita pada satu hadits yang disampaikan oleh RAsulullah Muhammad SAW, 
bahwa salah satu gologan yang didoakan oleh Malaikat Jibril dan di amiinkan 
oleh Rasulullah akan menjadi manusia yang celaka dunia akhirat adalah manusia 
yang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk membersamai Ramadahan, tetapi 
selepas Ramadhan masih banyak dosa yang belum diampuni oleh Allah SWT, bukan 
karena Allah yang tidak mengampuni, tetapi lebih karena kesombongan dan 
keangkuhan manusia. Naudzubillah min dzalik.


Saudaraku,..

Kesempatan dan harapan itu itu masih ada, harapan untuk memperoleh rahmat, 
barokah dan ampunan Allah di bulan yang suci ini masih terbuka. Di sisa-sisa 
hari di penghujung  Ramadhan ini Allah SWT dengan maha kasih dan sayangNya 
masih memberikan kesempatan pada kita untuk meraih kemuliaan bulanNya yang 
agung. Apalagi masih ada harapan akan datangnya satu malam yang dijanjikan oleh 
Allah menjadi malam yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan. Malam dimana 
Allah akan menentukan taqdir hamba-hambaNya. Ada tiga hal yang akan Allah 
"restart" taqdir  setiap hambaNya, diantaranya : 1. Allah akan menentukan 
kembali tentang "Urusan Kehidupan", seseorang, 2. Allah akan menentukan kembali 
"Rizqi" seseoarang, 3. Allah akan menetukan kembali "ajal" seseorang.

Saudaraku,.

Mudah-mudahan sikap yang kita tunjukkan ketika melepas Ramadhan sama seperti 
yang ditunjukkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat. Mereka, 
manusia-manusai yang dimuliakan oleh Allah, menangis sedih karena harus 
berpisah dengan Ramadhan. Menangis karena tidak ada jaminan bahwa akan bertemu 
dan membersamai Ramadhan di masa yang akan datang. Mudah-mudahan sikap seperti 
itulah yang akan kita rasakan juga. Bukan sebaliknya, melepas Ramadhan dengan 
penuh tawa, karena merasa terbebas dari belenggu penjara, bebas kembali 
melakukan apapun walaupun itu adalah dosa. NAudzubillah min dzalik.

http://adhisaputra.wordpress.com/2008/09/26/duch-ramadhan-akan-segera-berakhir/

Kirim email ke