Kenapa banyak yang suka ngasih langsung ya? ada pro-cons nya juga
kalau lewat Amil kali ya. Wallahu'alam.

        -- A. Yahya Sjarifuddin

Jumat, 26/09/2008 13:23 WIB
Bagi-bagi Zakat di Semarang, Syekh Puji Habiskan Rp 1,3 M
 
Semarang - Pujiono Cahyo Widiyanto atau Syekh Puji boleh dikata
cukup royal dalam berzakat. Dia mengaku menghabiskan uang sekitar
Rp 1,3 miliar.

Pengusaha kuningan asal Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten
Semarang itu memberi uang sesuai dengan tingkatannya. Warga desa
Bedono diberi Rp 120 ribu (dewasa) dan Rp 50 ribu (anak-anak).
Sementara, warga desa lain diberi Rp 45 ribu (dewasa) dan Rp 15
ribu (anak-anak).

"Uang yang saya sediakan Rp 1,3 miliar. Kalau kurang, saya masih
punya simpanan uang cash," katanya di sela-sela pembagian zakat
di Ponpes Miftahul Jannah, Desa Bedono, Jumat (26/9/2008).

Mantan Kepala Desa Bedono itu memang biasa membagikan zakat mal
pada hari Jumat menjelang Lebaran. Dua tahun terakhir, sekitar 6
ribu warga antre mendapatkan zakat.

"Saya lebih senang memberi langsung kepada warga agar doanya
sampai ke saya. Dengan penjagaan, semuanya berlangsung baik,"
kata lelaki berjengot yang enggan diungkap identitas pribadinya
ini.

Meski jumlah pengantre mencapai ribuan orang, pembagian zakat
tersebut berlangsung tertib. Penjagaan dilakukan berbagai unsur,
mulai dari kepolisian, Satpol PP hingga santri-santri ponpes
tersebut.

Personel polisi disebar di sela antrean, pintu gerbang dan jalan
di depan Ponpes Miftahul Jannah, tempat pembagian zakat
dilakukan. Ribuan warga yang memadati halaman ponpes sejak pagi,
'terpaksa' antre agak teratur.

Keriuhan sempat terjadi saat zakat hendak dibagikan. Pihak ponpes
menggunakan pengeras suara untuk memeringatkan warga yang saling
berdesakan. Namun situasi masih terkontrol.(try/djo)


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke