---------- Forwarded message ----------
From: Abu Ash Shalih <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 7 Nov 2008 08:07:49 +0700
Subject: [eramuslim] Silaturahmi
To: [EMAIL PROTECTED]

Silaturahmi


Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullaH




Imam Ibnu Manzhur rahimahullaH berkata tentang silaturahmi,


"Al Imam Ibnul Atsir, berkata, ¡Silaturahmi adalah ungkapan mengenai
perbuatan baik kepada karib kerabat karena hubungan senasab atau
karena perkawinan, berlemah lembut kepada mereka, menyayangi mereka,
memperhatikan keadaan mereka, meskipun mereka jauh dan berbuat jahat.
Sedangkan memutus silaturahmi, adalah lawan dari hal itu semua¢"
(Lisaanul ¡Arab XV/318)




Dari pengertian di atas, maka silaturahmi hanya ditujukan pada
orang-orang yang memiliki hubungan kerabat dengan kita, seperti kedua
orang tua, kakak, adik, paman, bibi, keponakan, sepupu dan lainnya
yang memiliki hubungan kerabat dengan kita.


Sebagian besar kaum muslimin salah dalam menggunakan kata silaturahmi.
 Mereka menggunakannya untuk hubungan mereka dengan rekan-rekan dan
kawan-kawan mereka.  Padahal silaturahmi hanyalah terbatas pada
orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan kita.  Adapun
kepada orang yang bukan kerabat, maka yang ada hanyalah ukhuwah
Islamiyyah.




Silaturahmi yang hakiki bukanlah menyambung hubungan baik dengan orang
yang telah berbuat baik kepada kita, namun silaturahmi yang hakiki
adalah menyambung hubungan kekerabatan yang telah retak dan putus dan
berbuat baik kepada kerabat yang berbuat jahat kepada kita.
Rasulullah ShallallaHu ¡alaiHi wa sallam bersabda,


"Orang yang menyambung kekerabatan bukanlah orang yang membalas
kebaikan, tetapi orang yang menyambungnya adalah orang yang menyambung
kekerabatannya apabila diputus" (HR. al Bukhari no. 5991, Abu Dawud
no. 1697 dan at Tirmidzi no. 1908, dari Sahabat ¡Abdullah bin ¡Amr
radhiyallaHu ¡anHu)




Imam ar Raghib al Asfahani rahimahullaH menyatakan bahwa rahim berasal
dari kata rahmah yang berarti lembut, yang memberi konsekuensi
berbuat baik kepada orang yang disayangi (Mufraadaat al Faazhil
Qur¢aan, hal. 347)




Ar Rahim adalah salah satu nama Allah Ta¢ala.  Rahim (kekerabatan),
Allah Ta¢ala letakan di ¡Arsy.  Rasulullah ShallallaHu ¡alaiHi wa
sallam bersabda,


"Rahim itu tergantung di ¡Arsy.  Dia berkata, ¡Siapa yang
menyambungku, Allah akan menyambungnya.  Dan siapa yang memutuskanku,
Allah akan memutuskannya¢" (HR. al Bukhari no. 5989 dan Muslim no.
2555, dari ¡Aisyah radhiyallaHu ¡anHu, lafazh ini milik Imam Muslim)




Allah Ta¢ala berfirman,


"Dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan" (QS.
Al Baqarah : 27)


Dalam menafsirkan ayat di atas, Imam Ibnu Jarir ath Thabari
rahimahullaH berkata,


"Pada ayat di atas, Allah menganjurkan hamba-Nya agar menyambung
hubungan kerabat dan orang yang memiliki hubungan rahim, serta tidak
memutuskannya" (Tafsir ath Thabari I/221)




Rasulullah ShallallaHu ¡alaiHi wa sallam mengaitkan antara menyambung
silaturahmi dengan keimanan terhadap Allah Ta¢ala dan Hari Akhir,
beliau besabda,


"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia
menyambung silaturahmi" (HR. al Bukhari no. 6138, dari Sahabat Abu
Hurairah radhiyallaHu ¡anHu)


Dengan bersilaturahmi, Allah Ta¢ala akan melapangkan rezeki dan
memanjangkan umur kita, sebagaimana sabda Rasulullah ShallallaHu
¡alaiHi wa sallam,


"Barangsiapa yang suka diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya,
maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi" (HR. al Bukhari no.
5986 dan Muslim no. 2557)


Sebaliknya, orang yang memutus silaturahmi, Allah Ta¢ala akan
sempitkan rizkinya atau tidak diberikan keberkahan pada hartanya.
Adapun haramnya memutuskan silaturahmi telah dijelaskan oleh
Rasulullah ShallallaHu ¡alaiHi wa sallam,


"Laa yadkhulul jannata qaathi¢un" yang artinya "Tidak masuk surga
orang yang memutus silaturahmi" (HR. al Bukhari no. 5984 dan Muslim
no. 2556, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallaHu ¡anHu)




Sumber Bacaan :


Wasiat Rasulullah ShallallaHu ¡alaiHi wa sallam Kepada Abu Dzar al
Ghifari, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Majalah as Sunnah, Edisi
Ramadhan, 06-07/Tahun XI/1428 H/2007M.


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke