----- Original Message -----
From: Abu Fadhil
Sent: Friday, December 19, 2008 7:26 PM
http://www.suara-islam.com/index.php/Kristologi/Benarkah-Nabi-Muhammad-Tidak-Selamat-di-Akhirat-Sehingga-Beliau-Minta-Dikirimi-Shalawat.html
Benarkah Nabi Muhammad Tidak Selamat di Akhirat Sehingga Beliau Minta
Dikirimi Shalawat?
Tuesday, 15 July 2008
oleh: H. Insan Mokoginta
Tanya :
Assalamu'alaikum. Pak Insan, temanku non muslim bilang Nabi Muhammad belum
selamat di akhirat, maka beliau minta seluruh umatnya mengirimi shalawat
kepadanya. Katanya ikut Yesus dijamin pasti selamat, karena Yesus adalah
Juruselamat dunia. Bagaimana menjawabnya?
Jawab : Tuduhan seperti itu tersebar ke mana-mana bahkan sudah mendunia.
Serangan seperti itu sepintas terlihat benar dan masuk akal. Cukup banyak
umat Islam awam maupun terpelajar, terpengaruh ulah misionaris seperti itu.
Baiklah kita kutip ayat Qur'an tentang shalawat :
Q.s 33 : 56: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat atas
nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepadanya, dan berilah
salam dengan sungguh-sungguh
Shalawat punya banyak makna, di antaranya: kemuliaan, kesejahteraan dan
lain-lain.
1. Shalawat Allah kepada nabi berarti Allah memberikan curahan rahmat-Nya.
2. Shalawat malaikat kepada nabi berarti permohonan rahmat Allah kepadanya.
3. Shalawat orang-orang mukmin kepada nabi adalah sebagai perwujudan rasa
kecintaan kepada beliau, dan sebagai petunjuk cara yang terbaik dalam
mensyukuri dan memelihara hubungan kita dengan nabi. (sedangkan untuk
memelihara hubungan baik antar sesama manusia yaitu dengan saling menebarkan
salam)
Adapun shalawat Allah dan malaikat-Nya kepada nabi, bukan berarti beliau
belum selamat. Beliau adalah seorang yang maksum artinya terpelihara dari
dosa dan sudah dijamin oleh Allah masuk surga.
Qs 48 Al Fath 1-3: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan
yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu (Muhammad) terhadap dosamu
yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni`mat-Nya atasmu
dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus.......
Seandainya seluruh umat Islam tidak bershalawat kepadanya, beliau tetap
masuk surga dan tidak akan mengurangi kemuliaannya dihadapan Allah swt. Jika
umat Islam tidak mau bershalawat kepadanya, justru merekalah yang rugi.
Kenapa? Sebab tujuan Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada
beliau antara lain:
-Memperingatkan umat manusia agar menaruh rasa hormat kepada beliau, sebab
beliau adalah pilihan-Nya untuk menjadi nabi terakhir dan penutup para nabi.
-Mengajarkan cara bershalawat yang benar agar tidak terjadi kekeliruan cara
bershalawat kepadanya.
-Memberi petunjuk cara bersyukur kepada orang yang berjasa besar dalam
menyelamatkan umat manusia dari alam kegelapan menuju jalan terang
benderang.
Coba dibayangkan jika Allah tidak ajarkan contoh dan petunjuk cara
mensyukuri nikmat-Nya yang diberikan lewat beliau, tentu akan terjadi
kekacauan dan bermacam bentuk/cara umat Islam menghormati nabinya.
Dari Anas bin Malik ra, ia berkata; Rasuulullah bersabda : "Barang siapa
yang bershalawat kepadaku satu kali saja, niscaya Allah akan memberikan
sepuluh kesejahteraan kepadanya dan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan
diangkat baginya sepuluh derajat." (HR Bukhari, Nasa`i, Ibnu Hibban dan
Hakim).
Ini berarti keberadaan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, sungguh membawa
berkah dan rahmat bagi umatnya.
Analogi yang lebih mudah dipahami; bayi yang meninggal pasti belum ada
dosanya, dishalatkan atau tidak, didoakan atau tidak, pasti dia masuk surga.
Apakah karena bayi tsb dijamin surga lantas orang tuanya maupun orang Islam
umumnya, langsung kuburkan tanpa mendoakannya? Tentu saja tidak !!
Kalau bayi yang belum memberikan jasa apapun, kita doakan kepada Allah agar
diberi tempat yang layak disisi-Nya, mengapa terhadap orang yang telah
begitu banyak dan besar jasanya terhadap umat manusia sejagad ini, tidak
kita doakan dan mohonkan kepada Allah tempat yang layak disisi-Nya? Tentu
lebih pantas bukan?
Perhatikan apa kata Injil sbb : Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan,
Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap
akal budimu” (Mat 22:37)
Secara logika, untuk apa kita mengasihi Allah? Apakah Allah perlu
dikasihani? Mestinya Allah yang mengasihi kita, bukan kita yang mengasihi
Dia kan? Kalau Allah saja harus dikasihi, tentu lebih pantas seorang nabi
dikasihi, karena nabi hanyalah seorang manusia biasa.
Yesus juga ajarkan bahwa hukum kedua yaitu kasihilah sesama manusia : “Dan
hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia
seperti dirimu sendiri” (Mat 22:39)
Yesus ajarkan bahwa hukum kedua, kasihilah sesamamu manusia. Nah Muhammad
itu manusia, berarti dia perlu dikasihi, apalagi jasanya yang begitu besar
terhadap umat manusia.
Dalam Alkitab disebutkan bahwa menyambut Yesus, berarti sama dengan
menyambut Tuhannya Yesus, yaitu Allah swt. “Barangsiapa menyambut seorang
nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut
seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar” (Mat
10:41)
Yesus bersaksi bahwa dengan mengasihi atau menyambut seorang nabi, sama
dengan menyambut Allah, dan dia akan menerima upah sebagai orang benar. Nah
dengan mengasihi nabi Muhammad berarti sama saja kita telah mengasihi Allah.
Jika menyambut Yesus sama dengan menyambut Allah, maka menyambut nabi
Muhammad juga sama dengan menyambut Allah. Maksudnya dengan menyambut dan
menghormati serta menghargai nabi Muhammad, sama saja menyambut dan
menghargai serta menghormati kepada Allah swt. Karena Muhammad adalah orang
benar, maka dengan menyambut nabi Muhammad sebagai orang benar, maka kita
akan menerima upah sebagai orang benar.
Sabda Yesus : “Barangsiapa melayani aku, ia harus mengikut aku dan dimana
aku berada, di situ pun pelayanku akan berada. Barangsiapa melayani aku, ia
akan dihormati Bapa” (Yoh 12:26)
Menurut Yesus, orang yang melayani dan menghormatinya, maka dia akan
dihormati Allah. Nah kita umat Islam menghormati nabi Muhammad berarti kita
juga akan dihormati oleh Allah, apalagi yang menyuruh bershalawat adalah
Allah itu sendiri, sebagaimana disebutkan dalam Q.s 33:56 tadi.
Benarkah Yesus adalah Juruselamat bagi seluruh dunia (international) atau
hanya untuk kaumnya saja Bani Israil (nabi lokal) ?? Ikuti serial
berikutnya. Insya Allah menarik !! [www.suara-islam.com]
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)