----- Original Message -----
From: Cut Ipah
Sent: Monday, December 22, 2008 5:37 AM
artikel bagus niih....
---------- Forwarded message ----------
From: noval ramsis
Allah SWT mensifati umat Islam dalam Al-Qur'an sebagai umat yang terbaik
karena menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. (Ali
Imran:110)
Firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 110 yang artinya: "Kamu adalah umat
yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan
mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah."
Kebaikan Umat Islam ini diperkuat oleh Rasulullah saw.dalam haditsnya yang
diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa Rasulullah saw. bersabda tentang ayat 110
surat Ali Imran: "Kamu melengkapi tujuh puluh umat, kamulah yang paling baik
dan paling mulia di sisi Allah."
Kalau kita perhatikan susunan ayat di atas kita dapatkan bahwa penyebutan
amar ma'ruf dan nahy munkar (menyuruh kepada yang baik dan mencegah dari
yang munkar) didahulukan dari pada penyebutan iman kepada Allah, padahal
iman kepada Allah merupakan derajat tertinggi dan lebih dahulu
keberadaannya, bahkan amar ma'ruf dan nahy munkar merupakan konsekwensi iman
kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya amar ma'ruf dan nahy
munkar, dan umat yang melakukannya adalah umat yang terbaik, karena umat itu
telah mencurahkan segala potensi dan kemampuannya untuk mewujudkan kebaikan
dan mencegah timbulnya kejahatan bagi umat manusia. Karena pentingnya amar
ma'ruf dan nahy munkar, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk
melakukannya.
Firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 104 yang artinya:
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar;
merekalah orang-orang yang beruntung."
Sebagai perintah Allah, sudah barang tentu jika dilaksanakan akan
menyebabkan lahirnya berbagai macam kebaikan baik di dunia maupun di
akhirat. Sebaliknya jika perintah ditinggalkan dan diabaikan akan
menyebabkan timbulnya keburukan baik di dunia maupun di akhirat.
Dalam tulisan ini akan diuraikan secara singkat akibat-akibat yang akan
timbul jika amar ma'ruf dan nahy munkar ditinggalkan dan diabaikan, agar
dalam diri kita timbul rasa takut kalau kita mengabaikan dan
menyia-nyiakannya, yang pada akhirnya kita terdorong untuk melakukannya.
Pengertian Amar Ma'ruf Dan Nahy Munkar
Untuk menghindari perbedaan penafsiran tentang amar ma'ruf dan nahy munkar,
terlebih dahulu perlu dijelaskan pengertian amar ma'ruf dan nahy munkar.
1. Pengertian amar ma'ruf
Dr. Sayyid Muhammad Nuh menjelaskan dalam bukunya Taujihat Nabawiyyah 'Ala
al-Thariq bahwa al-ma'ruf adalah nama yang mencakup semua yang dicintai dan
diridhai Allah, baik perkataan, maupun perbuatan lahir dan batin. Jadi
al-ma'ruf mencakup keyakinan, yaitu iman kepada Allah, malaikatNya,
kitabNya, RasulNya, hari akhir dan qadar (takdir). Juga mencakup ibadah,
yaitu shalat, zakat, shaum, haji, jihad, nikah dan thalaq, menyusui anak,
pemeliharaan anak, nafkah, iddah dan semacamnya. Mencakup juga hukum
danperundang-undangan seperti mu'amalah maliyyah (transaksi harta), hudud
(hukuman-hukuman), qishash, transaksi-transaksi, perjanjian-perjanjian dan
semacamnya. Mencakup juga akhlaq, seperti shidiq (jujur), 'adil, amanah,
'iffah (menjaga diri dari yang haram), setia janji dan semacamnya.
Semuanya itu dikatakan ma'ruf ( yang menurut bahasa berarti dikenal) karena
fitrah yang bersih dan akal yang sehat mengenalnya dan menyaksikan
kebaiakannya.
Jadi pengertian amar ma'ruf ( menyuruh kepada yang ma'ruf ) adalah mengajak
dan memberikan dorongan kepada orang untuk melaksanakannya, menyiapkan
sebab-sebab dan sarana-sarananya dalam bentuk mengokohkan pilar-pilarnya
serta menjadikannya sebagai ciri umum bagi seluruh kehidupan.
2. Pengertian nahy munkar
Al-Munkar (kemungkaran) adalah nama yang mencakup semua yang dibenci dan
tidak diridhai Allah, baik perkataan maupun perbuatan lahir dan batin. Jadi
munkar (kemungkaran) mencakup kemusyrikan dengan segala bentuknya, mencakup
segala penyakit hati seperti riya', hiqd (dengki), hasad (iri), permusuhan,
kebencian dan semacamnya. Mencakup juga penyia-nyiaan ibadah seperti shalat,
zakat, shaum, haji dan semacamnya. Mencakup juga perbuatan-perbuatan keji
seperti zina, mencuri,
minum khamar (minuman keras), menuduh berzina, merampok, berbuat aniaya dan
semacamnya. Juga mencakup dusta, zalim, khiyanat, perbuatan hina, pengecut
dan
semacamnya.
Jadi pengertian nahy munkar ( mencegah dari yang munkar ) adalah
memperingatkan, menjauhkan dan menghalangi orang dari melakukannya,
memutuskan sebab-sebab dan sarana-sarananya dalam bentuk membasminya sampai
ke akar-akarnya serta membersihkan kehidupan dari segala bentuk kemungkaran.
Akibat Mengabaikan Perintah Amar Ma'ruf Dan Nahy Munkar
Sebagaimana diungkapkan dalam pendahuluan karena pentingnya amar ma'ruf dan
nahy munkar, Allah memerintahkan umat Islam untuk melakukan amar ma'ruf dan
nahy munkar. Ketika kewajiban itu diabaikan dan tidak dilaksanakan, maka
pasti orang-orang yang mengabaikan dan tidak melaksanakannya akan mendapat
dosa. Tidak ada satu umatpun yang mengabaikan perintah amar ma'ruf dan nahy
munkar kecuali Allah menimpakan berbagai hukuman kepada umat itu.
Berikut ini akan disebutkan beberapa akibat mengabaikan amar ma'ruf nahy
munkar sebagaimana disebutkan oleh Dr.Muhammad Abdul Qadir Abu Faris dalam
bukunya Al-Amru Bil-Ma'ruf Wan-Nahyu 'Anil-Munkar dan Dr. Sayyid Muhammad
Nuh dalam bukunya Taujihat Nabawiyyah.
1. Azab yang menyeluruh
Apabila kemaksiatan telah merajalela di tengah-tengah masyarakat , sedangkan
orang-orang yang shalih tidak berusaaha mengingkari dan membendung kerusakan
tersebut, maka Allah SWT akan menimpakan azab kepada mereka secara
menyeluruh baik orang-orang yang jahat maupun orang-orang yang shalih.
Firman Allah: Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa
orang-orang yang zalim saja di antara kamu.Dan ketahuilah bahwa Allah amat
keras siksaan-Nya (QS.Al-Anfal: 25).
Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shahihnya dengan sanadnya dari Zainab
binti Jahsy bahwa ia bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita akan binasa
padahal di tengah-tengah kita ada orang-orang yang shalih?
Rasulullah saw. menjawab: "Ya, apabila kemaksitan telah merajalela."
Abu Bakar r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:
"Sesungguhnya jika orang-orang melihat orang yang berbuat zalim lalu tidak
mencegahnya, maka hampir saja menimpakan siksa secara menyeluruh kepada
mereka. " (HR. Tirmidzi).
2. Tidak dikabulkannya do'a orang-orang yang shalih
Apabila suatu masyarakat mengabaikan amar ma'ruf dan nahy munkar serta tidak
mencegah orang yang berbuat zalim dari kezalimannya, maka Allah akan
menimpakan siksa kepada mereka dengan tidak mengabulkan do'a mereka.
Sabda Rasulullah saw.: "Demi dzat yang diriku ada di tangan-Nya hendaknya
kamu menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, atau Allah
akan menimpakan siksa kepadamu kemudian kamu berdo'a kepada-Nya lalu tidak
dikabulkan. ( HR. Tirmidzi).
3. Berhak mendapatkan laknat
Di antara hukuman orang yang mengabaikan amar ma'ruf dan nahy munkar adalah
berhak mendapatkan laknat, yakni terusir dari rahmat Allah sebagaimana yang
telah menimpa Bani Israil ketika mengabaikan amar ma'ruf dan nahy munkar.
Abu Daud meriwayatkan dalam kitab Sunannya dengan sanadnya dari Abdullah bin
Mas'ud ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: "Pertama kerusakan yang terjadi pada Bani Israil,
yaitu seseorang jika bertemu kawannya sedang berbuat kejahatan ditegur:
wahai fulan, bertaqwalah pada Allah dan tinggalkan perbuatan yang kamu
lakukan, karena perbuatan itu tidak halal bagimu, kemudian pada esok harinya
bertemu lagi sedang berbuat itu juga, tetapi ia tidak menegurnya, bahkan ia
telah menjadi teman makan minum dan duduk-duduknya. Maka ketika demikian
keadaan mereka, Allah menutup
hati masing-masing, sebagaimana firman Allah:
"Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan
Isa putra Maryam. sampai firman Allah (tapi kebanyakan mereka adalah
orang-orang yang fasik). Kemudian Nabi bersabda: "Tidak, sekali-kali jangan
seperti mereka. Demi Allah, kamu harus menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah
dari yang munkar dan mencegah orang yang berbuat zalim, kamu harus
mengembalikannya ke jalan hak, dan kamu batasi di dalam hak itu. Atau kalau
tidak, Allah akan menutup hatimu, kemudian melaknat kamu sebagaimana
melaknat mereka."
4. Timbulnya perpecahan
Sudah merupakan aksiomatis bahwa kemungkaran yang paling berat dan dan
paling keji dapat menjauhkan syari'at Allah dari realitas kehidupan dan
ditinggalkannya hukum-hukumNya dalam kehidupan manusia. Apabila hal ini
terjadi dan orang-orang diam, tidak mengingkari dan tidak mencegahnya, maka
Allah akan menanamkan perpecahan dan permusuhan di kalangan mereka sehingga
mereka saling melakukan pembunuhan dan menumpahkan darah. Inilah yangg
diperingatkan
Rasulullah saw kepada umatnya dan beliau mohon perlindungan Allah agar
umatnya tidak menemukan hal itu.
Ibnu Majah meriwayatkan dalam kitab Sunannya dengan sanadnya dari Abdullah
bin Umar r.a. bahwa ia bekata: Rasulullah saw. datang kepada kami dengan
mengatakan: Wahai golongan Muhajirin, Ada lima hal apabila kalian
melakukannya , pasti kalian akan ditimpa berbagai macam azab, saya
berlindung kepada Allah supaya kalian tidak menemukannya. Tidaklah
pemimpin-pemimpin kalian tidak berhukum dengan Al-Qur'an dan memilih hukum
selain hukum Allah, kecuali Allah menanamkan perpecahan di antara kalian."
5. Pemusnahan mental
Sebagai kehormatan kepada Nabi Muhammad saw, Allah tidak memusnahkan umat
beliau secara fisik sebagaimana yang telah menimpa umat-umat terdahulu
seperti kaum Nabi Hud, Shalih, Nuh, Luth dan Syu'aib yang telah mendustakan
para Nabi dan mendurhakai perintah Allah. Tetapi bisa saja Allah
membinasakan umat Muhammad secara mental.
Maksudnya umat ini tidak dimusnahkan fisiknya, tetap dalam keadaan hidup,
sekalipun melakukan dosa dan maksiat yang menyebabkan kehancuran dan
kebinasaan, namun walaupun jumlahnya banyak, kekayaannya melimpah ruah, di
sisi Allah tidak ada nilainya sama sekali, musuh-musuhnya tidak merasa
takut, serta kawan-kawannya tidak merasa hormat. Inilah yang diberitakan
Rasulullah saw. ketika umat ini takut mengatakan yang hak dan tidak mencegah
orang yang berbuat zalim dari kezalimannya.
Beliau bersabda: "Apabila kamu melihat umatku tidak mau mengatakan kepada
orang yang berbuat zalim di antara mereka: "Kamulah orang yang berbuat
zalim," maka mereka dibiarkan dalam kemaksiatan yang mereka lakukan dalam
keadaan hina." (HR. Ahmad)
Penutup
Demikianlah di antara hukuman Allah akibat diabaikannya amar ma'ruf dan nahy
munkar. Cukuplah lima hukuman yang disebutkan di atas menumbuhkan rasa takut
bagi seorang mukmin untuk tidak mengabaikan perintah amar ma'ruf dan nahy
munkar, sekaligus mendorongnya untuk melakukan perintah tersebut.
insyaLlah bermanfaat buat diri saya dan yang membaca email ini ...........
wassalam
noval ramsis
www.rumahsehat.com
www.rumahdunia.net
www.al-fauzien.web.id
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)