Prajurit Israel: Mengakui Militer Menerapkan Taktik Perang Brutal

Kamis, 15/01/2009 11:13 WIB

Israel ternyata memang menerapkan taktik perang yang sadis dalam agresinya
ke Jalur Gaza. Mereka menerapkan taktik bahwa semua yang ada di Gaza
sekarang, adalah musuh Israel.

Tak heran jika tentara-tentara Zionis itu tidak segan-segan membombamdir dan
menembaki warga sipil, anak-anak, perempuan bahkan petugas medis, pekerja
bantuan kemanusiaan bahkan wartawan.

Hal ini terungkap dari penuturan sejumlah tentara Israel yang sedang
menjalani masa istirahat dan baru saja kembali dari tugas di Jalur Gaza.
Alon, Seorang prajurit Israel berpangkat Letnan pada Times, bercerita,
ketika ia dan pasukannya masuk ke sebuah jalan di kamp pengungsi Jabaliya di
utara Gaza, mereka diperintahkan untuk tidak segan-segan menembak apa saja
dan siapa saja.

"Kami memperlakukan semuanya sebagai musuh. Kami hanya diperintahkan untuk
menembak dan tidak banyak tanya," ungkap Alon.

Selama 19 hari serangan brutal Israel, jumlah warga Palestina yang gugur
syahid sudah mencapai 1.025 orang dan 5.000 orang lainnya luka-luka.
Sumber-sumber medis di Gaza mengungkapkan, diantara korban syahid 315
diantaranya anak-anak dan 100 orang perempuan.

Dengan taktik perang brutal yang diterapkan Israel, warga Gaza tak bisa
berbuat banyak, mereka terperangkap di Gaza dan tidak bisa mengungsi ke
tempat aman, karena perbatasan-perbatasan semuanya ditutup.

Prajurit Israel lainnya, Letnan Kolonel Yehuda mengungkapkan, tindakan
pasukan Zionis masuk ke gedung-gedung sambil melepaskan rentetan tembakan
sudah menjadi praktek standar bagi pasukan Israel. "Pernah terjadi, sebuah
gedung terbakar dan kami harus menyelamatkan pasukan kami secepatnya," kata
Yehuda.

Meski demikian, sejumlah tentara Israel mengaku shock melihat kerusakan yang
mereka timbulkan dalam serangan ke Jalur Gaza. "Kondisi Gaza hancur lebur
seolah-olah kami membombardirnya selama bertahun-tahun, padahal kami baru
beberapa minggu saja melakukan serangan. Anda tidak bisa membayangkan
bagaimana kerusakan yang telah kami lakukan," kata Alon

"Saya bukan orang baru di kemiliteran. Dua saudara lelaki saya bertugas di
unit tempur yang menyaksikan serangan ke Gaza. Saya bisa katakan bahwa ini
adalah serangan paling agresif yang pernah kami lakukan untuk melawan para
pejuang Palestina," sambungnya.

Tentara-tentara Israel itu juga mengakui bahwa mereka menggunakan senjata
kimia fosfor putih untuk membombadir target-target di Gaza. Pengakuan para
tentara Israel itu mematahkan bantahan Israel yang menolak tuduhan bahwa
militernya menggunakan senjata kimia berbahaya dan terlarang.

Seorang prajurit Israel mengklaim bahwa mereka menggunakan senjata kimia itu
dengan bertanggung jawab. "Senjata itu sudah sering digunakan," kata
prajurit tadi. (ln/iol)
Sumber: Eramuslim.com
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/prajurit-israel-akui-militer-terapkan-taktik-perang-brutal.htm

Kirim email ke