http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/senyum-syuhada-ghaza-bukti-mukjizat-al-qur-an-dan-sunnah.htm
Seorang yang tepercaya bercerita: Kami diberitahu oleh seorang komandan
jihad, “Kami bersama beberapa ikhwan berada di medan tempur. Lalu, tiba-tiba
seorang ikhwan berteriak kepada kami, “Surga! Lihatlah, itu surga!” Ia
menunjukkan tangannya ke depan, dan tidak berselang lama peluru meleset dan
mengenai kepalanya, lalu ia pun tersungkur mati. Semoga Allah merahmatinya!”
“Sesungguhnya orang yang mati syahid itu memiliki beberapa tanda..(Di
antaranya adalah) Ia melihat tempat tinggalnya di surga..” (HR Tirmidzi,
Shahih).
Allah tersenyum kepadanya dan memperlihatkan surga kepadanya! Alangkah besar
karunia itu! Adakah harapan yang lebih besar dari itu wahai syahid?
=============
Keajaiban Syuhada Gaza
dakwatuna.com - Dr. Muawiyah Hassanein, Direktur Ambulan Darurat dan
Departemen Kesehatan di Gaza menceritakan:
“Para syuhada yang meninggal berhari-hari dan berminggu-minggu masih
menorehkan darah segar dari tubuhnya. Kami dan semua orang di sini sangat
terkejut.”
Syahid 'Iyan berkata: “Saya menyaksikan orang yang gugur syahid tersenyum,
meskipun kondisi tubuhnya hancur, lagi juga darahnya masih segar.”
Seorang dokter yang bertugas di Gaza sedang menerima korban dari salah satu
pasukan Al Qassam, ia terkena peluru di dadanya. Sang mujahid ini tidak lupa
menaruh mushhaf Al Qur'an dan buku wirid harian di sakunya. Ia selamat
karena peluru terpental dan Al Qur'an pun masih utuh. Sekarang ia sudah
sembuh, wal hamdulillah.
Abu Qudamah, salah seorang komandan lapangan Hamas di wilayah Timur Az
Zaitun, Kota Gaza bercerita:
“Saya dan beberapa pejuang sedang menunggu kesempatan untuk menyerang
tank-tank Israel. Kami berdoa agar Allah menurunkan tentara-Nya dari langit
membantu kami. Seketika tanpa ada pendahuluan turunlah awan tebal
menyelimuti wilayah kami. Kami masuk di antara puluhan tank-tank itu tanpa
di ketahui musuh dan tidak bisa dilacak oleh pesawat-pesawat pengintai yang
lalu-lalang di udara. Kami mampu meledakkan tangki tank-tank itu, 5 tentara
Israel tewas dan puluhan luka-luka.”
Ketika pesawat-pesawat Israel membombardir di salah satu kota Gaza, turunlah
hujan lebat di wilayah itu saja, tidak dilainnya, yang menyebabkan
pesawat-pesawat itu mengalami kendala terbang berjam-jam dan tidak bisa
melanjutkan pembombardirannya.
Dua orang dokter berkebangsaan Yordania bertugas di Gaza sedang bercakap
dengan sekelompok mujahidin:
“Kami sedang mengawasi gerak-gerik tentara Israel dari lantai dua, mereka
ingin masuk ke dalam. Karena salah seorang mujahidin telah memasang ranjau
di pintu masuk, meledakkalah ranjau itu bersamaan tewasnya tentara Israel.
Mendengar serangan itu, tentara Israel yang lain mengepung bangunan kami,
terjadilah pertempuran sengit sampai jam dua pagi. Jam dua kami ketiduran
sampai jam lima pagi. Kami bangun untuk melihat situasi, ternyata tentara
Israel telah hengkang.”
Syaikh Abu Bilal di perkemahan Rafah berkata:
“Kamu jangan mengira bahwa orang yang gugur di jalan Allah itu mati, mereka
bahkan hidup, tapi kamu tidak mengetahui.” Al Baqarah:154. Mereka para
syuhada diposisikan setelah derajat orang-orang yang benar imannya dan
sebelum orang-orang shaleh di Al Qur'an. Allah swt. berfirman:
“Barangsiapa menta'ati Allah, dan Rasul, mereka bersama orang-orang yang
Allah beri nikmat kepada mereka, dia anatra mereka para nabi-nabi,
shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Merekalah sebaik-baik teman.” An
Nisa':69-70. Beliau menambahkan bahwa “Jasad para syuhada masih segar,
karena ruh mereka layaknya memakan buah di syurga, ini juga yang menyebabkan
semerbaknya bau wangi misk. Darah masih segar, janggut tumbuh. Sebagian
syuhada yang dua tahun lamanya, atau berpuluh tahun bahkan beradab-abad
tidak rusak jasadnya dan tidak dimakan oleh mikrobat dan cacing tanah.”
Wangi semerbak minyak kesturi juga keluar dari jasad prajurit Al Qassam,
Muhammad Abu Sya'r. Dia termasuk bagian korban serangan bom pesawat Israel.
Bau harum itu tercium oleh orang yang menemukannya, kabar kesyahidannya
tersebar ke pelosok masjid. Para pemuda masjid berbondong melihatnya. Mereka
bertahmid, membaca tahlil dan bertakbir mengangungkan Asma Allah atas
keajaiban para syuhada.
Tenaga medis menceritakan, kami berangkat untuk menolong orang yang
luka-luka di sebelah Utara Gaza, ketika itu tentara Israel menembaki
sekeling kaki kami. Kami katakan: “Kenapa kalian melakukan ini, kami bukan
tentara, kami tidak bawa senjata apalagi bom.” Salah seorang tentara Israel
berteriak: “Kalian orang Arab, kalian memakai pakaian putih, kalian
malaikat, kalian berperang bersama Hamas.”
Salah seorang tentara Israel sedang diwawancarai oleh media Israel, ia
mengatakan kehilangan penglihatannya gara-gara melihat seorang pemuda yang
memakai baju putih, melemparinya dengan segenggam debu, seketika itu saya
buta.
Tentara yang lain menceritakan, bahwa pejuang perlawanan memancing mereka
dalam banyak pertempuran laksana memancing ayam dan itik.
Pengakuan tentara Israel yang lain, ia melihat banyak tentara Israel terluka
dan ditembaki dari arah kanan dan kiri, namun tidak ditemukan dan tidak
diketahui dari mana tembakan itu berasal.
Sejumlah wartawan yang meliput perang di Gaza menceritakan, kami bersembunyi
dari bombardir. Ketika situasi reda, kami dikejutkan oleh seorang yang
keluar dari puing-piung reruntuhan bangunan sembari membawa roket, ia salah
satu mujahidin pelontar roket yang menghadang kekuatan penjajah. Ia hadir
dan menyelinap sekejap, laksana ditelan bumi. (it/ut)
Baca kehidupan agama rakyat Gaza:
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/lima-hari-berbagi-kasih-di-bumi-jihad-gaza-catatan-perjalanan-baznas-ke-gaza-palestina.htm
Kesan yang paling mendalam, karomah-karomah yang terjadi di Gaza. Dari jama’ah
masjid kami mendapatkan cerita tentang karomah-karomah yang terjadi selama
masa agresi. Setidaknya ada lima karomah yang saya ingat.
Pertama, pasukan malaikat turut berperang di Gaza. Ini terbukti dari cerita
seorang mujahid yang lolos dari tawanan Israel. Ketika tertawan tentara
Israel, dia diinterogasi tentang jumlah mujahid dan menanyakan tentang
pasukan berjubah putih yang ketika ditembak berkali-kali tidak mati. Karena
merasa tidak mengenal pasukan tersebut, sang mujahid menjawab tidak tahu.
Tentara Israel tidak puas dan berkali-kali menanyakan hal yang sama sambil
mencederai sang mujahid sampai kakinya harus diamputasi. Sang mujahid tetap
mengatakan tidak tahu. Berkat pertolongan Allah, mujahid yang cedera ini
berhasil lolos dan menceritakan bantuan pasukan malaikat ini.
Karomah kedua, untuk melawan mujahidin, tentara Israel menyiapkan
anjing-anjing doberman yang dibiarkan kelaparan untuk mengejar dan menyerang
mujahidin di sekitar perbatasan Gaza. Suatu hari anjing-anjing doberman
tersebut dilepas untuk memburu mujahidin, ketika si doberman sudah mendekat,
sang mujahidin mengajaknya berbicara. Ya Anjing, kami sedang menjalankan
perintah Allah untuk membela hak kami dan melawan kaum musyrikin, jadi
jangan halangi kami, begitu kira-kira ucapan sang mujahidin dalam bahasa
Arab kepada si doberman. Dan subhanallah, si anjing tiba-tiba berhenti,
terdiam dan dengan menunduk kembali ke tentara Israeil.
Ketiga, seorang mujahid sedang diserang bertubi-tubi oleh tank Israel. Sang
mujahid berlari-lari menyelamatkan diri dari kejaran tank, tiba-tiba
tembakan tank terkena pohon besar yang langsung tumbang menjatuhi sang
mujahid. Tentara Israel mengira sang mujahid sudah tewas sehingga
meninggalkan tempat itu. Alhamdulillah, sang mujahid justru selamat
terlindungi pohon, dia hanya lecet-lecet dan kembali ke pasukannya semula.
Karomah keempat, ketika ada keluarga yang anggota keluarganya menjadi
syahid, mereka memutuskan untuk menguburkan jenazah-jenazah syahid tersebut
dalam satu makam. Mereka menggali makam salah seorang keluarganya yang
syahid tujuh tahun lalu. Dan saat digali, subhanallah..... jenazah itu masih
utuh, awer persis sama seperti saat dimakamkan. Wajahnya masih bersih,
rambut gondrongnya sebahu juga rapi bahkan dahinya masih berkeringat
seolah-olah baru dimakamkan. Ini membuat mereka semakin yakin akan kekuasaan
Allah dan membuat mereka semakin merindukan syahid.
Karomah kelima, seorang mujahid ditugaskan untuk menjaga jalan masuk Gaza
agar tank-tank Israel tidak masuk ke Gaza City. Karena jumlah mujahid yang
terbatas, lokasi itu hanya dijaga oleh seorang mujahid. Dengan tugas yang
strategis tersebut sang mujahid tidak bisa meninggalkan tempat untuk
keperluan pribadi. Karena setiap saat ada tank yang lewat yang harus dia
tembak. Dia hanya berbekal kurma. Berkat bantuan Allah sang mujahid kuat
duduk berjaga, mengintai jalanan dalam cuaca yang sangat dingin itu selama
sebulan! Cerita tentang kepengecutan tentara Israel juga beredar. Saking
takutnya mereka kepada para mujahidin, dikabarkan mereka selalu menggunakan
pampers saat bertugas di dalam tank, agar mereka tak perlu keluar tank saat
buang hajat.
Subhanallah..... Gaza memang luar biasa. Dengan karakter penduduknya yang
sangat islami, suara hafalan Qur’an yang terus-menerus berkumandang, dan
semangat jihad yang tak pupus, sangatlah wajar kalau Allah begitu mencintai
mereka, sehingga keberkahan tetap terasa meski di tengah suasana perang.
Alangkah beruntungnya mereka! perhatikan senyum di wajah syuhada.
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/senyum-syuhada-bukti-mukjizat-al-qur-an-dan-sunnah.htm
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)