Perempuan Palestina Selalu Dorong Anak dan Suami untuk Syahid
Novia Chandra Dewi - detikNews


Nadia Musa Abu Marzooq 

Jakarta - Duka Palestina rupanya mengajarkan para perempuannya tetap tegar. 
Kekuatan perempuan Palestina tidak perlu dipertanyakan lagi. Inilah kesaksian 
seorang perempuan Palestina.

"Kami terbiasa berada di bawah penindasan dan itu membuat harga diri kami 
semakin tinggi dan penindasan itu yang justru membuat kami terbiasa untuk 
menolong sesama," ungkap salah satu perempuan Palestina Nadia Musa Abu Marzooq 
saat memberikan kesaksian di depan puluhan orang yang hadir dalam acara 'Malam 
solidaritas untuk perempuan & anak Palestina', di Balai Kartini, Jl Gatot 
Subroto, Jakarta, Kamis (5/2/2009) malam.

Nadia yang lahir dan menikah di Gaza mengaku, meski dirinya kini tinggal di 
Damaskus, Suriah, keinginannya untuk kembali ke Gaza tetap ada.

"5 Juta penduduk Palestina berada di luar Palestina dan Insyaallah akan kembali 
ke Palestina," ujar perempuan yang mengaku lahir dan besar di Gaza ini.

Istri pejabat Biro Politik Hamas ini berkisah, peran perempuan di Palestina 
sangatlah luar biasa. Bahkan menurutnya keberhasilan Hamas karena peran 
perempuan Palestina di belakangnya.

"Perempuan di Palestina berada di samping para pria dan mendampingi mereka di 
medan perang sambil tak lupa tetap mengurus anak," akunya.

Bahkan, menurut Nadia, perempuan Palestina selalu mencontohkan satu sosok 
perempuan fenomenal di Palestina. Sosok perempuan ini menjadi panutan mereka 
karena berhasil mendorong 6 anaknya untuk maju perang.

"Anaknya yang baru berumur 17 tahun bahkan telah membunuh sebanyak 19 orang 
Yahudi. Ibunya lalu berkata pada anaknya, 'Anakku, jangan pulang sebelum 
kudengar kalian mati syahid'," ucap Nadia menirukan ucapan perempuan tersebut 
yang langsung disambut seruan takbir dari para pengunjung.

Di akhir pengakuannya, Nadia mengucapkan terimakasih atas dukungan warga 
Indonesia yang telah banyak membantu warga Palestina terutama di Gaza. Nadia 
pun berpesan, "Orang menyangka perang telah berakhir, padahal itu tetap 
berlanjut. Jadi tetaplah turun ke jalan dan menyuarakan dorongan bagi Gaza dan 
bagi Palestina," pungkasnya. (nov/nrl)

Legal disclaimer
-------------------------
This email may contain confidential and/or legally privileged information. 
If you are not the intended recipient (or have received this email by error), 
please notify the sender immediately and delete this email. 
Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material in this 
email is strictly forbidden.

<<istriHamasDLM.jpg>>

Kirim email ke