----- Original Message -----
From: andrisuryaningsih
Sent: Monday, February 09, 2009 3:35 PM
--- In [email protected], Bayu Gautama
<bayugaut...@...> wrote:
Yang Jelek Bukan Cuma Anda Loh
Saat mengantar anak ke sekolah, sebuah mobil melintas dari arah
berlawanan dengan laju yang lumayan cepat. Padahal jalanan sempit, agak
mepet untuk dua kendaraan. Pagi itu hujan sangat deras, saya mengendarai
motor perlahan-lahan selain karena jalanan licin, juga agar sepatu anak
saya tidak terciprat kubangan air.
Tetapi upaya untuk menjaga agar sepatu anak tetap bersih menjadi
sia-sia, karena mobil yang melintas cepat itu menerjang kubangan air di
tengah jalan. Memang tubuh kami tidak basah terciprat air karena
mengenakan jas hujan, namun sepatu anak saya jadi kotor dan basah
akibatnya. Di bagian kaca belakang mobil itu, saya melihat sebuah stiker
yang sangat familiar, bertuliskan tiga angka yang menjadi lambang dari
sebuah institusi pelatihan.
Pernah juga saya melihat sebuah motor meliuk-liuk di jalan raya yang
lumayan padat di Depok. Sebenarnya agak terlalu memaksakan diri si
pengendara itu, dan benar saja, di ujung jalan ia menyenggol sebuah
motor lain yang dikendarai seorang ibu yang membonceng anaknya. Spontan
keluar kata-kata, anggota partai¦ kok
ugal-ugalan Si ibu menyebut nama partai. Rupanya si ugaler
"pelaku ugal-ugalan- itu mengenakan jaket berlambang sebuah
partai Islam yang kader-kadernya dikenal santun dan berakhlak.
Kejadian kecil diatas hanyalah dua contoh yang memberi kita pelajaran
penting, tentang pentingnya menjaga nama baik, baik nama diri sendiri
maupun nama institusi yang secara langsung maupun tidak, tersemat erat
di diri kita. Tentu kita masih ingat kasus video porno sepasang
mahasiswa di Bandung. Hanya karena sang pria mengenakan kaos berlogo
kampus, maka gegerlah seisi kampus dibuatnya.
Belasan tahun lalu, di Jakarta ada sebuah nama sekolah yang terkenal.
Sayang, terkenalnya bukan dalam bidang prestasi, melainkan soal
"kehebatannya" dalam hal tawuran pelajar. Nyaris di semua
halte dan dinding di jalan raya dipenuhi nama-nama sekolah itu yang
berbunyi, STM anu siap tempur, seolah semua makhluk
di sekolah tersebut mulai dari kepala sekolah, guru, murid, penjaga
sekolah dan penjual makanan di kantin adalah bala tentara perang.
Padahal, hanya segelintir siswa saja yang gemar beradu jotos.
Tak hanya orang dewasa, saya pernah melihat seorang anak mencuri makanan
di sebuah pusat perbelanjaan. Sudah pasti, kecanggihan alat pendeteksi
pencurian membuat si anak tertangkap. Bisa ditebak, satpam maupun
pengunjung yang menyaksikan disesaki pertanyaan,Anak siapa
itu? Bayangkan perasaan malu yang dialami orangtuanya mengetahui
anaknya mencuri makanan di Mall.
Korupsi pun demikian, pejabat negara yang korupsi, anggota dewan yang
kena suap, selingkuh, atau sekadar sering bolos, tidak hanya berdampak
pada dirinya sendiri. Partai yang dibawanya pun terbawa pengaruh jelek
dari sikap dan tindak-tanduknya. Satu anggota korupsi, masyarakat akan
berkata, sama saja dengan partai yang lain, partai itu juga
isinya koruptor
Sering kita tidak menyadari bahwa kata-kata, sikap dan perbuatan kita
itu punya dampak secara langsung maupun tidak untuk nama lain yang
tersemat di diri ini. Misalnya kita bicara di depan publik, sulit
membedakan apakah perkataan itu sebagai pribadi atau atas nama
institusi, golongan, atau partai misalnya. Sebab secara pribadi kita
sudah cukup dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai bagian dari
institusi, golongan atau partai tersebut. Seminim-minimnya, kita membawa
nama keluarga dalam setiap perilaku kita dimanapun, di lingkungan rumah
maupun kantor. Anak-anak akan malu ke sekolah kalau wajah Ayahnya
terpampang di media massa sebagai koruptor, isteri pun tak berani keluar
rumah karena malu pada tetangga.
Di jalan raya, di tempat kerja atau dimanapun kita berada, ternyata kita
tidak pernah sendirian. Ada orang-orang dan lembaga atau golongan yang
namanya kita bawa kemana-mana. Maka berhati-hatilah kawan, jika Anda
berbuat buruk, semua nama yang Anda bawa itu bisa ikut buruk. (gaw)
Bayu Gawtama
Life-Sharer
http://bayugawtama.net
087 87 877 1961
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)