http://inilah.com/berita/politik/2009/02/11/82677/marlboro-man-tak-lagi-bebas-merokok/
Marlboro Man tak Lagi Bebas Merokok Vina Ramitha (ist)INILAH.COM, Virginia – Jika dalam film kita bisa menyaksikan Marlboro Man dengan gagahnya menunggang kuda atau mengendarai motor gede. Di hampir setiap kesempatan, sang jagoan ini sepertinya tak pernah lupa menyelipkan sebatang rokok menyala di bibirnya. Tak peduli di bar atau di restoran, rokok akan selalu menemaninya ke mana saja. Tapi kebiasaan mengisap rokok di segala tempat itu sepertinya tak akan bisa dilakukan lagi oleh sang Marlboro Man itu dalam waktu dekat ini. Apa yang menghalangi ikon pria sejati itu menikmati aroma tembakau Virginia? Adalah aturan yang melarang merokok di tempat umum yang bakal diterapkan Negara Bagian Virginia, yang selama ini dikenal sebagai penghasil tembakau bermutu tinggi. Bahaya merokok bagi kesehatan mulai meresahkan penduduk dunia. Virginia akan mulai menetapkan larangan merokok di seluruh restonya. Lalu, bagaimana nasib pabrik rokok terbesar dunia, Marlboro, yang bermarkas di wilayah ini? Selama ini, merek dagang yang dimiliki Altria Group Inc. ini merupakan produsen rokok terbesar AS. Dalam pemungutan suara di badan legislatif Virginia, Senin (9/2), 39 dari 59 anggota menyetujui peraturan daerah baru mengenai tempat-tempat yang merupakan smoking area. Beberapa tempat itu antara lain klub pribadi, kafe luar ruangan, ruangan khusus merokok, dan area yang tak bisa dijangkau anak-anak. Tak seperti Indonesia, pemerintah Virginia siap memberikan sanksi tegas bagi mereka yang melanggar. Sanksi berupa denda ini bukan sekadar tulisan di buku undang-undang yang terlupakan begitu saja. Jumlah yang harus dibayarkan, US$ 25 atau sekitar Rp 300 ribu bagi si pelanggar. "Tanyakan pada diri Anda, apakah peraturan ini akan mempermudah hidup Anda dan mereka yang memiliki bisnis?" ujar seorang anggota legislatif yang menolak RUU itu, Bill Janis. Menurutnya, aturan itu merupakan tirani terhadap kebebasan. Peraturan yang masih berwujud RUU itu sudah sampai ke manajemen klub-klub pribadi dan tempat yang memiliki fasilitas outdoors. Pengunjung mereka pun mulai berkurang. Beruntung ketegangan itu terpecahkan dengan amandemen yang diajukan anggota legislatif dari Partai Republik. Mereka mengusulkan izin untuk merokok di tempat yang jauh atau tidak terjangkau anak-anak. Demikian pula di rumah makan yang disewakan secara pribadi atau khusus undangan. Amandemen itu akan diajukan ke Senat yang didominasi anggota Partai Demokrat. Namun demikian, RUU yang menyehatkan ini masih harus melalui berbagai ujian. Selama bertahun-tahun, RUU larangan merokok selalu gagal total ketika diajukan ke gedung parlemen AS, Capitol Hill. Di negara ini, daun tembakau memiliki sejarah panjang dan menjadi saksi perjuangan Amerika menjadi sebuah negara besar. Ketika Victoria didirikan 400 tahun lalu, rokok menjadi alat tukar mereka. Pada abad ke-20, rokok dipercaya menjadi penyokong perekonomian negara bagian tersebut. Jika RUU diloloskan, maka pendapat produsen rokok otomatis menurun. Namun di luar dugaan, Altria malah membukukan keuntungan pada kuartal ke-4 2008. RUU itu tadinya hanya dibahas oleh Gubernur Victoria Timothy M Kaine untuk Partai Republik yang menolak segala RUU mengenai tembakau. Ketika mengetahui amandemen yang diajukan Republik, ada wacana bahwa Kaine siap mengajukan veto. Jubir Kaine, Gordon Hickey masih belum bisa memastikan apakah ia benar melakukannya. Di AS, sebanyak 23 negara bagian termasuk District of Columbia melarang rokok di beberapa tempat umum. Negara bagian lain masih memperdebatkan penerapan peraturan itu. terutama negara bagian yang memproduksi tembakau seperti North Carolina, Kansas, South Dakota, dan Wyoming. Beberapa detil aturan ini masih dibahas oleh Senat. Misalnya bagian yang melindungi pekerja pelayan restoran ketika mereka melayani ruang untuk pengunjung yang merokok. Yang jelas, berbagai organisasi kesehatan mendukung aturan itu. Jadi, jangan berharap dapat melihat Marlboro Man merokok di tempat umum lagi. Jika ngebet ingin merokok, mungkin ia harus bersembunyi di kandang kuda atau bengkel motor. [tra] ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

