Sepakat, Pak Jojo.
Namun supaya lebih realistis, kita tidak boleh menutup mata bahwa perbedaan
itu memang ada. Baik dalam telaah dalil, maupun dalam mensikapi kondisi yang
ada saat ini (misal soal Palestina). Mungkin istilahnya sekarang adalah
bagaimana memenej perbedaan itu supaya produktif (minimal tidak kontra
produktif).
Soal sholat subuh dan jumatan, setahu saya istilah itu muncul dari mulut
orang Yahudi. Intinya -kurang-lebih- dia (Yahudi) baru takut kepada umat
Islam kalau jamaah sholat subuhnya sudah menyamai jamaah jumatan. Jadi perlu
dipertimbangkan apakah ungkapan itu perlu dengung-dengungkan? Secara logika,
apakah subuhan bejamaah otomatis ada korelasi (positif) nya dengan
peningkatan ruh jihad?
Kita tidak bisa menutup mata, bahwa kesholihan seseorang bisa jadi baru
tahap eskapis ('melarikan diri' dari kondisi 'edan' disekelilingnya, semacam
pemenuhan kehausan spiritual, gitu ...), belum menjadi suatu kesholihan yang
rahmatan lil'alamin.
Silakan di-searching di net, mungkin saya yang salah.
Wallahu a'lam.
Wassalam,
--amin
2009/2/23 jojo wahyudi <[email protected]>
> Assalaamualaikum Wr Wb
>
> Maaf, saya yg dhoif dan baru belajar dien Islam ikutan nimbrung
> karena bingung dgn "kalau boleh dibilang" pertikaian umat Islam sendiri
> yang malah sering menyalahkan sesama umat Islam (maaf, bahasa kasarnya :
> mudah membid'ah-kan saudaranya sendiri), padahal kalau saya lihat link dari
> yg pak Yahya kirimkan (walau berita aslinya sudah tidak ada di milis ini he
> he he saya belum sempet baca pak) atas permintaan seseorang saudara kita
> juga di milis ini (yang pasti beliau muslim juga donk)
> saya justru mendapatkan nukilan yang menganjurkan kita saling bersatu &
> menyayangi serta harus saling menyibukan diri dgn aib diri kita sendiri,
> bukan dgn menyibukan membicarakan aib orang lain yg notabene saudaranya
> sendiri. Jangan-jangan kita yg gampang menyalahkan (membid'ahkan) saudaranya
> sendiri, justru diri kita yang keliru dan tergelincir dalam kesalahan.
> Naudzubillah, semoga Allah SWT selalu menunjukan kita jalanNya yg benar.
> Adapun nukilan dari link tsb adalah sbb:
>
>
>
> afwan ya akhi..
> sebagai seorang thollibul 'ilmy ana banyak menemukan perselisihan diantara
> asatidz, di indonesia dan malaysia juga. bagaimana ya pendapat antum dan
> nasehat yg antum terima dari para ahlul ilmi dan ulama, kalau ada nash dan
> dalil lebih ana harapkan sebagai penguat dalam ibadah.
> jazakallahu khaiyr
> abu nada
> —————————-
>
> Akhy karim, Sebenarnya para ulama sudah berpesan akan hal ini. maka tidak
> pantas bagi ana memberikan nasehat, sementara para ulama jauh lebih mumpuni
> telah memberikan nasehat2 itu. berikut kita simak nasehat Syeikh Musa Alu
> Nashr;
> *"Oleh karena itu, berbagai macam perbedaan dan perselisihan yang terjadi
> di tengah-tengah salafiyyin jangan sampai dicampuri oleh orang-orang awwam.
> Hendaklah mereka menyerahkan hal ini ke tangan para ulama' dan **menyibukkan
> diri mereka dengan hal-hal yang bermanfaat** seperti tazkiyatun nafs
> maupun menuntut ilmu. Janganlah mereka menyibukkan diri dengan isu-isu yang
> disebarkan dan jangan pula ikut campur menyebarkan isu-isu ini, tetapi
> hendaklah mengecek kebenaran akan berita yang mereka dengar, kemudian
> mengembalikannya kepada para ulama Rasikhin. Hendaklah mereka **menyibukkan
> diri dengan aib-aib yang ada pada diri mereka.** Karena dengan membuat
> laris isu-isu yang tak jelas ini akan membuat para pemuda bingung dan
> akhirnya merekapun menjadi mangsa syaithan dari jin dan manusia."*
>
> Maka persatuan adalah hal yang harus digalakkan oleh setiap muslimin,
> sebagaimana wasiat baginda rosululloh shallallohu 'alaihi wasallam,
> مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد الواحد إذا اشتكى منه
> عضو تداعى له سائر الجسد بالحمى والسهر
> "Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang,
> tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu
> anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau
> terjaga."
>
> Dalam Kitab Rifqan Ahlassunnah biahlissunnah, Syeikh Muhsin Al-Abbad
> menasehatkan,
> ولا شك أن الواجب على أهل السنة في كل زمان ومكان التآلف والتراحم فيما بينهم،
> والتعاون على البر والتقوى. وإن مما يؤسف له في هذا الزمان ما حصل من بعض أهل
> السنة من وحشة واختلاف، مما ترتب عليه انشغال بعضهم ببعض تجريحاً وتحذيراً
> وهجراً، وكان الواجب أن تكون جهودهم جميعاً موجهة إلى غيرهم من الكفار وأهل
> البدع المناوئين لأهل السنة، وأن يكونوا فيما بينهم متآلفين متراحمين، يذكر
> بعضهم بعضاً برفق ولين.
>
> "Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat
> adalah *saling bersatu dan menyayangi* di antara mereka serta *saling
> bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan.* Dan suatu hal yang sungguh
> disayangkan pada zaman ini adalah, apa *yang terjadi pada sebagian Ahlus
> Sunnah berupa pertikaian dan perselisihan, yang berimplikasi pada sibuknya
> mereka satu dengan lainnya di dalam mencela, mentahdzir dan menghajr. *Padahal
> seharusnya mereka kerahkan seluruh kesungguhan mereka ini dan mereka tujukan
> kepada selain mereka dari *kaum kuffar* dan *ahlul bid'ah* yang senantiasa
> memusuhi Ahlus Sunnah. Mereka seharusnya menjalin persatuan dan kasih sayang
> dan saling mengingatkan satu sama lainnya dengan kelemahlembutan dan cara
> yang halus." [lihat Rifqon Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah. didonwload dari
> sahab.org hal. 7-8]
>
>
>
> Semoga Allah SWT selalu membimbing kita pada jalanNya yang benar
> Dan memper-erat persaudaraan sesama muslim (sangat diharapkan Wahabi/Salafi
> penguasa di Arab & Mesir membantu saudaranya di Palestina, bukan justru
> membiarkan Zionis Israel membunuhi anak2 tak berdosa dengan mudah tanpa
> pembelaan sedikitpun dari saudara muslim terdekatnya tsb)
> Dan semoga Allah memudahkan hambaNya untuk saling mengajak dalam kebaikan
> dan kebenaran, salah satunya dengan saling mengajak "meramaikan masjid"
> sholat berjamaah di masjid, mendengar taklim di masjid, meramaikan masjid
> dgn puji2an thd Allah SWT dan Rasulnya baik dgn Maulid Nabi, Isra Mi'raj dll
> (ini semua bid'ah nggak ya?). Paling tidak, minimal meramaikan masjid dgn
> sholat Subuh berjamaah, karena dlm salah satu hadits (ini dhoif apa nggak
> ya?) Rasul bersabda: Bila umatku tahu akan manfaat sholat Subuh berjamaah di
> Masjid, maka mereka akan berusaha datang ke masjid, walau dengan merangkak
> sekalipun (mudah2an hadits ini nggak dhoif ya pak :)) Trus ada lagi (sesat
> juga nggak ya?) : Yahudi & Nashoro akan gentar bila melihat kaum muslim
> sudah meramaikan Sholat Subuh seramai Sholat Jum'at (lebih gentar lagi kalo
> sholat Subuhnya sudah seramai Sholat Idul Fitri/Idul Adha, wiiiiih pasti
> setiap subuh jalan2 di sekitar masjid tertutup sementara kali ya, karena
> melubernya jamaah sholat Subuh ke luar masjid)
> Lho koq saya jadi ngelantur kemana-mana...............
> Yah pokoknya saya yg awam ini berharap, sesama muslim saling bersaudara dan
> tidak saling menyalahkan
> Apalagi menyalahkannya atas dasar kata si A atau kata si B tanpa kita tahu
> dasar2nya yg jelas.
>
> Demikian, mohon maaf bila ada kata2 yg menyinggung perasaan saudara saya
> sendiri...........
> karena saya tidak bermaksud demikian, saya hanya ingin kita saling
> mengasihi sesama muslim, saling berjabat tangan, dan bisa meneteskan air
> mata kala ingat dosa2 yg sering kita perbuat
> dan kala disebutkan Kebesaran Allah SWT dalam setiap Sholat.
>
> Kalau ada kekeliruan, pasti datangnya dari kemiskinan ilmu saya, dan kalau
> benar itu pasti dari Allah semata.
>
> Jazakallah
>
> Wassalaamualaikum Wr wb
>
>
> ------------------------------
> *From:* amin widada <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Monday, February 23, 2009 2:28:36 PM
> *Subject:* Re: [Ar-Royyan-8700] [Fwd: Asal Muasal Jamaah Tabliqh]
>
> Salam.
> Terima kasih juga untuk responnya. Memang berat ya (resiko) jadi
> administrator? :-)
> Tapi saya setuju kok dengan syair di awal artikel, sbb:
>
> Aku mengetahui kejelekan bukan untuk mengikutinya.
> Akan tetapi untuk berhati-hati!
> Karena siapa yang tidak mengetahui kejahatan,
> dia akan terperosok ke dalamnya.
>
> Di era 'free trade' ini (wuiih, lagi ... ), mungkin tidak bisa dihindari
> adanya kompetisi.
> Menurut KPU, negative campaign masih boleh ... black campaign dilarang. :-)
> Gak pa-pa, konsumen bebas milih, dan bebas untuk tidak memilih ...
>
> Wassalam,
> --amin
>
>
>
>
>
> Pada 23 Februari 2009 13:34, Achmad Y. Sjarifuddin <[email protected]>menulis:
>
>> Asswrwb,
>> Terima kasih masukannya pak Amin, sebenarnya saya hanya
>> sekedar menyampaikan amanah saja, tapi karena beliau juga
>> member milis, tentunya juga membaca saran dari pak Amin ini.
>>
>> Jadi sok atuh, mangga buat yang menitipkan amanah, disampaikan
>> juga pendapatnya langsung biar yang lain juga mendapatkan
>> 'pencerahan' :)
>>
>> Nuhun.
>>
>> Wasswrwb,
>>
>> -- A. Yahya Sjarifuddin
>>
>>
>> amin widada wrote:
>> > Salam.
>> >
>> > Saran saya (khususnya buat pak Yahya), di era transparansi saat ini
>> > (wuiiih ...) mestinya setiap yang ingin berpendapat di milis harus
>> > 'berani' menunjukkan identitasnya. Apalagi kalau menyangkut isu-isu yang
>> > cukup penting/krusial, khususnya terkait dengan persatuan umat.
>> >
>> > Lebih bagus lagi, kalau sudah menyangkut urusan memilih 'warna'
>> > (ber-Islam), seseorang menuliskan sendiri apa yang membuatnya memilih
>> > warna A (dan menafikan warna B hingga Z). Jangan menggunakan pendapat
>> > orang lain dan sekedar "copy, paste, send to maillist".
>> > Jadi kalau saya lebih memilih martabak daripada pizza, lebih baik saya
>> > tulis sendiri dan promosikan martabak berdasarkan sejauh mana pemahaman
>> > saya soal per-martabak-an dan per-pizza-an, bukannya copy-paste pendapat
>> > penggemar martabak lain.
>> >
>> > Wallahu a'lam,
>> > Wassalam,
>> > --amin
>> >
>> >
>> > 2009/2/20 Achmad Y. Sjarifuddin <[email protected] <mailto:
>> [email protected]>>
>> >
>> > Asswrwb,
>> > Ada titipan dari salah satu member milis yang tidak mau disebutkan
>> > namanya.
>> > Sekedar menyampaikan. Trims.
>> >
>> > -- A. Yahya Sjarifuddin.
>> >
>> > -------- Original Message --------
>> >
>> >
>> > * Awal <http://alatsar.wordpress.com/>
>> > * Tentang Aku <http://alatsar.wordpress.com/about/>
>> > * Buku Coret2 <http://alatsar.wordpress.com/saleum/>
>> > * Blog Ikhwah <http://alatsar.wordpress.com/blog-rakan/>
>> > * Manhaj Salafy <http://alatsar.wordpress.com/manhaj-salafy/>
>> >
>>
>> --
>> Achmad Y. Sjarifuddin.
>> E-mail: abu [at] lathiifa.com
>> Website: http://www.lathiifa.com
>>
>> ------------------------------------------------------------------
>> - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
>> - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
>>
>> Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
>> seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
>> (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR.
>> Bukhari)
>>
>>
>
>